iklas menjalani

iklas menjalani
50


__ADS_3

Kedepannya Ani hidup mencurahkan seluruh perhatian dan kasih sayang nya kepada ke dua anaknya yang mulai menginjak besar memerlukan perhatian nya.


Ani sebagai seorang ibu dan sekaligus mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga.


Ani berusaha untuk meningkatkan pekerjaan nya di kantor sehingga bisa menambah pundi-pundi uangnya.


Dengan kerja keras dan kesungguhan tekat Ani sekarang bisa menduduki kepala bagian yang berarti naik juga penghasilannya.


Gaji perbulan Septi bertambah itu membuat hati Ani bahagia, akan tetapi Ani harus memberikan sebagian penghasilan untuk Bahri dan Sonia yang akan memiliki anak. Tentunya memiliki banyak kebutuhan dan biaya persalinan.


Bahri sang suami selalu meminta uang bila mana Ani gajian dari kantor.


Ani sendiri tidak punya keberanian untuk menolaknya, dia lebih suka damai tidak ribut-ribut bila menyangkut dengan uang yang menurut Ani bisa di cari.


Ani menjaga perkembangan mental Padli dan Putri agar di mata mereka kedua orang tua nya untuk dan menjadi keluarga yang bahagia.


*****

__ADS_1


Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan akhirnya waktu Sonia untuk melahirkan.


Bahri sibuk di rumah sakit menunggu Sonia untuk melahirkan buah hatinya. Sudah sekian waktu Sonia belum juga mengalami kemajuan pada pembukaan yang lambat sehingga dokter menyarankan untuk operasi sesar aja, mengingat bila terlalu lama kasihan Sonia tidak punya tenaga lagi dan bisa berakibat fatal bagi sang ibu juga sang calon bayinya.


Bahri yang mendapat saran dari dokter kandungan, merasa bingung sebab uang di tangan tidak akan cukup bila untuk operasi persalinan.


Bahri yang selama ini tidak pernah perduli dengan ke dua anaknya, waktu Padli dan Putri dilahirkan kini merasakan betapa susahnya melahirkan yang taruhan bagi sang ibu adalah nyawanya.


Pikiran Bahri menjadi sedikit pusing untuk mencari tambahan uang yang mau tidak mau menghubungi Ani yang di kantor dan saat ini memang masih jam kantor bagi Ani.


Bahri memberanikan diri untuk menanyakan ke pada Ani, apa bisa memberikan uang yang dibutuhkan oleh Bahri.


'' hallo, Sonia akan melahirkan tetapi butuh uang untuk persalinan, karena operasi sesar''


Ani menjawab


''memang butuh uangnya berapa banyak lagi ?''

__ADS_1


Bahri menjawab dia hanya memiliki lima puluh persen dari biaya operasi dan Bahri minta secepatnya karena pasien harus cepat mendapatkan pertolongan untuk mengeluarkan bayinya.


Ani berpikir apa di beri atau di abaikan dengan resiko bila Sonia tidak tertolong waktu melahirkan, Ani akan kena dampaknya juga.


Setelah mengalami perdebatan hati nurani Ani memilih untuk membantu Bahri dan dia langsung minta ijin kepada atasan langsung untuk pergi ke rumah sakit.


Ani terburu-buru pergi ke rumah sakit untuk membantu pendanaan bagi persalinan Sonia.


sampai di rumah sakit, Ani langsung menuju tempat pembayaran yaitu kasir rumah sakit. semua telah selesai dan menunggu tindakan doktor untuk melakukan operasi terhadap persalinan Sonia.


Bahri yang sedari tadi asik mondar mandir sebab gelisah dan melihat Ani langsung memeluk nya.


Ani berkata


'' sudah kak,, kita panjatkan doa saja semoga operasi persalinan Sonia berhasil, sang ibu dan anaknya selamat kedua-duanya''


Bahri mengangkat tangan dan berdoa dalam hati untuk kesembuhan ke dua orang yang di cintai. Selesai berdoa telapak tanggan Bahri diusapkan ke dalam wajahnya.

__ADS_1


Ani juga sama mengucapkan dengan hal yang sama untuk kesembuhan Sonia.


Jiwa kemanusiaan Ani timbul maka dengan ikhlas dia membantu persalinan Sonia.


__ADS_2