
Sore hari setelah sholat ashar, Ani berpamitan dengan keluarga Bahri.
Ke dua mertua dan adik Bahri merasa kurang puas bermain dengan padli, namun Ani menjelaskan di lain waktu akan sering ke desa melihat mereka.
akhirnya keluarga Bahri bisa memaklumi Ani dan mengantar Ani sampai naik mobil untuk pulang ke kota.
Bahri tidak bisa mengantar karena besok dia harus kerja.
Ani sudah biasa menerima perlakuan Bahri terhadapnya, hanya bersabar yang bisa Ani lakukan.
Sampai di rumah orang tua Ani sudah hampir magrib, lalu Ani dan Padli membersihkan diri.
Setelah selesai makan malam Ani lelah di perjalanan maka cepat tidur agar besok pagi bisa bangun dengan tubuh segar untuk masuk kantor.
Satu bulan berlalu Bahri datang menjenguk Ani dan Padli. saat ini Ani bicara " abang tidak usah pulang ke desa lagi, kita kontrak rumah belajar mandiri ! terserah Abang mau kerja apa disini "
__ADS_1
Bahri berkata " baik saya lihat besok apa yang bisa saya kerjakan di sini !"
Memang ke esokkan hari Bahri seharian di luar untuk melihat pekerjaan yang menurut dia cocok dengannya.
Menjelang malam hari Bahri baru pulang, setelah membersihkan diri Bahri ke meja makan di sana ada ke dua orang tua Ani dan Ani serta Padli sedang menunggu kehadiran Bahri untuk makan malam.
Bahri telah menceritakan bahwa dia akan ikut dengan Ani, maka Bahri besok pagi mau ke desa dan ke tempat pekerjaannya untuk mengundurkan diri dan ingin bekerja di kota.
Sekaligus minta ijin ke pada orang tua Bahri untuk pindah ke kota dan berkumpul dengan istri dan anaknya.
Kini keluarga kecil Ani tinggal bersama di sebuah rumah kontrakan yang tidak begitu besar, dan Bahri memutuskan untuk bekerja sebagai seorang ojek online. Oleh sebab itu Ani mengambil kredit motor di sebuah dealer.
Bahri senang mendapatkan sebuah motor yang baru dan bisa bekerja sesukanya, ini yang ada di pikiran Bahri bisa kerja santai.
Ani tidak mempermasalahkan tentang pekerjaan suami nya, hanya meminta Bahri setiap mau pergi kerja menitipkan Padli ke pada ibu Ani.
__ADS_1
Begitu kehidupan sehari-hari keluarga kecil Ani dan sekarang padli sudah masuk sekolah TK.
Merasa Padli sudah besar, Ani tidak ikut lagi program KB.
maka dua bulan tidak KB, Ani positif hamil.
Hamil yang ke dua ini membuat Bahri tambah berbuat sekehendak hatinya bila malam minggu pulang sampai pagi dalam keadaan mabuk.
Selama Bahri bekerja menjadi objek online sering sekali pulang tanpa bawa uang, Ani selalu bersabar agar tidak terjadi keributan.
Dan hari ini Ani sedang mengandung Bahri pulang pagi dalam ke adaan mabuk membuat Ani memberanikan bertanya dari mana, tetapi apa yang di dapat oleh Ani penyiksaan pisik karena harus melayani kebutuhan biologis Bahri dan berkata kasar bahwa Ani sebagai wanita jal**** serta tidak mengakui anak yang di kandungnya sekarang bukalah anak Bahri.
Hati Ani hancur se hancurnya hal ini terulang kembali dan lebih parahnya saat ini dengan menampar ani yang menyakiti batin dan pisik Ani.
Ani menangis mengeluarkan air mata, namun tidak di perduli kan oleh Bahri bahkan lebih semangat memberikan berbagai tindakan yang sangat melukai Ani hampir seluruh tubuh Ani lebam, akibat kekejaman yang dilakukan oleh Bahri di luar akal sehat nya karena pengaruh alkohol membuat Bahri mabuk berat. setelah puas Bahri baring dan memuntahkan segala isi perutnya lalu terkulai lemas dan tertidur.
__ADS_1