
Pagi hari yang cerah ini Ani telah bersiap-siap untuk mencari pekerjaan dan menitipkan Padli pada ibu Ani.
Ani mencoba melamar pekerjaan dari satu tempat ke tempat lain menggunakan ijazah sarjana nya.
Hari ini sudah beberapa yang di masuki lamaran namun belum ada yang bersedia menerima Ani.
Ani sempat berpikir untuk kembali kerja di toko karena dua ship bisa menjaga Padli tetapi takut dengan mertuanya pasti tidak akan mengijinkan nya.
Berhari-hari Ani mencoba keberuntungan tapi hasilnya belum juga membuahkan hasil, lowongan pekerjaan belum ada.
Dengan hati yang letih Ani harus pulang ke rumah orang tua nya dan besok sudah satu minggu waktu yang di berikan mertuanya akan habis dan Ani bersama Padli harus pulang ke desa.
Ani tak ingin membuat ke dua mertuanya curiga apa yang dilakukan Ani di kota.
__ADS_1
Ke esokkan hari Ani bersiap untuk pulang ke desa, pukul sembilan pagi Ani dengan membawa Padli berpamitan kepada ibu untuk pulang ke desa.
Ibu berkata " baik-baik di tempat mertua Ani, jaga sikap kamu !"
Pesan ibu terhadap Ani, sang ibu tidak mengetahui sikap menantunya yang tidak pernah perduli akan anak dan cucunya.
Ani tidak ingin menceritakan hal ini sama ibunya karena akan menambah masalah, Ani tidak ingin Bahri sampai bilang bahwa waktu menikah dengan Ani sudah tidak suci lagi. Ani takut ke dua orang tua nya akan terpukul dengan hal ini, dan Ani tidak siap apa yang harus dia jawab.
Setiba di desa ke dua mertua dan adik Bahri terlihat senang dengan kepulangan Ani dan Padli.
Ani menjalankan hari-hari seperti biasa dan kini usia Padli hampir dua tahun, sikap Bahri tidak berubah. Akhirnya Ani coba bicara
" Abang boleh kah saya kerja sebab bosan di rumah dan Padli sekarang udah mulai besar " kata Ani.
__ADS_1
" terserah kamu mau kerja ya kerja aja kok repot " jawab Bahri
Ani yang mendapat jawaban seperti itu mencoba untuk memohon kepada orang tua Bahri untuk bekerja, alasan sayang Ijazah sarjananya susah payah mendapatkan nya tidak di pergunakan. dengan berbagai alasan Ani memberikan penjelasan ke pada orang tua Bahri.
Lama ada satu minggu Ani selalu memberikan penjelasan untuk bekerja dan pada akhirnya ke dua mertua Ani menyetujui untuk bekerja, namun di minta kerja di desa saja tidak di perbolehkan di kota.
Ani bingung mau kerja apa di desa ini sama aja tidak bisa kerja.
Ani berusaha dengan gigih untuk dapat ijin dari mertua nya bekerja, bukan semata-mata mencari uang tetapi Ani sudah jenuh dengan sikap Bahri yang tidak kunjung berubah.
Tanpa henti tekat Ani untuk bekerja , mau tidak mau ke dua mertua Ani menyetujui untuk bekerja.
Ani bahagia mendapatkan restu dari mertua untuk bekerja, Bahri sang suami tidak berkomentar hanya berkata " saya tidak bisa ikut ke kota karena pekerjaan saya disini"
__ADS_1
Ani bicara " tidak apa, abang bisa mengunjungi kami di hari minggu !"
Tiga hari berlalu Ani minta ijin untuk pergi ke kota bersama Padli, kali ini Bahri mengantar sebab di hari minggu dia tidak kerja, hal ini sengaja Ani pikirkan agar Bahri mengetahui apa yang selama ini Ani rasakan.