iklas menjalani

iklas menjalani
40


__ADS_3

Suatu hari Ani mendengarkan ceramah agama yang kebetulan di adakan di kantor membahas tentang keluarga sakinah mawadah warohmah.


Di sana juga menjelaskan penyakit yang ada di dalam suatu keluarga, yang bisa membawa kita ke neraka akibat kita membiarkan perbuatan dosa yang berlangsung sepengetahuan dan di depan kita.


Dari pencerahan hati yang di dapat Ani membuatnya bingung apa yang harus dipilih.


Dua minggu berlalu dengan bahan pertimbangan Ani memutuskan untuk bicara dulu dengan sang suami Bahri.


Ani pulang kerja menelepon Bahri untuk bisa bicara berdua di suatu tempat.


" kak, tolong jemput saya pulang kerja ya " kata Ani


" biasa pulang sendiri mengapa sekarang menjadi minta di jemput " jawab Bahri


Pada akhirnya Bahri mau menjemput Ani di kantor.


Sebelum pulang Ani memberikan SMS ke pada ibunya bahwa dia dan sang suami akan terlambat menjemput anak-anaknya.


Waktu pulang tiba Ani keluar dari pintu kantor dan melihat ke sana ke mari mencari keberadaan sang suami, namun batang hidung suami tidak terlihat.


Ani berjalan ke sebuah tempat duduk untuk menanti sang suami menjemputnya.

__ADS_1


Lima belas menit kemudian Bahri baru datang dan menghampiri Ani


" sudah lama ya menunggu " berkata Bahri


" lumayan lima belas menitan, kak !" jawab Ani


Mereka berdua menuju sebuah kafe yang sepi dengan pengunjung dan keberadaan kafe tersebut dipinggir kota, karena sore hari kafe tidak begitu ramai yang biasanya kafe akan ramai di malam hari.


Tiba di kafe dan memesan minuman Ani berdebar ingin mengatakan apa untuk memulai bicara.


" kamu ingin bicara apa sih, ayo bicara kok diam saja !" kata Bahri


Ani menjelaskan semua yang diketahui nya dan meminta penjelasan ke lada Bahri atas semua ini.


Bahri dengan menarik nafas untuk memulai pembicaraannya.


Bahri menjelaskan bahwa dirinya termasuk laki-laki yang memiliki kebutuhan sek yang tinggi setelah menikah dan apalagi dia merasa tidak puas dengan pelayanan Ani yang tidak bisa memberikan kebutuhannya setiap hari. Maka Bahri mencari pelampiasan dengan wanita yang dapat memuaskannya dan bisa digunakan setiap saat.


Bahri juga mengatakan tidak tega bila harus melakukan dengan Ani setiap hari melihat harus kerja di pagi hari dan mengurus anak-anaknya juga.


Ani mendengar penjelasan sang suami merasa bersalah dan membuat Ani dilema yang harus di putuskan. Di satu sisi kebutuhan sang suami dan satu sisi ada dosa.

__ADS_1


Ani menelan ludahnya dan berkata


" kak... saya tidak bisa mengambil keputusan apapun hanya mohon kepada kakak apa jalan untuk mengatasi kebutuhan kakak itu !'


Bahri terdiam dan mengatakan " apa kamu bersedia memenuhi kebutuhan saya bila saya menginginkan nya !"


Ani menggeleng-gelengkan kepala


" untuk setiap hari saya tidak sanggup kak !" ucap Ani


" jadi bagaimana bila, kamu tidak sanggup " kata Bahri


Suami dan istri ini berdiam diri untuk berpikir apa yang bisa menyelamatkan rumah tangga mereka di dunia dan akhirat.


Dengan hati yang berat Ani berpikir dan bicara


" kakak, bagaimana bila kakak menikah kembali !"


Bahri terkejut dengan perkataan istrinya dan berpikir mana ada satu perempuan di dunia ini yang ingin di madu. Dia tidak percaya dengan pendengaran nya apa ini hanya mimpi.


" yang benar kamu, bersedia di madu " kata Bahri

__ADS_1


" insyaallah, saya ikhlas kak !" ucap Ani


__ADS_2