iklas menjalani

iklas menjalani
69


__ADS_3

Ani dan kedua anaknya telah sarapan pagi lalu mereka melakukan aktivitas di belakang rumah yaitu berkebun.


Ani ingin mengajarkan kepada anaknya untuk dapat menghargai tanaman atau tumbuh-tumbuhan agar kelangsungan hidup manusia bisa bertahan, dikarenakan tumbuhan sangat penting bagi manusia. Selain untuk di konsumsi manusia tumbuhan juga bermanfaat untuk menyejukkan daerah sekitarnya yang membuah udara segar.


Ani memberikan penjelasan sambil mengajar kan ke dua anaknya untuk mencintai dan menghargai alam. Ani menanamkan akan hal ini agar Padli dan Putri kelak bisa menjaga bumi.


Ani berkata '' Padli dan Putri sebagai manusia kita harus menjaga lingkungan tempat tinggal agar bumi ini tidak semakin panas, akibat tanaman habis''


'' ibu bila kita menanam tanaman sayuran apa itu boleh ?'' ucap Padli


'' itu sangat boleh sayang !


'' Bu, Putri mau nanam bunga boleh ga '' ucap Putri.


'' semua apa yang kita tanam itu sangat baik untuk bumi dan umat manusia sayang '' berkata Ani.


Lalu Ani mengajarkan bertanam bunga ke pada Putri, sedangkan Padli diajarkan nanam tumbuhan cabai. Dan tak lupa Ani menjelaskan jenis tanaman dan taat dari tumbuhan yang di tanam.


Ani melihat ke dua anaknya sambil belajar bercocok tanam dan bermain dengan alam.


Ani mencontohkan cara bertanam dan menerangkan bagaimana merawat dan memelihara tumbuhan.


Mereka anak dan ibu asik melakukan cocok tanam dan tanpa di sadari sang ayah datang.

__ADS_1


Bahri berkata '' kalian rupanya di sini !''


Mereka bertiga menoleh ke arah asal suara.


'' ayah mari sini kita nanam pohon cabe ini '' ucap Padli


Berkata Bahri '' maaf ayah mau mengantar tante Sovia pulang !''


Ani mendengar perkataan Bahri berkata dalam hati.


'' Alhamdulillah, itu lebih baik ''


'' ibu Padli, sebentar saya mau bicara '' berkata Bahri


'' ada apa bang '' ucap Ani


'' tolong beri saya uang untuk mengontrak rumah Sovia '' berkata Bahri.


'' baiklah '' ucap Ani


Kemudian Ani pergi ke dalam rumah untuk mengambil uang.


Bahri mengikuti Ani dari belakang, dan berhenti di ruang keluarga.

__ADS_1


Di sana ada Sovia dan anaknya yang sudah rapi seperti mau berangkat.


Sepintas Ani berlalu dari ruang keluarga memang melihat Sovia dan anaknya telah bersiap-siap dengan disampingnya berupa tas seperti orang yang mau pergi.


Ani mengambilkan uang dari lemari di dalam kamarnya dan menuju ke tempat Bahri dan Sovia berada.


'' ini uangnya semoga cukup untuk mencari rumah kontrakan yang sesuai dengan selera kalian '' ucap Ani.


'' terima kasih '' berucap Sovia.


Bahri mengambil amplop yang di sodorkan Ani ke hadapan nya.


Bahri langsung memasukkan uang tersebut ke dalam saku celananya tanpa melihat berapa isi dari amplop tersebut.


Bahri hanya merasakan ketebalan amplop itu bisa mengira berapa uang di dalamnya dan dia juga tau bahwa Ani akan memberikan uang yang cukup untuk mencari sebuah rumah kontrakan dari pada Sovia dan anaknya makin lama tinggal di rumah Ani.


Ani memang memberikan uang yang cukup banyak kepada Bahri. Dia lebih suka mengeluarkan uang banyak dari pada harus mencari alasan untuk menjawab pertanyaan tentang Sovia dari anaknya.


Setelah mendapatkan uangnya Bahri mengajak Sovia pergi ke luar dari rumah Ani.


Ani melihat Bahri dan Sovia serta anak mereka menarik nafas dalam-dalam. Ani merasa lega atas kepergian mereka bertiga.


Kedepannya Ani merasa lebih nyaman berada di rumah dan hati tidak was-was lagi menghadapi kedua anak Ani yang mulai besar, juga cara mereka berpikir semakin kritis dengan keadaan disekitarnya.

__ADS_1


__ADS_2