
Di desa sibuk dengan mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut sepasang pengantin yang akan datang.
Antusias seluruh warga desa tampak dengan di hias balai desa oleh para pemuda sehingga Napak sebuah gedung untuk acara resepsi pernikahan yang megah untuk standar di desa.
Penduduk desa membuat makanan khas desa tersebut, untuk acara sebuah pernikahan.
Tiba waktu sepasang pengantin di desa seluruh warga desa menyambut dengan riuh gembira, dan pesta segera di mulai.
Setelah mengganti gaun pengantin kedua mempelai masuk ke aula desa dan duduk di singgasana menjadi raja sehari.
Ani dan Bahri menggunakan pakaian adat istiadat desa.
Ani tampil cantik dan anggun, sedangkan Bahri terlihat tampan dan gagah, seluruh warga merasa terkesan sepasang pengantin yang serasi yang wanita canti serta cowok nya ganteng.
Ani merasa terharu dengan sambutan seluruh warga desa tidak menyangka akan semeriah ini dan resepsi berlangsung sampai pukul sepuluh malam, banyak acara di selenggarakan. ke adaan keamanan di desa masih aman walau sampai malam acara pesta nya.
__ADS_1
Keadaan ini berbeda bila di kota akan terjadi keributan maka di kota jarang sekali melakukan acara sampai malam hari.
waktu menunjukkan pukul sebelas malam, seluruh warga telah pulang kerumahnya masing-masing, tinggal keluarga terdekat pak kepala desa serta kedua orang tua Ani yang masih duduk berbincang-bincang yang mana ayah menyerahkan anak gadisnya kepada keluarga Bahri dan menitipkan agar menjadi salah satu anggota keluarga besar kepala desa.
Ani mendengar kan ayahnya berkata seperti itu maka di hari-hari berikutnya tanggung jawab sudah sepenuhnya kepada Bahri sebagai suami, Ani tidak begitu yakin dengan Bahri akan membahagiakannya karena di malam pertama Bahri tampak kecewa karena mendapatkan Ani tidak suci lagi, karena sudah menikah maka Bahri tidak bisa menghilang atau meninggalkan Ani karena dua keluarga telah sepakat dengan pernikahan ini.
Ani yang merasa bersalah tidak bisa berbuat banyak, hanya bisa menerima kenyataan.
dan mencoba menjalankan semua nya dengan baik di depan dua keluarga.
Nasib baik ke dua orang tua Bahri sangat baik dan menerima Ani sebagai seorang menantu.
Ani mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tua dan adik Bahri.
Hal ini membuat Ani cukup lega walaupun Bahri bersikap tidak baik setidaknya keluarga yang lain sayang kepadanya. Jadi hari-hari yang di lewati Ani tidak terasa berat ada dukungan dari keluarga Bahri.
__ADS_1
Bahri juga tidak bisa berbuat banyak karena keluarga sangat sayang dengan Ani, maka Bahri melaksanakan kewajibannya sebagai seorang suami.
Hari berganti hari bulan berganti Ani telah selesai membuat skripsi dan tinggal menunggu ujian meja hijau.
Berlalu nya waktu Ani belum juga hamil mertuanya sibuk mengapa Ani belum juga memiliki keturunan sehingga mertua perempuan Ani mencari obat herbal untuk Ani agar lekas hamil.
Ani tidak ingin mengecewakan sang mertua mengikuti segala usaha untuk bisa hamil.
Namun Tuhan belum menghendaki Ani hamil.
Pasangan ini belum di berikan kepercayaan untuk di beri amanah di titipkan anak oleh sang pencipta.
Keluarga besar Bahri terutama mertua perempuan sangat ingin punya cucu sebab Bahri anak pertama dan adik nya Bahri belum menikah.
Ani memberikan penjelasan kepada ke dua mertuanya dan selalu berusaha namun belum berhasil, dan mereka hanya bisa berdoa kepada yang maha kuasa agar cepat di beri keturunan.
__ADS_1