
Mempelai wanita dibimbing oleh yang berada di kanan dan kirinya mendekat ke pak penghulu dan meminta mempelai wanita duduk di samping Gito yang sudah berada terlebih dahulu duduk di depan penghulu.
Gito melihat siapa mempelai wanita yang berada di sampingnya.
Dalam hati Gito ingin bicara apa sebenarnya yang terjadi.
Gito melihat ke arah sang ayah dan ibu seakan meminta penjelasan apa sebenarnya yang terjadi. Hingga saat ini Gito belum diberi penjelasan oleh kedua orang tua apa maksud mereka melakukan semua ini.
Ani dan anak-anaknya berada diruang tamu sedangkan ijab qobul akan dilaksanakan diruang tengah atau ruang keluarga tetapi dari ruang tamu masih bisa dilihat terutama di mana tempat Ani dan anak-anaknya duduk dengan jelas bisa melihat ke arah ruang keluarga.
Akhirnya Gito berkata kepada kedua orang tua nya.
'' apa ini yang terjadi ibu, tolong jelaskan mengapa !'' ucap Gito.
ibu Gito yang dekat dengan Gito berkata '' turuti permintaan kami selaku orang tua nak, kami menjodohkan kamu dengan Sandra yang kami anggap layak untuk menjadi istrimu. Setelah pernikahan ini maka akan kami ceritakan semuanya ''.
Gito terperanjat dengan perkataan ibunya dan berkata '' ibu mengapa tidak dari tadi bicara kalau saya harus menikah sekarang, saya kemari membawa calon sendiri ibu, untuk memperkenalkan kepada ayah dan ibu. Bukan mau menikah dengan wanita lain !''
__ADS_1
'' ini untuk kebaikan kamu nak, bila kamu tidak mau ayah mu itu akan malu dan penyakitnya akan kambuh, silahkan bila ingin menjadi anak durhaka ! ucap ibu.
Gito menarik nafas mendengar perkataan ibunya.
'' tetapi Gito tidak mengenal dan mencintainya Bu ! '' ucap Gito.
'' mengenal dan mencintai Sandra setelah kalian menikah nanti bisa nak '' berkata sang ibu.
Ayah Gito melihat dengan memicingkan matanya menatap Gito dan ibu berbicara dengan berbisik-bisik yang cukup lama.
'' iya, yah ! '' ucap ibu Gito sambil menatap ayah Gito yang tajam melihat kearah sang ibu Gito.
'' pak penghulu mempelai sudah ada di depan bapak silahkan dimulai '' ucap pak Sobri ayah Gito.
Gito terpana dengan perkataan ayahnya dan tidak bisa berbuat apa-apa karena suasana ramai dan ucapan sang ibu masih terbayang-bayang.
Lalu pak penghulu membicarakan semua hal yang harus diketahui oleh Gito dan Sandra sebagai suami ataupun istri tentang kewajiban dan hak masing-masing yang harus mereka jalani saat menjadi satu keluarga.
__ADS_1
Ani hanya bisa terpana melihat apa yang terjadi di depan matanya.
Sang anak Padli telah melihat sendiri apa yang bakal terjadi di depannya sudah mengerti bahwa Ani sang ibu akan tersakiti.
Putri berkata '' ibu ini acara apa ya, mengapa ramai ''
'' kita lihat saja dik dan jangan banyak bicara diam saja '' berkata Padli.
Memang Putri belum bisa menangkap lagi ada acara apa karena Putri memang masih kecil.
Dan Padli mencoba memberikan penjelasan kepada sang adik.
Di dalam hati kecil Padli ingin membawa sang ibu keluar dari rumah Gito dan tidak melihat acara pernikahan Gito dengan wanita lain. Namun Ani sang ibu memberikan gelengan kepala dan memberi isyarat untuk mengikuti acara pernikahan Gito hingga selesai.
Ani berusaha tegar dan tetap menutupi rasa hancur hatinya dengan apa yang harus dia saksikan di hadapan nya.
Semua orang yang berada di acara ini tidak mengetahui apa sebenarnya yang terjadi diantara mereka yang sama-sama datang dari jauh, yang mereka tahu mereka hanya sebagai teman.
__ADS_1