iklas menjalani

iklas menjalani
73


__ADS_3

Menjelang malam Padli dan Putri telah ke kamar untuk tidur Ani berbincang dengan ke-dua mertuanya. Dila mengetahui bahwa Ani pasti akan bicara dengan mertuanya dia memilih untuk istirahat terlebih dulu. Dila tidak ingin ikut campur urusan anak dan menantu, apa lagi dia tidak tau duduk masalah nya karena belum terlalu lama menjadi teman Ani.


Di saat semua sudah beristirahat di kamar masing-masing, Ani berkata


'' maaf pak dan ibu saya baru sekarang kemari karena saya ingin orang di sini tidak membicarakan waktu Sovia dan anaknya tinggal di sini.''


'' iya, bapak dan ibu mengerti tetapi mengapa harus kamu yang mengalah !'' ucap bapak mertua.


Akhirnya Ani menceritakan semua kelakuan Bahri sang anak kepada ke dua orang tua nya. Dan mereka terkejut atas perbuatan yang Bahri lakukan selama ini dengan alasan penyakit yang di deritanya.


'' saya selaku orang tua nya minta maaf nak Ani dan kami berharap nak Ani bisa bertahan hidup dengan Bahri demi anak-anak yang masih butuh kedua orang tua nya ''


ucap bapak Bahri.


Ani mendengarkan apa yang di katakan oleh sang kedua mertua nya yang masih menyayangi dia dan kedua cucunya.


Ani merasa iba melihat wajah kekecewaan mertuanya terhadap kelakuan anak kandungnya.


Dan mereka juga berkata sampai kapan pun Ani tetap menjadi anak nya walaupun apa yang terjadi karena rasa kasih sayang mereka seperti ke pada Ani seperti anak kandung walaupun kenyataan Ani hanyalah seorang menantu namun bagi mereka tidak seperti itu.


Ani merasa bersyukur atas penjelasan ke dua mertuanya yang tulus menyayangi Ani.

__ADS_1


Setelah selesai pembicaraan Ani pamit minta ijin untuk beristirahat terlebih dahulu.


'' bapak dan ibu saya duluan untuk tidur '' ucap Ani.


'' baiklah silahkan nak '' berkata ibu


Sedangkan ayah hanya sekedar menganggukkan kepala saja.


Ani masuk ke dalam kamar melihat Putri yang telah tertidur dengan nyaman nya, melihatnya Ani tersenyum dan berkata dalam hati


'' semoga kelak anak ibu yang cantik ini tidak bernasib sama dengan saya ''


Sesaat kemudian Ani mulai terlelap dalam tidurnya.


Pagi hari pun tiba Padli dan Putri belum bangun, Ani pun membiarkan karena hari libur.


Ani dan Dila berencana akan pergi berkeliling desa dengan jalan pagi.


Mereka telah siap dan berangkat.


Dila sangat senang sekali mendapatkan pagi hari di desa yang sejuk dan udaranya masih bersih.

__ADS_1


'' mbak, memang di desa udaranya segar sekali '' ucap Dila.


'' iya, dik di desa masih banyak pohon-pohon yang rindang sehingga akan membuat udara sejuk beda dengan di kota yang terlihat gedung-gedung pencakar langit '' berkata Ani.


'' kalau tinggal di desa mungkin enak ya mbak '' ucap Dila.


'' itu tergantung dengan orang nya dik '' berkata Ani.


'' kok tergantung orangnya mbak ! apa maksudnya '' Dila berkata.


'' begini bila kita bisa hidup dengan keadaan dan pekerjaan yang ada di desa itu sah-sah saja tetapi apa di Dila bisa dengan pekerjaan di sini !''


ucap Ani.


'' iya sih, bila saya harus kerja di sini tidak sesuai dong dengan pendidikan saya '' berkata Dila.


'' itu baru salah satunya belum lagi kebiasaan hidup Dila selama ini di kota dengan semua pasilitas sarana dan prasarana yang lengkap sedangkan di sini pasar aja seminggu hanya satu kali Dila '' berkata Ani.


'' oh,,, iya mbak saya baru paham '' ucap Dila.


Sepanjang perjalanan mengelilingi desa Ani memberi penjelasan ke pada Dila suasana dan tradisi di desa dan kini Dila paham bagaimana kehidupan di desa.

__ADS_1


__ADS_2