
Rumah tangga yang di jalani Bahri dengan poligami sudah berlangsung masuk tahun ke dua dan orang tua Bahri akhirnya mengetahui namun mereka belum bisa menerima Sonia sebagai menantunya, maka bila pulang ke desa Sonia tidak pernah ikut.
Hal ini cukup membuat Ani merasa lega sebab ke dua anaknya tidak akan bertanya bila Sonia ikut dengan mereka apa yang harus di katakan ke pada ke dua anak Ani, belum lagi penduduk desa akan bertanya itu siapa, jawaban apa yang harus dijawab.
Ani berkata dalam hati
"menyadari sampai kapan semua ini harus ditutupi ada pepatah yang mengatakan sebaik-baiknya menyimpan bangkai suatu saat nanti pasti tercium juga, sepintar-pintarnya menutupi kebohongan suatu saat pasti terbongkar juga !"
Semua ini Ani serahkan ke pada yang kuasa yang memberi dan memiliki kehidupan. Ani sudah berusaha dan berdoa untuk ke depannya nasib keluarga kecilnya.
Bahri tidak memaksa keluarga nya untuk menerima istri ke duanya.
dan Sonia juga memaklumi akan kedudukan nya dalam keluarga besar Bahri.
__ADS_1
Ani tidak bisa mengatakan kekurangan nya yang tidak bisa memuaskan suami nya ataupun membicarakan tentang Bahri yang punya kelainan tidak pada umumnya.
Ani menginginkan agar Bahri sendiri yang bicara dengan pihak keluarga besarnya, bahwa dia memiliki kelebihan dalam kebutuhan biologis nya. Sampai saat ini Bahri belum berani mengutarakan penyakit yang di deritanya.
Pihak keluarga besar Bahri dalam hal ini menyalahkan Ani yang membiarkan suaminya menikah lagi, kerena di lihat secara sepintas bahwa keluarga Ani itu sudah lengkap, memiliki dua anak laki-laki dan perempuan, juga ke adaan ekonomi yang lumayan tercukupi.
Di mata keluarga besar Bahri tidak ada kekurangan dari keluarga kecil Ani yang terlihat harmonis dan baik-baik saja.
#####
Usia perkawinan ke dua Bahri telah memasuki tahun ke empat dan kini Sonia telah hamil muda sekitar tiga bulan, Sonia lagi mabuk-mabuknya dan di usia kehamilan dia tidak bisa melayani Bahri setiap hari.
Kini Ani yang sering melayani Bahri, terkadang satu minggu sampai empat kali, sungguh melelahkan bagi Ani.
__ADS_1
Namun terpaksa Ani lakukan bila tidak takut sang suami akan mencari wanita di luar dan berbuat dosa kembali.
Ani mengikhlas kan untuk sementara waktu memenuhi segala kebutuhan biologis sang suami sendirian sampai istri yang dua Bahri bisa melayaninya.
Selama tiga bulan Ani melayani sang suami seorang diri rasanya tubuh Ani mau hancur karena kurangnya istirahat di malam hari dan pagi hari harus bekerja pula.
Ke dua anak Ani senang selama kehamilan Sonia sang ayah sering dirumah, sehingga banyak waktu bermain dengan anak-anak dan memperhatikannya.
Ani tidak dapat berbuat apa-apa selain bersabar sekarang dia harus bisa membagi keuangan nya sama Sonia, karena suaminya bukan memberi nafkah lahir ke pada Ani, bahkan kebalikan nya sang suami sering minta tambahan uang untuk di berikan ke pada Sonia istri ke duanya, sebab terkadang Bahri tidak mendapatkan penumpang yang banyak, hanya dua orang yang cukup untuk makan dan isi bensin saja. Karena Sonia hamil banyak keinginan yang dipenuhi di masa hamil muda atau di sebut ngidam.
Dan permintaannya harus terpenuhi bila tidak dikatakan nanti anaknya pengengcesan.
Ani merasa dalam keadaan sudah jatuh dicepit tangga pula.
__ADS_1