
Tiga bulan berlalu Ani tidak lagi memikirkan tentang si Dewi, dia berpikir untuk fokus ke pada ke dua anaknya yang telah mendapatkan kasih sayang sang ayah, melihat mereka bahagia Ani tidak tega merunggut nya.
Entah bagaimana hari ini hati Ani ingin menemui Dewi, maka sore hari sepulang dari kantor Ani ke rumah Dewi.
tok
tok
tok
Dewi membuka pintu, tetapi terkejut melihat Ani di depan pintu.
" maaf.. mbak ada apa " kata Dewi
"sorry dek saya mau bicara " kata Ani dan langsung masuk ke dalam rumah Dewi
Hal hasil di dalam rumah terkejut melihat Bahri keluar dari kamar sambil mengenakan bajunya.
Mereka berdua saling tatap berdiam diri mematung.
Dewi salah tingkah melihat sepasang suami istri ini bertemu di rumahnya tidak tahu harus bagaimana.
__ADS_1
Ani sadar dalam terkejutnya melihat suaminya dan berkata
" kamu di sini "
Bahri yang tertangkap basah tidak menjawab perkataan Ani, dia berlalu ke luar rumah dan pergi tanpa mengatakan apapun pada Ani.
Dewi juga bingung akan sikap Bahri terhadap istrinya.
Ani berkata " Dewi apa selama ini Bahri masih berjumpa dan melakukan hubungan dengan mu "
Dengan tertunduk Dewi menjawab " maaf mbak kami masih melakukan nya, saya tidak bisa menolaknya karena dia pembeli dan lagi dia bisa membuat saya puas dengan permainan nya "
Dengan hati hancur Ani pulang ke rumah. Sampai di rumah Ani mendapatkan anak dan suaminya sedang bermain di ruang televisi sambil nonton serta memakan Snack, yang membuat Ani terpana ke dua anaknya telah mandi dan keadaan rapi sekali seakan mau pergi.
" ada apa ini, kok aman ibu sudah rapi !" berkata Ani
Padli anak yang besar menjawab " ayah bilang kita akan makan malam di luar tunggu ibu pulang dan kami sudah siap tinggal menunggu ibu !"
Ani tertegun dengan ucapan Padli di dalam hati berkata apa lagi permainan Bahri kali ini, yang sudah tertangkap basah masih bisa mencari jalan untuk mengelak dari kenyataan.
Putri berkata " cepat ibu, mandi jadi kita bisa pergi makan di restoran...horeeee "
__ADS_1
Ani tidak ingin membuat kecewa sang anak dan menjawab
" baik sayang tunggu sebentar ya, ibu mandi dan ganti pakaian dulu, kalian nonton televisi dulu ya !"
Bila sepintas lalu orang melihat keluarga kecil ini terlihat bahagia, harmonis dan lengkap dengan sepasang anak.
Keluarga kecil ini makan di sebuah restoran yang cukup mewah.
Ani juga berpikir apa uang Bahri banyak ya mengajak dia dan anak untuk makan di sebuah restoran yang makanannya juga lumayan mahal.
Ani meliputi keluarga kecilnya terlihat bahagia. Ani ikut dalam kegembiraan suami dan anaknya dan menghilangkan pikiran yang jelek tentang suaminya.
Makan malam bersama keluarga kecil selesai dan berakhir dengan wajah berseri-seri terlihat dari ke dua anak Ani.
Pulang ke rumah mereka langsung masuk ke kamar dan beristirahat dengan wajah yang terlihat bahagia, terlelap dalam tidur dan bermimpi yang indah.
Ani berdoa memanjatkan syukur ke pada Allah SWT atas segala rahmatnya dan keberkahan hari ini memberikan kebahagiaan bagi keluarga kecilnya.
Ani pun tidur dengan perasaan yang begitu bahagia dan menginginkan suasana ini bisa berlangsung terus menerus sehingga bisa melihat wajah bahagia di kedua anaknya setiap hari.
Bangun pagi hari masih terlihat kebahagiaan di wajah ke dua anaknya dan pagi ini terlihat sebagai keluarga yang bahagia dan harmonis. Ani berpikir apa dia sanggup untuk mengambil keceriaan dari dua anaknya atau dia harus hidup dalam kepura-puraan.
__ADS_1