
Tiba-tiba dari dalam rumah kepala desa datang menghampiri Ani,
terkejut Ani.
" maaf nak Ani bapak tadi lewat belakang melihat kamu lagi bicara dengan Bahri, bapak senang tak ingin mengganggu mu !" kata pak kepala desa
Ani tertunduk malu tertangkap sedang bicara dengan Bahri yang beberapa hari lalu minta mengundurkan diri tak sanggup untuk menjadi teman bicara anaknya yang super pendiam.
" udah jangan sungkan tinggal satu malam lagi nak Ani di desa ini, lalu kembali ke kota mungkin nanti nak Ani tidak ingat lagi dengan kami warga desa " berkata pak Kepala desa.
Ani menjawab " tidak akan lupa pak dengan warga desa di sini baik semua terhadap kami mahasiswa yang lagi Kukerta "
Setelah berbicara tentang maksud kedatangan Ani menemui kepala desa untuk memperlihatkan susunan acara perpisahan dan mendapat masukan dan saran dari kepala desa, maka acara perpisahan besok malam tinggal di laksanakan.
Acara malam perpisahan berlangsung dengan meriah, seluruh warga terharu untuk melepas mahasiswa Kukerta kembali ke kampus.
Bahri yang mau ikut dalam acara itu membuat hati kepala desa bahagia, walaupun Bahri hanya diam saja di acara tersebut namun pak kepala desa sadar bahwa mata anaknya sekali kali memperhatikan Ani.
Selesailah acara perpisahan dengan penuh rasa haru antara mahasiswa Kukerta dengan seluruh warga.
__ADS_1
Pak kepala desa menghampiri Ani dan berbicara
" nak Ani sebelum berangkat besok tolong temui bapak ya, ada yang ingin bapak utarakan sama nak Ani
" baik pak " jawab Ani
Pagi hari setelah persiapan untuk pulang sudah beres Ani pergi ke rumah kepala desa.
Di rumah kepala desa sedang duduk di teras rumah.
Ani bertanya dalam hati " ada apa gerangan saya di minta pak kepala desa untuk menemuinya secara pribadi sedangkan nanti siang dia dan temen mahasiswa yang lain pasti ke rumah kepala desa untuk berpamitan mau pulang ke kota"
Tiba di ruang tengah tempat berkumpulnya keluarga pak kepala desa memanggil Bahri untuk keluar dan bertemu dengan Ani.
Setelah mereka berkumpul pak kepala desa mengutarakan apa tujuan pertemuan ini.
pak kepala desa meminta kepada Ani untuk bersedia menjadi istri Bahri.
Ani yang mendengar perkataan pak kepala desa tertegun dan tidak bisa menjawab.
__ADS_1
Di dalam hati Ani bicara
" apa ini keinginan kepala desa semata mata atau keinginan Bahri"
Bahri berkata " saya bersedia untuk menikah dengan dek Ani " sambil menatap wajah Ani.
Ani hanya menjawab
" datang ke rumah minta dengan orang tua saya pak dan Abang Bahri ".
Percakapan ini di sepakati lusa kepala desa dan Bahri mau datang ke rumah Ani dan langsung berunding tetang pernikahan.
Menjelang siang hari seluruh mahasiswa yang mengikuti Kukerta berpamitan dengan kepala desa dan warga yang hadir di balai desa, perpisahan ini membuat sebagian warga meneteskan air mata dan terharu apa yang telah diperbuat oleh mahasiswa sewaktu mengabdikan diri di desa mereka.
Mobil yang akan membawa mahasiswa sudah ada di depan balai desa telah menunggu.
Dengan rasa terharu seluruh mahasiswa melambaikan tangan dari dalam mobil dan mengucapkan selamat tinggal.
Mahasiswa Kukerta dan dosen yang menjemput tidak mengetahui bahwa ada salah satu mahasiswanya yang akan kembali lagi ke desa dan kemungkinan menjadi keluarga desa ini.
__ADS_1