
Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba Ani dan anak-anaknya telah siap tinggal menunggu Gito datang. Orang yang tunggu akhirnya datang juga.
'' maaf sudah lama ya menunggu '' ucap Gito.
'' tidak apa mas kami mungkin yang terlalu cepat '' berkata Ani
Mereka lalu masuk ke dalam mobil dan mulai berangkat ke tempat tujuan yaitu orang tua Gito.
Lebih kurang tiga jam berlalu akhirnya mereka sampai di tujuan.
Tiba di depan rumah Gito suasana ramai, Gito resah ada apa ini kok ramai. Gito memang memberi kabar bahwa dia akan pulang namun tidak menyangka kepulangannya di sambut sedemikian meriahnya oleh orang tuanya.
Ani dan kedua anaknya juga heran mengapa ramai sekali.
'' mas mengapa orang ramai di rumah '' ucap Ani.
'' saya tidak tahu juga Ani, memang saya bilang sama orang tua akan datang '' berkata Gito.
Masih dalam keadaan penasaran akhirnya mereka semua turun dari mobil dan berjalan menuju ke pintu. Dan tiba-tiba ada suara orang yang berbicara agak keras.
'' Gito sudah datang '' ucap orang itu.
__ADS_1
Gito tersenyum kepada semua orang yang telah hadir di rumahnya walaupun dia tidak mengetahui maksud dari semua ini.
ayah Gito ke luar untuk melihat anaknya dan berkata '' untuk kamu lekas datang To bila tidak akan bikin malu ayah ''.
Gito bertanya dalam hati mengapa bikin malu. Namun pertanyaan ini akan terjawab sesaat kemudian.
Mereka lalu masuk dan Gito meminta anak dan anak-anak duduk di ruang tamu bersama tamu-tamu yang lain.
Gito di ajak ayah ke ruang tengah dan berkata '' nak ini mempelai laki-laki nya tolong cepat di rias ya ''
'' ini ada apa ayah ! '' ucap Gito.
Gito pada akhirnya pasrah kepada kemauan ayah karena sang ayah memaksanya tanpa memberikan penjelasan hanya bilang jangan banyak bicara diam saja.
Ani dan anak-anak duduk bersama tamu yang lain sungguh penasaran apa yang sebenarnya terjadi.
Ani mencoba bicara dengan tamu yang dekat dengan dirinya.
'' maaf ibu ada apa di sini !'' ucap Ani.
'' ini dek nak Gito mau menikah '' ucap orang tersebut yang di samping Ani.
__ADS_1
Ani bertanya dalam hati menikah dengan siapa apa mungkin ...., hati Ani makin dak dik duk bunyi jantung berdetak dengan kencang.
Padli dan Putri tidak ikut campur dengan urusan orang tua mereka hanya mendengarkan saja dan melihat situasi keadaan yang terjadi di sana.
Beberapa saat kemudian Gito telah keluar dari kamar dengan pakaian lengkap seperti orang yang akan ucap kabul dengan peci di kepalanya.
Gito duduk di ruang tengah namun dari ruang tamu masih dapat terlihat dan di sana juga ada beberapa orang tamu yang sudah duduk menunggu sesuatu.
'' apa kita bisa mulai pak Sobri !'' berkata seorang bapak diantara tamu tersebut.
'' iya pak penghulu silahkan sudah lengkap sang mempelainya '' ucap ayah Gito.
'' mari bawa ke sini mempelai wanita nya '' berkata pak penghulu.
Lalu ada seseorang mengetuk pintu kamar untuk memberitahukan acara akan segera di mulai.
'' silahkan keluar '' berkata orang yang mengetuk pintu.
Pintu mulai terbuka terlihatlah seorang wanita yang telah dirias begitu cantiknya di dampingi oleh kedua wanita yang sudah berumur dari penglihatan orang pasti salah satu dari wanita itu orang tua mempelai wanita.
Dengan berjalan pelan-pelan dan tertunduk wanita itu di bimbing oleh orang tua yang disampingnya.
__ADS_1