iklas menjalani

iklas menjalani
77


__ADS_3

Selesai makan siang Ani bersama kedua anaknya dan Dila pulang ke kota.


Kedua mertuanya menatap dengan mata sendu dikarenakan mereka hanya sebentar saja tinggal di desa.


Ani memberikan pengertian bahwa mereka akan kembali lagi ke desa, maka kedua mertuanya bisa tersenyum mendengarnya.


Kendaraan yang membawa mereka berempat kini meninggalkan halaman rumah orang tua Bahri.


Di perjalanan beberapa menit kemudian Padli dan Putri tertidur.


Dila sang teman dari kemarin selalu penasaran apa yang terjadi di rumah tangga Ani.


'' maaf mbak bila saya lancang, tetapi apa benar mbak di madu '' ucap Dila.


'' iya benar Dila tetapi panjang ceritanya '' berkata Ani.


Ani tidak ingin menceritakan secara detail ke pada Dila hanya garis besarnya saja, Ani tidak ingin mengumbar aib keluarga.


Dila menghargai pendirian Ani.

__ADS_1


'' maaf mbak saya tidak bermaksud ikut campur dalam masalah mbak, saya prihatin sama mbak yang ikhlas hidup di madu '' ucap Dila.


Kemudian Dila tidak membicarakan masalah yang terjadi di rumah tangga Ani. Mereka berdua berbicara tentang semua kegiatan di desa dan suasana di kantor.


Hal ini sengaja mereka lakukan agar Dila tidak merasa mengantuk selagi menyetir mobil.


Ani paham dengan hal ini maka sekali-kali Ani mengajak Dila bercanda agar di perjalanan tidak begitu terasa.


Beberapa jam berlalu dan pada akhirnya mereka telah sampai di depan rumah Ani.


Mereka semua keluar dari kendaraan menuju pintu rumah. Namun betapa terkejutnya Ani ketika akan membuka rumah yang di kunci rupanya pintunya tidak terkunci. Ani mengira rumahnya sudah dimasuki oleh pencuri.


Segera dia masuk ke dalam rumah tetapi pemandangan yang mengejutkan terlihat di ruang keluarga, disana terlihat Bahri sang suami dengan Sovia dan anaknya sedang menonton televisi dengan santainya.


Baru kemarin dia menghindari masalah ini dan hari ini datang kembali.


Padli dan Putri juga terkejut dengan melihat ayahnya yang begitu mesra dengan Sovia.


'' oh,,,, kalian sudah pulang ya ! enak dong liburan jalan-jalan pakai mobil pribadi lagi mengapa tidak mengajak kami sekaligus untuk liburan '' berkata Bahri.

__ADS_1


'' ayah kami ke tempat nenek bukan jalan-jalan '' ucap Padli dengan ketus.


Padli melihat kelakuan ayah nya mulai risih dan ingin menanyakan apa yang sebenarnya kepada kedua orang tuanya. Karena menurut Padli apa yang diperbuat oleh ayahnya itu sudah tidak wajar lagi bila di sebut teman.


'' oh... pulang ke desa apa kabar kakek dan nenek mu '' berkata Bahri.


'' baik-baik saja '' Ani berkata.


Ani tidak ingin menjadi suasana tambah mencekam meminta ke dua anaknya untuk masuk ke dalam kamar.


Dan Dila minta ijin untuk pulang.


'' mbak maaf Dila pulang dulu ya '' ucap Dila.


'' ya, terima kasih banyak Dila mau menemani mbak dan anak-anak di desa '' berkata Ani.


'' sama-sama mbak '' ucap Dila.


Dila keluar dari rumah Ani menuju kendaraannya dan berlalu dari sana, dia tidak ingin melihat apa yang akan terjadi dirumah tangga Ani.

__ADS_1


Dila sadar bahwa Ani melihat pemandangan yang mesra di depan anak-anak nya akan membuat Ani merasa risih dan apa yang harus di jelaskan kepada anak-anaknya.


Ani menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya. Dia tidak bisa menutupi apa yang telah terjadi kepada kedua anaknya di karenakan mereka melihat sendiri dan juga mereka selalu bersama Bahri dan Sovia.


__ADS_2