iklas menjalani

iklas menjalani
80


__ADS_3

Satu bulan berlalu Bahri tidak pernah datang ke rumah Ani.


ibu dan anak ini hidup bertiga, tidak sedikit pun yang membicarakan keberadaan sang ayah.


Ani juga heran apa Padli dan Putri tidak rindu dengan ayahnya. Dan juga apa Bahri sebagai ayah telah melupakan sang anak.


Belum lagi tidak habis pikir sudah satu bulan lamanya Bahri pergi dari rumah tidak pernah memberikan nafkah lahir dan batin.


Yang buat Ani terheran-heran Bahri tidak menggaulinya sudah satu bulan lamanya. Jadi Ani berpikir apa Bahri telah sembuh dari sakitnya.


Sedangkan Padli dan Putri terlihat lebih bahagia walaupun tidak memiliki seorang ayah.


Sore hari setelah Ani pulang dari kerja berjalan ke sebuah mini market untuk membeli keperluan dapur dia melihat Bahri dan Sovia juga berbelanja.


Ani berkata '' apa kabar Sovia ''

__ADS_1


'' baik mbak '' ucap Sovia.


'' kebetulan bertemu di sini ibu Padli, maaf saya belum bisa kerumah lagi sibuk kerja '' berkata Bahri.


'' tidak apa-apa bang '' ucap Ani.


Ani telah siap berbelanja dan sudah mengantri di kasir.


Saat sudah selesai dihitung mau di bayar dari belakang Bahri berkata.


Karena di tempat ramai Ani tidak mau ribut maka dia menunggu hitungan belanja Bahri. Walau hati kesal Ani tidak memperlihatkannya dia selalu mencoba bertahan.


Selesai belanjaan Bahri di hitung dan Ani telah membayarnya maka Ani bergegas pergi dari mini market tersebut. Dia tidak ingin melihat sepasang suami istri ini lagi, perasaannya sudah mulai jenuh dan bosan menghadapi kelakuan Bahri.


Ani tiba di rumah dengan wajah yang sendu. Padli yang melihat Ani berkata '' ibu mengapa seperti orang yang lagi kesal !''.

__ADS_1


'' ya tadi ibu melihat binatang yang menjijikkan '' ucap Ani.


'' binatang apa Bu !'' ucap Putri pula.


'' itu binatang parasit nak '' berkata Ani.


Ani sengaja memberikan kiasan agar kedua anaknya tidak mengetahui bahwa dia telah bertugas temu dengan ayah mereka di mini market dan meminta di bayarkan belanjaannya.


Ani mengajak kedua anaknya untuk ke dalam dan Ani ke dapur untuk meletakkan belanjaan sekaligus untuk memasak makan malam. Baru selesai masak Ani membersihkan diri. Hampir setiap hari Ani berusaha memasak sendiri apa yang akan mereka bertiga makan. Menurut Ani dengan masak sendiri jauh lebih sehat, tetapi dikala kesibukan kerja yang banyak dan melelahkan maka Ani membeli makanan diluar dan juga ada momen-momen tertentu atau penting. Sebab Ani hanya bisa masak ala rumahan yang sederhana untuk hidangan yang ala sebuah perayaan dan restoran berbintang dia tidak mampu membuatnya.Dan Ani juga ingin membuat anaknya sekali-kali merasakan masakan yang lezat dan nikmat.Serta suasana yang berbeda dengan dirumah.


Ani bersyukur memiliki kedua anak yang tidak begitu pemilih dalam makanan apa saja yang di buat Ani mereka akan memakannya tidak pernah protes dan mengeluh dengan masakan Ani.


Hal ini membuat Ani semangat untuk memasak walaupun sedikit lelah harus pulang kerja kemudian memasak, namun ini sebuah kenikmatan bagi Ani melihat kedua anaknya bila sedang makan dengan lahapnya.


Ani juga berpikiran hanya di waktu sore hingga malam mereka bisa berkumpul di rumah, maka waktu ini dipergunakan oleh Ani sebaik-baiknya untuk bisa lebih dekat dengan sang anak.

__ADS_1


Apa lagi di belakangan ini ayah anak-anak sudah tidak berkunjung ke rumah. Ani berusaha untuk menjalankan tugas ganda sebagai seorang ibu dan ayah.


__ADS_2