iklas menjalani

iklas menjalani
76


__ADS_3

Setelah makan malam Ani, nenek dan ayah duduk di ruang tamu untuk membicarakan tentang masalah tadi siang.


Kedua anak Ani di temani oleh Dila menonton televisi di ruang keluarga.


Ani ingin membicarakan apa yang harus di katakan kepada Padli dan Putri dari warga penduduk yang mengatakan bahwa ayahnya beristri dua.


Sang ayah berkata '' kami selaku orang tua dari awal tidak menyetujui pernikahan yang Bahri lakukan, namun nak Ani sendiri memberikan ijin !''


'' iya, pak saya tidak sanggup untuk menghadapi kebutuhan abang Bahri !'' ucap Ani.


'' sudah jangan mencari siapa yang salah, di sini kita mencari jalan keluar untuk menjawab pertanyaan cucu-cucu kita !'' berkata nenek.


Mereka bersepakat untuk tidak mengatakan yang sebenarnya terjadi pada Padli dan Putri.


Bagaimana cara nya mereka akan mengalihkan pertanyaan Padli dan Putri, menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban bahwa Sovia adalah teman ayah dan Ani.


Sedangkan mengapa pernah tinggal di desa di sebabkan Sovia lagi sakit dan tidak ada keluarga satupun. Sovia di desa hanya untuk pemulihan dari sakitnya paska operasi persalinan.


Kesepakatan ini memang tidak mungkin akan bertahan terus pasti suatu saat akan terbongkar.


Sesuatu yang di dasari kebohongan suatu saat akan terbongkar juga, tinggal menunggu waktu saja.


Tidak hari ini, lusa

__ADS_1


tidak lusa, minggu depan


tidak minggu depan, bulan depan


tidak bulan depan, tahun depan


ini semua rentetan yang akan terjadi. Ibarat gunung menunggu kapan akan meletusnya.


Ani menyadari akan hal ini dan dia coba untuk bertahan semampunya.


'' ayah dan ibu saya khawatir dengan Padli, dia sudah besar.


Memang dia tidak pernah menanyakan hal Sovia tetapi dia pasti mengamati tingkah laku ayahnya '' ucap Ani.


Akhirnya mereka terpaksa pasrah dengan keadaan nantinya selagi bisa menghindar maka itu yang akan di lakukan.


'' nak Ani apapun yang terjadi, nak Ani tetap anak kami dan Padli serta Putri juga cucu kami '' berkata nenek.


'' terimakasih ayah dan ibu '' ucap Ani.


Lalu mereka melihat jam sudah pukul sepuluh malam dan mengakhiri pembicaraan tersebut.


Mereka pergi ke kamar masing-masing.

__ADS_1


Sedangkan di ruang keluarga sudah kosong semua orang sudah tidur dikamar masing-masing. Di sana tidak ada Padli dan Putri juga Dila tidak terlihat lagi, mereka telah terbuai dengan alam mimpi masing-masing.


Ani masuk ke kamar dan tersenyum melihat dengan pulas-nya Putri tertidur di atas kasur. Kemudian Ani pun ikut berbaring disampingnya dan mulai terlelap.


Pagi menjelang Ani sudah asik di dapur mempersiapkan sarapan pagi untuk orang serumah.


Dan hari ini adalah hari terakhir mereka di desa karena waktu libur sudah habis besok mereka harus masuk sekolah bagi Padli dan Putri sedangkan Ani juga Dila harus kembali bekerja. Mereka akan melakukan aktivitas seperti biasa nya.


Beberapa saat kemudian Ani telah siap dengan sarapan nasi goreng.


Ani menunggu semua penghuni rumah keluar dari kamar nya masing-masing untuk sarapan.


Beberapa menit kemudian mereka sudah berkumpul.


'' Bu hari ini kita pulang ke kota ya !'' ucap Putri.


'' iya, sayang besok kan kalian berdua harus sekolah '' berkata Ani.


'' iya, tetapi Putri masih ingin disini bersama nenek dan kakek, kangen Putri belum puas sama nenek dan kakek !'' ucap Putri.


'' begini Putri nanti aja libur panjang sekolah baru kita kemari lagi '' berkata Ani.


'' janji ya Bu libur kenaikan kelas nanti kemari tempat nenek dan kakek ''. ucap Putri.

__ADS_1


Pada akhirnya Putri mau menerima saran Ani dan mereka melanjutkan dengan sarapan bersama.


__ADS_2