
Buah durian merupakan salah satu buah kesukaan Ani namun bila di jadikan durian dipermentasi seperti tempoyak dia kurang suka.
Ani lebih puas makan durian yang tidak di olah masih berbentuk buah. Bila makan buah durian langsung Ani bisa menghabiskan satu atau dua buah durian dalam sekali duduk tanpa mabuk.
Bila sebagian orang hanya makan sekedarnya saja karena ada orang bila makan terlalu banyak akan pusing kepala atau mabuk dan jangan di anggap tidak berbahaya bagi orang penderita sakit darah tinggi bisa-bisa bisa langsung masuk rumah sakit bahkan dapat langsung meninggal dunia.
Ani termasuk orang yang kuat bisa menghabiskan satu bahkan dua buah durian sekali makan. Keluarga Bahri pertama kali memang terkejut melihat cara makan Ani terhadap buah durian.
Di desa tempat orang tua Bahri, penduduknya lebih suka mengolah buah durian itu menjadi bumbum untuk memasak, dengan cara buah durian diambil isinya dan dilakukan pementasi sehingga akan bertahan berbulan-bulan yang di sebut penduduk dengan nama tempoyak.
Ini salah satu bumbu untuk memasak di dapur dan penduduk di desa yang rata-rata mereka memiliki pohon durian yang banyak tidak mungkin dimakan langsung, maka di temukan cara pengolahan buah durian itu waktu nenek moyang di desa terdahulu karena jaman dahulu sarana jalan dan kendaraan masih terbatas, tidak memungkinkan untuk di jual di kota semua hasil panen buah durian apa lagi bila buah duriannya terlalu kecil tidak ada harganya kini mereka sekarang tinggal meneruskan tradisi nya,.
__ADS_1
Tempoyak ini bisa untuk bumbu memasak berbagai ikan dan merupakan salah satu ciri khas masakan di daerah itu.
Selama di desa Ani dan anak-anaknya puas makan buah durian dan kembali ke kota tidak lupa membawa beberapa buah durian untuk orang tua Ani dan di rumah Ani nantinya.
Ingin bawa banyak buah durian tetapi mobilnya tidak muat karena buah ini berduri akan susah meletakkan nya.
Pulang ke kota keluarga kecil ini melakukan aktivitas seperti biasa nya.
####
Ani pernah mencoba untuk melayani kebutuhan Bahri setiap hari, baru tiga malam Ani terkapar dan sakit karena di akui Ani bahwa Bahri memang seorang yang hiperseks memiliki tingkat tinggi masalah sek.
__ADS_1
Ani yang menyadari penyakit Bahri, dengan ketulusan hati berbicara untuk ke sekian kalinya agar Bahri menikah kembali dan memiliki istri dua orang.
Bahri sendiri berkeinginan seperti itu punya istri dua yang bisa bergantian memuaskan kebutuhannya, tetapi dia sadar dengan penghasilan yang tidak menentu.
Ani terus mendorong Bahri untuk melakukan poligami karena Ani ingin rumah tangganya bersih dari dosa, Ani tidak ingin rumah tangganya tidak mendapat ridho dari Allah SWT.
Sekian lama waktu berlalu Bahri tidak bisa memenuhi harapan Ani untuk berpoligami, akhirnya Ani mencoba ke pengadilan agama untuk mendapatkan nasehat dan jalan keluar dari masalah rumah tangganya.
Sebelum ke pengadilan mereka di panggil oleh pihak penasehat perkawinan di kantor urusan agama untuk mengetahui apa penyebab rumah tangga ini ingin berpisah.
Maka di berikan nasehat dan untuk membuat keputusan yang tepat mengingat akan anak-anak mereka.
__ADS_1
Bahri mendapatkan pencerahan dan sebagai kepala keluarga yang menurut agama kelak mempertanggung jawabkan keluarga nya di mata Allah SWT.
Keputusan nya Bahri tidak ingin berpisah tetapi mengambil jalan poligami yang di usulkan Ani selama ini.