
Sore hari Ani pulang dari kerja melihat Padli dan Putri duduk di depan rumah menanti kepulangan Ani.
'' ada apa ini mengapa anak ibu tidak biasanya di luar '' berkata Ani.
'' bu, kami sebel dengan Tante dan ayah yang masih di rumah '' ucap Padli.
Ani kemudian masuk dan dari belakang di ikuti oleh kedua anaknya. Tiba di dalam rumah Ani melihat Sovia dan Bahri serta anaknya sedang bersantai-santai.
'' Abang mengapa kalian tidak pergi dari rumah ini !!''. ucap Ani.
'' saya mau bicara dulu sama kamu Ani '' berkata Bahri.
'' baiklah anak-anak sekarang kalian masuk dulu ke kamar ya, ibu mau bicara dengan ayah kalian !''.
ucap Ani.
'' mengapa kami harus pergi, sekarang kami sudah tau bahwa ayah telah menikah lagi bukan ?'' ucap Padli.
'' iya, benar tetapi ini masalah orang dewasa anak kecil tidak boleh tau !''
berkata Bahri.
__ADS_1
'' ayah tega menduakan ibu, sebagai anak laki-laki saya wajib membela ibu saya atas perlakuan ayah yang sewenang-wenang terhadap ibu '' ucap Padli.
'' hei... kamu anak kecil sudah bisa bicara tidak sopan dengan ayah mu sendiri siapa yang mengajari !!'' berkata Bahri.
'' sudah jangan ribut-ribut malu di dengar oleh tetangga, Padli dan Putri masuk kamar nak !'' ucap Ani.
Karena Ani sang ibu dengan menatap dan menggukkan kepala ke pada kedua anaknya maka Padli dan Putri pergi meninggalkan tempat mereka berkumpul.
Dengan kepergian kedua anak Ani, Bahri berkata
'' Ani, saat ini kami butuh uang untuk membayar kontrakan rumah, uang kami tidak cukup maka kami tidak bisa pulang ''.
Ani merasa kesal terhadap Bahri, tetapi dia tidak ingin membuat masalah maka menyetujui untuk memberikan uang tersebut.
Bahri tersenyum mendengar perkataan Ani namun dia tidak berjanji tidak akan meminta bantuan keuangan kepada Ani.
Bahri hanya berpikir selagi Ani masih istrinya dia bisa berbuat sesuka hatinya.
Ani memberikan uang yang di pinta Bahri, setelah uang di berikan Bahri dan Sovia meninggalkan rumah tersebut.
Ani cukup lega mereka yang selalu menjadi ketidaknyamanannya telah pergi. Tinggal Ani harus menghadapi kenyataan bahwa kedua anaknya telah mengetahui rahasia besar yang selama ini Ani sembunyikan dengan baik.
__ADS_1
Ani masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri.
Padli dan Putri mendengar ada kendaraan yang telah pergi dari halaman rumahnya keluar dari kamar. Mereka berdua duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi.
Tidak begitu lama Ani keluar dari kamar dengan pakaian rumah.
Ani berjalan melewati kedua anaknya menuju dapur.
Ani ingin memasak makan malam untuk mereka bertiga.
Putri berkata '' Bu boleh Putri ikut membantu ibu masak ''
'' boleh sayang, biar Putri bisa belajar memasak karena seorang wanita sebaiknya bisa memasak kelak bila sudah besar dan dewasal'' ucap Ani.
Padli di tinggal sendiri sedangkan Putri dan ibunya pergi ke dapur.
Ani membimbing Putri bagaimana bila kita di dapur apa-apa saja yang perlu diperhatikan dan yang bisa dilakukan Putri di dapur sesuai dengan usianya.
Putri memperhatikan dan menyimak semua penjelasan Ani sang ibu. Dengan semangat Putri selalu mengikuti petunjuk sang ibu dan Putri akan bertanya bila tidak tahu dan tidak paham dengan apa yang sedang Putri kerjakan.
Suasana dapur saat ini ramai karena berbagai pertanyaan yang Putri ajukan kepada ibunya.
__ADS_1
Dengan sabar Ani sang ibu menjawab semua pertanyaan Putri yang rasa ingin tahu nya tinggi.
Beberapa waktu berlalu dan hidangan telah selesai dibuat oleh Ani dan Putri. Kemudian mereka ibu dan anak pergi ke ruang keluarga bergabung dengan Padli untuk menunggu malam menjelang.