iklas menjalani

iklas menjalani
49


__ADS_3

Beberapa bulan ke depan Sonia telah melewati masa ngidam dan Bahri lebih sering di rumah istri mudanya.


Ani saat ini sudah merasa nyaman tidak harus melayani kebutuhan biologis suaminya hampir setiap hari.


Ani merasa lega dan kesehatan nya pun mulai terlihat lebih segar dan pres. Juga ke dua anak Ani sudah mulai besar tidak begitu lelah mengurus mereka, tidak Ani melihat tingkah laku anak nya.


Ani memiliki waktu luang untuk memperhatikan keadaan dirinya sendiri, mulai mengurus penampilannya lebih baik dan merawat wajahnya. sehingga terlihat lebih segar.


Bahri ke rumah hanya menemui ke dua anaknya dan mengajak mereka bermain, setelah selesai dia akan kembali ke rumah Sonia.


Bahri tidak ingin meninggalkan Sonia untuk waktu yang lama sebab Sonia sudah memasuki ke bulan ke sembilan tinggal menunggu waktu melahirkan saja.


Malam hari ini Bahri tidak langsung pulang dia menunggu anak-anaknya tidur dan mau bicara dengan Ani.

__ADS_1


Bahri berkata " saya perlu uang untuk persalinan Sonia, bisa berikan saya uang "


Ani terperanjat dari duduknya mendengar perkataan Bahri dengan mudahnya meminta uang ke pada Ani.


Sedangkan selama dia beristri dua tidak pernah menafkahi Ani dan anak-anaknya.


Ani hanya bisa mengelus dada dan bicara " uang kakak kerja ojek selama ini dikemanakan uangnya !"


Bahri menjawab akhir-akhir ini sepi penumpang, bisa untuk makan aja sudah Alhamdulillah.


Walaupun nantinya melahirkan dengan alami tetap saja perlu uang untuk persalinan nanti.


Ani berpikir apa selama ini Sonia tidak menabung dan sewaktu dia belum hamil apa tidak ada terpikir kan untuk menabung bila suatu saat nanti dia hamil pasti memerlukan uang yang banyak, bukan saja untuk biaya persalinan, ada juga biaya untuk pakaian dan perlengkapan bayi yang lainnya karena ini anak pertama semua pasti membelinya.

__ADS_1


Mengharap dari Ani bekas waktu melahirkan Putri itu sudah terlalu lama dan sudah di berikan ke pada orang-orang yang memerlukan dahulu.


Maka Sonia tidak bisa meminta sama Ani kebutuhan bayi nya dan jalan satu-satunya membeli seluruh kebutuhan bayinya.


Bahri merupakan seorang suami yang tidak pernah memikirkan untuk ke depannya dan rasa tanggungjawab nya kurang, karena selama ini Ani yang memberikan kenikmatan untuk menikmati uang kerja keras Ani sehingga membuat Bahri tidak berusaha mencari nafkah untuk keluarga nya dengan keringatnya sendiri, dia selama ini hidup bergantung pada Ani sang istri yang bisa diandalkan, apalagi tentang uang.


Kasihan Ani di berlakukan sebagai ATM bagi suaminya, Bahri tidak mengetahui bagaimana cara nya Ani untuk mendapatkan uang dan menyimpan nya sebagai tabungan.


Ani harus mengutamakan kepentingan anak-anaknya terlebih dahulu, sisa dari uang belanja baru di tabung sedikit demi sedikit untuk berjaga-jaga kelak pasti memerlukan uang.


Dengan berat hati Ani mengeluarkan uang untuk Bahri, agar Bahri memiliki persediaan uang untuk persalinan Sonia.


Ani juga tidak ingin terjadi apa-apa dengan Sonia karena bagaimana pun secara tidak langsung dia cukup membantu Ani dalam memenuhi kebutuhan biologis sang suami. Yang menurut pemikiran Ani tidak sanggup bila dia menghadapi senam setiap harinya tanpa ada Sonia di pastikan dia akan kewalahan, dan Ani tidak ingin Bahri masuk ke dunia yang dahulu penuh dengan dosa.

__ADS_1


Bagaimana pun Ani mencari solusi hal seperti dulu jangan terulang kembali.


Dan berpikir Ani uang masih bisa di cari tetapi menumpuk dosa itu lebih berbahaya, dunia dan akhirat akan merasakannya.


__ADS_2