
Ani masuk ke dalam kamar tetapi di kejutkan oleh ke berada kedua anaknya disana.
'' ibu mengapa tante Sovia dan anaknya ada dirumah kita '' ucap Bahri.
'' ibu juga tidak tau maksud mereka di sini nak '' berkata Ani.
'' apa benar yang dikatakan anak di desa waktu itu bahwa tante itu istri ayah juga '' ucap Padli.
Septi menarik nafas dan berpikir apa alasan yang harus saya berikan pada ke dua anaknya.
'' jujur aja bu, Padli sudah besar dan tadi melihat kelakuan ayah bagaimana terhadap tante itu !''
ucap Padli.
'' begini anak-anak, mungkin ini waktunya ibu menceritakan hal yang sebenarnya kepada kalian ''.
ucap Ani.
Ani sang ibu tidak dapat menutupi apa yang dilihat oleh mereka semua di ruang keluarga.
Ani akhirnya menceritakan hal sebenarnya apa hubungan Bahri dengan Sovia.
Tetapi Ani masih merahasiakan apa penyebab dari pernikahan Bahri yang kedua.
__ADS_1
Ani tidak bisa mengatakan hal yang sebenarnya karena usia anak-anak masih kecil belum bisa berpikir tentang kebutuhan orang dewasa.
Padli yang mendengar langsung dari ibunya tentang kebenaran status Sovia mengapa sering menginap dirumah membuat Padli marah dan ingin keluar dari kamar mendatangi Sovia, nun Ani melarangnya dan menceritakan bahwa seorang laki-laki boleh memiliki lebih dari satu istri.
Padli mendapat penjelasan dari sang ibu terdiam dan mengikuti keinginan sang ibu.
Ani sebenarnya dalam hati begitu marah pada dirinya mengapa dia masih melindungi Bahri sang suami, dia tidak menjelaskan keseluruhan yang harus di ketahui oleh Padli hanya hal-hal yang diperlukan saja tanpa menjelaskan dengan detail dari awal hingga akhir tidak dipotong sesuai dengan kebutuhan.
Lalu Ani meminta anak-anaknya untuk beristirahat di kamar masing-masing.
Ani tidak ingin membuat keributan karena malu bila didengar tetangga.
Padli menurut perkataan sang ibu, dia tidak ingin menambah luka di hati ibunya.
Pagi menjelang Ani telah menyiapkan sarapan untuk kedua anaknya. Dia melihat Padli sudah bangun dan duduk di meja makan.
'' iya, nak memang kenapa !'' berkata Ani.
'' tolong bilang sama ayah sepulang sekolah kami tidak ingin melihat tante ada dirumah ini '' ucap Padli.
Kemudian Padli sarapan, setelah selesai dia berlalu ke kamar dan ingin langsung ke sekolah.
Ani sang ibu berkata '' kakak masih terlalu pagi mengapa sudah mau berangkat ke sekolah !''.
__ADS_1
'' Padli tidak ingin melihat mereka Bu !''.
Ani hanya bisa menarik nafas dalam-dalam memahami perasaan anaknya. Dan Padli bukan lagi anak kecil karena sudah duduk di bangku SMP maka dia mulai paham dan mengerti masalah orang dewasa.
Ani tidak melarang Padli untuk pergi kesekolah sepagi ini, Ani nanti pergi serempak Putri.
Setelah beberapa saat Padli pergi datang Putri.
'' ibu apa kakak belum bangun !''.
'' kakak sudah pergi ke sekolah '' ucap Ani.
Putri terkejut karena kakaknya sudah berangkat kesekolah, lalu Putri sarapan ditemani oleh sang ibu.
'' nanti Putri pergi ke sekolah sama ibu nak !'' ucap Ani.
Karena Putri lagi makan maka dia hanya menganggukkan kepala saja.
Selesai sarapan Ani dan Putri akan berangkat tetapi Ani melihat Bahri.
'' bang tolong ya nanti keluar dari rumah, anak-anak sudah mengetahui siapa Sovia, saya tidak ingin terjadi keributan !'' ucap Ani.
'' mengapa kamu kasih tahu anak-anak ha '' berkata Bahri.
__ADS_1
'' itu karena perbuatan Abang semalam di depan mata mereka jadi saya tidak bisa berkelit lagi '' ucap Ani.
Lalu Ani mengajak Putri untuk segera berangkat ke sekolah.