
Ani dan kedua anaknya sedang makan malam, tiba-tiba datang Bahri dan Sonia ikut makan juga.
Ani tidak ingin kedua anaknya curiga mempersilahkan Sonia untuk makan bersama.
Mereka makan dalam diam sebab Ani mengajarkan kepada Padli dan Putri untuk menghormati saat makan tidak boleh bicara.
Selesai makan Ani meminta ke dua anaknya untuk belajar.
Sebisa mungkin Ani mencari alasan agar Padli dan Putri tidak menanyakan Sonia dan bayinya.
Hari berganti hari kini sudah satu bulan usia bayi Sonia.
Ani bertanya kepada Bahri
" Sonia terlihat sudah sehat tolong pulang lah "
Bahri menjawab
"Sonia pulang nanti setelah empat puluh hari agar Sonia benar-benar sembuh dan bayinya boleh diajak keluar rumah itu kata orang tua ''
Ani mendengar perkataan Bahri rasanya ingin sekali memukul dan mencakar wajahnya, ada aja alasan agar Sonia tetap tinggal dirumah Ani.
__ADS_1
Ani menelan ludahnya dan menghempaskan kakinya ke lantai.
Di dalam hati Ani bicara
" dasar parasit !"
Bahri yang melihat tingkah Ani tidak perduli yang penting Sonia dan anaknya akan jauh lebih sehat dan terjamin dirumah Ani karena semua kebutuhan nya terpenuhi.
Dan Bahri tidak usah susah-susah untuk mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidup nya dengan Sonia selama di rumah Ani.
Ani tidak bisa berbuat apa-apa karena mengenalkan Sonia ke pada ke dua anaknya sebagai tamu maka secara otomatis Ani harus memenuhi segala sesuatu yang menjadi kebutuhan tamunya.
Itu yang diajarkan Ani kepada Padli dan Putri selama ini.
Sebab Ani ingin memberikan pelajaran yang baik untuk ke dua anaknya.
Sampai saat ini Padli dan Putri tidak begitu mempertanyakan keberadaan Sonia dan bayinya.
Di mana Ani menjelaskan bahwa bayi Sonia masih sangat kecil dan rentang dengan penyakit.
Jadi Ani memberi pengertian ke pada Padli dan Putri jangan dekat-dekat, serta masih bayi belum bisa juga di ajak bermain karena tubuhnya masih sangat lemah.
__ADS_1
Penjelasan Ani ke pada Padli dan Putri diterima dengan baik.
Padli dan Putri tergolong anak yang cerdas dan taat kepada orang tua.
Di sini yang di takutkan adalah sang ayah mereka. Bila Padli dan Putri mengetahui kelakuan ayahnya bagaimana, apa mereka masih mau menghargai atau menghormati nya.
Dalam hal ini sulit bagi Ani untuk mendukung yang mana, maka jalan satu-satunya masih menyembunyikan perbuatan Bahri ke pada Ani.
Ani tidak bisa memilih harus berpihak ke siapa. Bila suaminya bagaimana dengan anak-anaknya nanti, mau memilih anak-anak Ani mengijinkan Bahri untuk menikah lagi karena ada suatu penyakit.
Ini yang di sebut buah simalakama di mana bila dimakan ayah mati tetapi kalau tidak dimakan ibu yang mati. Dua pilihan yang sulit untuk dipilih.
Di sini Ani mencoba untuk bersabar dan bertahan untuk keutuhan keluarga nya walaupun pada akhirnya Ani harus tersiksa dan tersakiti.
Ani mencoba Ikhlas untuk menjalani kehidupan dengan Bahri asalkan ke dua anaknya bahagia dan nantinya tidak terganggu psikologi anak-anaknya.
Sebab bagaimanapun bila orang tua bercerai yang akan jadi korban adalah anak-anaknya.
Ani takut anaknya menjadi bahan building di lingkungan sekolah terutama, dan lebih parah lagi bila lingkungan sekolah dan rumah sudah membuili mereka.
Maka otomatis perkembangan psikologi anak-anaknya akan terganggu.
__ADS_1
Ani sadar akan hal ini karena dia tidak bisa memperhatikan dan mengawasi sepenuhnya karena Ani bekerja jadi waktunya tidak begitu banyak bersama anak-anaknya.
Beda dengan ibu yang tidak bekerja, akan punya waktu yang lebih untuk mengawasi dan memperhatikan anak-anak.