
Bangun pagi dengan badan terasa remuk dan berjalan dengan pelan Ani keluar dari kamar dengan pakaian seragam sekolah, sang ibu Rani menyapa " sarapan dulu Ani baru berangkat ke sekolah, kenapa nampak lesu An !!"
"malam tadi susah tidur Bu", jawab Ani, sambil duduk dan mengambil piring yang telah di isi nasi goreng oleh ibu Rani.
"Abang sudah bangun ya Bu", ucap Ani. sudah lagi olah raga sejak sholat subuh Abang Iksan perginya.
selesai sarapan Ani beranjak dari kursi menuju ke kamar mengambil tas sekolah, di jalan bertemu dengan Abang Iksan, dia berkata "dek tunggu Abang mandi dulu ya nanti Abang antar".
dengan menganggukan kepala Ani berlalu ke kamar.
Selesai mandi dan sarapan pagi Iksan mengetuk pintu kamar Ani, dek mari kita berangkat.
orang tua Ani tersenyum melihat kedua anaknya mau berangkat ke sekolah dan bekerja, mereka tidak mengetahui kejadian semalam bahwa Abang Iksan yang di anggap seperti anak sendiri malah merusak anak kandungnya dengan merenggut kesuciannya dan usia yang masih sangat muda belum tamat sekolah.
Dengan menggunakan motor Iksan mengantar Ani kesekolah swasta yang bergensi di kotanya. tiba di halaman Ani turun dan ingin melangkah ke gedung sekolah, Abang Iksan berkata" dek Ani nanti pulang jam berapa ??"
"sekitar jam dua siang, bang,
nanti tunggu Abang jemput ya, jangan pulang dulu atau pergi kemana mana sampai Abang datang" kata Iksan.
__ADS_1
"iya, bang" jawab Ani.
jam menunjukkan pukul dua siang dimana sekolah mulai sepi hampir seluruh siswa sudah di jemput oleh keluarga ataupun sopir pribadi keluarga siswa, Ani duduk di bangku dekat halaman sekolah sambil menatap gerbang sekolah berharap Iksan cepat datang, hampir setengah jam menunggu tiba-tiba ada suara motor masuk ke halaman sekolah dan berhenti didepan Ani duduk.
"maaf dek, Abang terlambat harus apel siang dulu baru bisa keluar" berkata iksan.
Ani berdiri dari duduknya dan naik motor, sebelum berangkat Abang
Iksan berkata "dek tidak marah kan sama Abang nanti kita singgah dulu untuk makan bakso ya dek !"
Ani hanya menganggukkan kepala.
Di sebuah warung bakso yang cukup sepi duduklah mereka di pojok dekat dengan jendela.
dengan tatapan penuh harapan bahwasanya Ani menyerahkan masa depan hidupnya kepada Iksan.
selesai makan bakso mereka beranjak pulang kerumah takut nanti orang tua Ani bertanya mengapa pulangnya sore sekali.
Iksan tak ingin orang tua Ani curiga terhadap hubungan ke dua adik beradik ini, yang kenyataannya bukan sekedar seperti saudara lagi namun lebih dalam lagi sebagai sepasang kekasih.
__ADS_1
hari-hari berikutnya bila ada waktu Iksan mengantar dan pergi kesekolah Ani, dan malam Minggu mereka akan pulang terlambat, berbagai alasan yang mereka buat.
untuk malam Minggu ini Iksan tidak menjemput sekolah Ani namun mengajak Ani untuk pergi ke acara temannya mau menikah.
Menggunakan pakaian dress dengan riasan tipis, Ani duduk di ruang tamu menunggu kedatangan iksan. pukul delapan malam ada ketukan dari pintu.
"assalamualaikum !!!!!"
"waaikumsalam", jawab Ani sambil membukakan pintu.
"dek sudah siap, baik kita pergi sekarang, dimana ayah dan ibu" Iksan berbicara.
karena orang tua Ani lagi di ruang makan menikmati makan malam, maka mereka berjalan ke ruang makan.
"mari nak Iksan makan !!," sang ayah Ani berkata.
Iksan menjawab" terima kasih ayah , nanti aja di acara tempat temen, kami mohon ijin mau berangkat ayah !!!" sambil mencium tangan ke dua orang tua Ani.
Acaranya dihadiri oleh temen dekat jadi suasana kekeluargaan kental terlihat, penuh kehangatan sehingga tanpa terasa Ani sudah mengantuk dan di persilahkan oleh orang tua yang punya hajatan untuk beristirahat di salah satu kamar dirumah tersebut, sedangkan Iksan setelah mengantarkan Ani di kamar bergabung kembali dengan teman sampai acara selesai di gelar.
__ADS_1
jam menunjukkan pukul dua belas malam baru acara selesai semua dan mereka pulang ke rumah, di perjalanan Ani yang masih mengantuk merangkul Iksan dengan erat di pinggangnya.
setiba di depan rumah, Ani masih juga belum membuka mata. dengan terpaksa Ani di gendong oleh Iksan masuk kamar.