
Menjelang sore Ani dan Dila sedang menikmati secangkir teh dan singkong goreng datanglah kedua anak Ani.
Putri menghampiri mereka sambil menangis, Ani melihat nya terkejut.
'' ada apa ini mengapa Putri menangis ! kak '' berkata Ani.
'' ini Putri tidak terima dibilang punya ibu tiri dan nanti ibu tiri itu akan jahat serta kejam sama Putri, bisa mukul serta marah-marah '' ucap Padli.
'' siapa yang bilang sayang '' berkata Ani sambil memeluk Putri.
'' itu Bu, teman kami Cici katanya pernah ayah ke seni membawa seorang wanita dan anaknya '' ucap Padli.
Ini lah yang di takutkan Ani ada penduduk yang curiga. Bagaimanapun bila sebuah buntang bila ditutupi suatu saat akan tercium juga.
'' Bu apa benar ayah menikah lagi !'' ucap Putri.
Ani terdiam sesaat sebelum menjawab dia bingung bila harus mengatakan tidak kenyataan memang benar.
Untuk Dila menjawab coba menenangkan hati Putri.
'' Putri mengapa harus menangis nanti hilang loh cantiknya !'' ucap Dila.
Sang ibu tidak juga menjawab Putri berlari ke dalam rumah mencari sang nenek.
'' nenek !!! di mana hiks........hiks....''
Putri ke arah dapur mencari sang nenek, namun nenek tidak ditemukan.
'' nenek !!!! hiks.......''
__ADS_1
Putri masih mencari keberadaan nenek. Kali ini dia buka kamar sang nenek dan melihat ada nenek di dalamnya. Putri langsung memeluk sang nenek dan masih dalam keadaan menangis.
huaw......hiks...hiks.....
'' ada apa ini mengapa cucu nenek yang cantik ini menangis '' berkata nenek.
Sambil masih terisak-isak Putri berkata.
'' ayah tidak boleh nikah lagi nek, Putri tidak mau ibu tiri kejam !''
Nenek terkejut mendengar perkataan Putri.
'' siapa yang bilang ayah putri menikah lagi !'' berkata nenek.
'' itu si Cici bilang ayah pernah kesini bersama seorang wanita dan anak kecil, apa itu benar nek !''
Nenek menarik nafas dalam-dalam untuk memberikan jawaban.
'' oh waktu itu yang ke sini adalah teman ayah kamu Putri !'' berkata nenek.
'' benar itu nek cuma teman kan !'' ucap Putri.
Nenek terpaksa berbohong dengan sang cucu karena Putri masih terlalu kecil untuk mengetahui masalah orang dewasa.
'' percaya sama nenek, apa yang dibilang teman kamu itu tidak benar. Sudah sekarang cucu nenek yang cantik jangan menangis lagi '' berkata nenek.
Putri mendengar perkataan sang nenek berhenti menangis.
Sang nenek menghapus air mata Putri dan memberikan senyuman.
__ADS_1
Nenek dan Putri berjalan keluar dari kamar mendekati Ani, Dila dan Padli yang lagi duduk.
'' nak Dila bisa ibu minta tolong untuk bawa anak-anak saya ingin bicara dengan Ani !'' berkata nenek.
'' baik nek '' ucap Dila
Dila mengajak Padli dan Putri ke belakang rumah.
'' nak Ani sudah dengar tadi Putri mengapa menangis ! '' berkata sang ibu mertua.
'' itu lah Bu saya harus bagaimana ini '' ucap Ani.
'' Ani sendiri bagaimana ! apa yang menjadi keputusan Ani sebab tidak mungkin mereka harus terus menerus kita bohongi '' berkata nenek.
'' entalah bu saya juga bingung harus berbuat apa '' ucap Ani
Ani dan nenek terdiam berpikir harus berbuat apa. Dan pada akhirnya Ani harus pasrah apa yang akan terjadi dia tidak bisa menutupi apa yang terjadi.
'' Bu sebaiknya nanti setelah ayah datang kita bisa bicara apa yang terbaik bagi anak-anak '' ucap Ani
Maka Ani dan nenek pergi ketempat anak-anak untuk melihat mereka sedang apa di halaman belakang. Rupanya mereka sedang bermain dengan Dila.
'' Dila lagi bermain apa terlihat seru !'' ucap Ani
'' ini Ani saya mengajarkan anak-anak permainan sebuah permainan tebak-tebakan '' ucap Dila.
Ani ikut dalam permainan dan nenek hanya melihat kegiatan mereka dengan tersenyum.
Karena permainan ini terkadang membuat kita tertawa sehingga bisa melupakan apa yang baru terjadi.
__ADS_1