iklas menjalani

iklas menjalani
63


__ADS_3

Bahri duduk di ruang tengah sambil menonton televisi melihat Ani keluar dari kamar lalu berkata


'' kesini saya mau bicara ''


Ani mengerti dia yang dipanggil oleh Bahri siapa lagi di rumah hanya mereka berdua yang ada.


'' ada apa bang '' ucap Ani


Ani duduk berhadapan dengan Bahri, dia sengaja karena sudah lama Bahri tidak pulang membuat Ani sedikit ada rasa tidak nyaman walaupun sesatus mereka masih suami istri.


Bahri berkata '' bagaimana dengan anak-anak apa mereka tidak pernah menanyakan tentang saya ''


'' saya coba memberi alasan agar anak-anak tidak penasaran mengapa Abang tidak ulang dan untuk nya selama ini mereka percaya pada saya '' ucap Ani


''oh.... sampai kapan keadaan ini Ani, apa kita harus begini terus tempat tinggal yang berjauhan. Kamu tau sendiri saya tidak bisa terlalu lama dengan keadaan saya yang punya kelainan ini '' kata Bahri


Ani berkata '' saya cuma mikir anak-anak bang , bila nanti sudah waktunya mereka akan mengerti baru saya akan katakan penyakit abang yang mengharuskan beristri lagi ''


'' tetapi saat ini sama saja bohong saya punya istri dua, kamu di sini bersama anak-anak jauh dari saya '' ucap Bahri

__ADS_1


Ani terdiam sesaat memang benar bila saat ini mereka berpisah tempat tinggal yang jauh satu di kota dan satu di desa.


Namun seingat Ani sejak di desa Bahri bisa menyalurkan hasrat nya kepada Sovia saja tidak ada keluhan dari Bahri.


Ani berpikir bahwa di desa ada orang tua Bahri sehingga dia tidak berani akan berbuat yang tidak-tidak. Oleh sebab itu Ani menarik kesimpulan bahwa pergaulan Bahri di kota yang membuatnya seperti itu.


Ani menarik nafas untuk mencari jalan keluar dari situasi ini.


'' baik bang, sekarang apa yang di inginkan Abang '' ucap Ani


'' saya inginkan seperti dulu kita berdekatan tempat tinggal jadi saya bisa ke Sovia dan ke kamu Ani '' berkata Bahri


'' baiklah nanti di desa saya bicarakan dengan Sovia tentang ini '' berkata Bahri.


Ani lalu ke dapur membuat makanan untuk mereka berdua. Selesai Ani mengajak Bahri untuk menyantap hidangan nya.


'' bang mari makan '' ucap Ani


Bahri berdiri dari tempat duduknya dan menuju meja makan.

__ADS_1


Makan mereka berdua dengan hening dan Ani tidak ingin membahas masalah di meja makan. Makan telah usai Bahri ke ruang keluarga untuk menonton televisi, sedangkan Ani membersihkan semua peralatan di dapur yang di gunakan untuk memasak.


Tidak lama Ani telah selesai dan menuju ke tempat Bahri duduk.


'' bang, anak-anak ingin ke desa bagaimana ?'' ucap Ani


' ya ke desa aja memang kenapa !'' berkata Bahri


'' saya tidak ingin nanti di desa mereka ketemu Sovia dan anaknya. Lalu mereka bertanya mengapa mereka ada di sana ! apa yang harus saya katakan '' ucap Ani


'' ya tapi saat mereka di rumah orang tua mu kan !'' berkata Bahri


Maka Ani menjelaskan semua mengapa membawa anak-anaknya ke tempat orang tua nya karena menimbang agar tidak menjadi masalah yang baru bila di ajak ke desa tempat orang tua Bahri.


Mereka akhirnya bicara panjang lebar untuk ke depannya bagaimana.


Semua telah dibicarakan dan Ani merasa sudah mengungkapkan apa yang perlu dikatakan pada Bahri. Dia beranjak berdiri dari tempat duduknya.


'' bang saya ingin istirahat dulu ya '' ucap Ani

__ADS_1


Bahri berkata '' boleh tapi layani kebutuhan saya dulu sudah lama tidak mendapatkan jatah dari mu ''


__ADS_2