iklas menjalani

iklas menjalani
54


__ADS_3

Waktu Sonia sudah empat puluh hari di rumah Ani.


Di pagi hari yang cerah ini Ani sedang sarapan pagi bersama Padli dan Putri untuk bersiap-siap memulai aktivitas mereka.


Padli dan Putri yang akan pergi ke sekolah dan Ani yang akan ke kantor.


Selesai mereka sarapan terlihat Sonia dan Bahri keluar dari kamar.


Ani berkata


" tolong Sonia ini sudah empat puluh hari sudah waktunya kamu pulang ke rumah mu "


Bahri membuka matanya lebar-lebar mendengar perkataan Ani seakan mengusir Sonia.


Sonia menjawab '' ya mbak, baiklah saya akan pulang ''


Ani melihat Bahri membesarkan mata tertunduk karena dia tidak ingin Bahri marah di depan anak-anak nya.


Segera mungkin Ani membawa ke dua anaknya pergi meninggalkan rumah agar tidak terjadi perdebatan yang panjang dengan Bahri.


Sonia berkata


'' bang besok kita pulang ke rumah kita ya, kasihan mbak seperti tertekan sejak saya dan bayi kita tinggal di sini''

__ADS_1


'' apa sudah sanggup kamu mengurus bayi mu sendiri, karena operasi persalinan, apa sudah sembuh itu jahitan operasi nya !" ucap Bahri


'' Dokter bilang jahitan operasi nya sudah kering namun tidak boleh kerja yang berat-berat dulu takut yang bagian dalam belum kering''


ucap Sonia


'' bila kamu sudah merasa sanggup, baiklah kita pulang'' berkata Bahri


Bahri sebenarnya tidak ingin pulang kerumah Sonia sebab, sampai Sonia belum bisa memenuhi kebutuhan biologis Bahri bagaimana.


Karena Sonia memerlukan orang untuk membantunya di rumah, sedangkan waktu Bahri di siang hari harus bekerja dan malam hari dia harus menjaga bayi Sonia.


Kapan lagi waktu yang lama untuk mendapatkan kebutuhan biologis nya bila berjauhan dengan Ani.


Dan Ani juga pulang kerja sore hari, belum lagi Padli dan Putri mulai besar. Bila Bahri menginginkan pelayanan kebutuhan biologis nya menunggu ke dua anaknya tidur.


Dan itu pasti malam hari setelah mereka belajar atau makan malam waktunya mereka tidur.


Bahri mencoba mencari alasan apa yang bisa digunakan untuk Ani agar masih bisa bertahan di rumah itu.


Ani sendiri sudah tidak bisa mencari alasan untuk menjawab pertanyaan ke dua anaknya.


Untuk menutupi kehadiran Sonia dan bayinya.

__ADS_1


Yang makin lama tinggal bersama Ani, membuatnya takut akan perbuatan Bahri yang menikah lagi diketahui oleh Padli dan Putri.


Ani sudah habis cara untuk menjawabnya dan dalam hati nurani Ani sudah cukup dia berkorban.


Ani berusaha untuk tegar dengan pendiriannya, dia ingin hidupnya nyaman dan tenang.


Di mana pulang kerja hatinya tidak was-was melihat Padli dan Putri yang berbincang-bincang dengan Sonia.


Ani tidak ingin kedua anaknya akan diracuni otak nya oleh Sonia dan Bahri, sebab anaknya belum bisa berpikir dewasa mana yang baik dan mana yang tidak baik.


Padli dan Putri tidak ingin dipengaruhi jalan pikirannya oleh Sonia dan Bahri selagi Ani kerja.


Karena Ani terkadang harus lembur kerja hingga pulang sampai malam hari.


Sebagai seorang ibu, Ani tidak rela untuk melihat pengorbanannya selama ini sia-sia.


Ani mengharapkan semua masalah rumah tangga nya tidak di ketahui oleh Padli dan Putri sampai mereka menginjak besar dan berpikir. Bahwa permasalahan keluarga yang tidak bisa diceritakan apalagi menyangkut dengan kebutuhan biologis.


Anak usia dini belum bisa berpikir tentang hal itu.


Untuk menjelaskan Ani kepada Padli dan Putri belum bisa.


Ani tidak ingin anak dewasa sebelum waktunya dan memberikan pengetahuan tentang kebutuhan biologis belum pantas pada usia anaknya yang masih di bawah tujuh belas tahun.

__ADS_1


__ADS_2