iklas menjalani

iklas menjalani
14


__ADS_3

Waktu berlalu sisa satu minggu kuliah kerja nyata Ani akan berakhir di desa ini.


pagi yang cerah Ani olahraga pagi dengan jalan santai menyusuri desa tiba di pinggir sungai melihat anak pak kepala desa sedang melihat sungai duduk sendiri.


Ani mencoba mendekati Bahri.


" boleh saya duduk disini " kata Ani


Bahri hanya menganggukkan kepala saja.


" mengapa sendiri di sini, lebih baik kumpul dengan teman yang lain berolahraga " Ani berkata


" saya suka sendiri aja " Bahri menjawab


" boleh jadi teman kamu !" kata Ani


"mengapa mau jadi teman saya, saya tidak butuh teman !" Bahri berucap


" hidup perlu orang lain untuk membantu kita dalam kehidupan, contoh aja bila kita sakit kita perlu orang lain untuk mengantar kita berobat dan masih banyak lagi contoh nya !" jawab Ani


Bahri menjawab " kan masih ada orang tua "

__ADS_1


" tidak selamanya orang tua di sisi kita suatu saat dia akan tua dan meninggal dunia, bagaimana dengan kamu yang masih muda !" tutur Ani


Tidak di sadari Ani berdebat dengan Bahri yang selama ini tidak mau bicara.


Hal ini menunjukkan peningkatan setidaknya mereka bisa bicara walaupun dalam suasana yang kurang baik.


" baik lah saya akan melanjutkan olahraga, bila ingin teman bicara saya siap membantu kamu ! Ani berkata


Ani meninggalkan Bahri yang masih ingin menyendiri di tepi sungai.


Ani melanjutkan olahraga lari kecil menyusuri desa, ia ingin mengenang nantinya bila sudah di kota jauh dari kata sejuk dan damai. Sedangkan kota di penuhi dengan polusi udara dan relatif panas.


Desa yang masih banyak pohon menambah sejuk dan udaranya yang segar, apa lagi di pagi hari sungguh terasa nyaman.


Setelah sarapan pagi semua mahasiswa berkumpul untuk membahas hari terakhir di desa dan berencana mengadakan syukuran dan ucapan terima kasih ke pada warga desa yang telah membantu mahasiswa untuk menyelesaikan kuliah kerja nyata.


Kesepakatan antara seluru mahasiswa telah di ambil dan mulai besok mereka menyelesaikan program yang belum mencapai seratus persen, dan sebagian lagi mempersiapkan acara perpisahan dengan warga desa.


Ani kebetulan mendapatkan tugas untuk mempersiapkan acara perpisahan dengan teman yang lain.


Dengan melihat kegiatan dan apa saja yang diperlukan untuk acara perpisahan, Ani sering ke rumah kepala desa untuk konsultasi bagaimana adat dan kebiasaan desa dalam melangsungkan acara seperti ini.

__ADS_1


Pak kepala desa dengan antusias membantu Ani dan teman-temannya untuk melaksanakan acara perpisahan.


Seringnya keluar masuk rumah kepala desa rupanya ada seseorang yang memperhatikan Ani dari balik pintu kamar.


Waktu berlalu dengan cepat tinggal dua hari lagi acara diadakan.


Malam ini Ani lagi menunggu kepala desa yang lagi ke luar rumah ada kepentingan.


Ani duduk dengan memainkan handphone, tiba-tiba ada orang yang duduk di depan Ani


" hai mengganggu ya " kata Bahri


jawab Ani " tidak, lagi menunggu bapak pulang !"


" oh..... boleh bicara sebentar " ucap Bahri


Lalu mereka terlibat percakapan yang cukup panjang dan tanpa di sadari mereka kepada desa sudah tiba, namun melihat anaknya yang lagi berbicara dengan Ani, pak kepala desa tidak mau mengganggu, kepala desa masuk dari pintu belakang rumah dan membiarkan anaknya dan Ani melanjutkan obrolan mereka.


Sudah satu jam lebih Ani menunggu gelisah mengapa kepala desa tidak juga pulang ke rumah padahal Ani pagi hari telah buat janji dengan kepala desa.


" maaf bapak lama benar keluarnya !" kata Ani

__ADS_1


" biasanya bila bapak ada janji tidak akan lama di luar, tapi mengapa ini hampir dua jam ya ! apa kamu bosan bicara sama saya " Bahri berucap


Dengan gugup Ani menjawab tidak cuma ada yang perlu di bahas untuk acara apa sudah sesuai, karena tinggal malam besok acara di gelar tutur Ani.


__ADS_2