iklas menjalani

iklas menjalani
61


__ADS_3

Bahri dan Sonia serta bayinya pada siang hari ini akan pulang ke desa. Padli dan Putri tidak mengetahui yang mereka tau adalah Sonia serta bayinya ulang ke rumahnya sendiri bukan ke desa tempat kakek dan neneknya.


Kepergian Bahri dan Sonia membuat lega hati Ani. Setidaknya dia tidak lagi berbohong kepada ke dua anaknya. Dan kehidupan Ani akan sedikit tenang dengan kepergian Bahri dan Sonia dari rumahnya.


Hari hari berikutnya Ani dan kedua anaknya hidup sebagai mana sebelumnya bahkan sekarang mereka tidak lagi menanyakan ayahnya Bahri yang datang hanya sekali-sekali saja melihat keadaan Padli dan Putri.


Minggu berganti minggu dan kini sudah berjalan tiga bulan Bahri menemui Padli dan Putri bisa di hitung. Sejak Bahri peri ke desa baru tiga kali Bahri melihat Ani dan anak-anaknya.


Ani berpikir mengapa setelah tinggal di desa Bahri seakan lupa dengan penyakitnya. Ataukah Bahri sudah sembuh. Ani mencoba menganalisa masalahnya. Apa Sonia bisa melayani Bahri setiap hari sehingga Ani tidak dibutuhkan lagi untuk memenuhi kebutuhan biologis Bahri.


Ani berusaha mencari jawabannya.

__ADS_1


Dalam hal ini Ani sangat bersyukur bila hal itu terjadi bahwa Bahri bisa puas dengan satu orang istri.


Tetapi yang di takutkan oleh Ani bila dia berulang dengan kejadian terdahulu bermain dengan wanita lain, seperti Sonia-sonia yang lain diluar sana tanpa pengetahuan Ani.


Ini yang dikhawatirkan Ani sedangkan untuk menyelidiki ke desa bagi Ani itu tidak mungkin karena kesibukannya bekerja dan di desa ada ke dua mertuanya. Ani segan dengan mertuanya bila harus mencari informasi tentang Bahri.


Ani selalu menyibukkan diri dengan kegiatan mengasuh kedua anaknya dan pekerjaan Ani di kantor.


Ani tidak mau terlalu terbawa dengan masalah Bahri walaupun dia suaminya namun Ani cukup nyaman dengan keadaan ini.


Makin hari Bahri terbawa dengan kesibukan dengan pekerjaan dan anak Sonia yang mulai tumbuh besar.

__ADS_1


Ani menghadapi hal ini dengan pasrah sebagai seorang istri Ani sudah tidak ada mendapatkan hak nya baik lahir dan batin. Bahkan Ani masih memberikan nafkah lahir ke pada Bahri. Sesuai kesepakatan mereka selagi belum ke desa. Ani tidak ingin terjadi perselisihan maka dia menuruti kemauan Bahri untuk memberi jatah tiap bulannya sampai saat ini.


Namun demi anak-anaknya Ani bertahan dan tegar menerima semua perlakuan Bahri terhadapnya.


Ani coba terus bertahan untuk tetap menerima takdirnya.


Ani hanya berdoa ini mungkin lebih baik. Ani pasrah dengan keadaan yang harus di hadapi sebagai cobaan dalam hidup nya.


Bila Ani mulai terasa lelah, dia melihat ke dua anaknya maka semua akan hilang memikirkan masa depan Padli dan Putri.


Ani ingin berjuang untuk hidup demi sang anak-anaknya.

__ADS_1


Tentang kebahagian dia sendiri Ani tidak memperdulikan lagi. Yang ada di benak pikiran Ani adalah Padli dan Putri bisa hidup dengan baik dan bahagia.


Ani ingin menjadi seorang ibu yang bisa membahagiakan kedua anaknya dengan segala upaya kerja kerasnya walaupun hatinya hancur. Pengorbanan Ani untuk anak-anaknya tidak masalah baginya yang penting kedua anak bisa tumbuh dengan baik dan mental mereka tidak terganggu dengan masalah kedua orang tua nya. Maka segala cara Ani akan lakukan untuk ke dua anaknya.


__ADS_2