
Edi setelah menyalurkan nafsunya pergi keluar dan meninggalkan Ani sendiri yang masih terbaring.
sesaat kemudian Ani pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai Ani ingin menuju ke bagian bawah di tempat karyawan berkumpul ada sesosok orang yang sedang menunggu Ani.
" apa kabar dek Ani " berkata Saiki
Terkejut Ani mendengar suara yang selama ini menjadi pikiran meninggalkan Ani tanpa berkata apa-apa.
" baik kak" jawab Ani
dengan wajah tertunduk dan ada rasa khawatir apa Saiki mengetahui apa yang baru terjadi antara Ani dan Edi.
Juga pertanyaan pantas Edi kelihatan cemburu dan melampiaskan kekesalannya dengan menyalurkan hasrat nafsunya agar Ani tidak bisa kembali ke pada Saiki, tapi apa yang di dapatkan Edi malah membuatnya kecewa menerima kenyataan Ani tidak suci lagi.
Saiki mengutarakan minta maaf dan meminta melupakan apa yang pernah terjadi antara mereka.
Juga berharap saling tidak mengenal satu dengan yang lain menganggap tidak pernah ke temu.
__ADS_1
Perkataan ini membuat Ani terpukul seperti tebu habis manis sepah di buang, yang sungguh miris lagi tidak saling kenal.
Ani merasakan sesak di dada ingin menjerit untuk meluapkan isi hatinya.
" dek tolong ya permintaan kakak ini, sebab saya mau menikah dengan gadis di sana satu Minggu lagi " kata Saiki
Setelah berkata Saiki turun ke bawah menuju ke ruangan bos sekaligus teman baik Saiki untuk memberikan surat undangan pernikahannya.
Ani duduk bersimpuh di lantai seakan dunia runtuh bukan mendapatkan pertanggungjawaban apa yang terjadi malah sebaliknya di tinggalkan begitu aja dengan luka yang mendalam.
Setengah jam berlalu Ani bangkit dari duduknya dan merapikan diri menghapus sisa air mata yang turun di pipi.
sampai di sana Ani tidak melihat kak Edi, mau bertanya dengan teman yang lain tidak enak sebab cukup lama Ani diatas hampir dua jam.
" Ani apa kamu sakit ya lama benar di atas, bila sakit mengapa turun istirahat aja !" kata kak Tia salah satu karyawan butik juga seperti Ani
" sudah aga mendingan kak " jawab Ani
__ADS_1
Maka mereka melanjutkan kegiatan untuk melayani pengunjung yang baru masuk ke butik.
Sampai waktu malam hari tiba kak Edi tidak juga ada di butik, dan biasanya yang mengantar pulang kak Edi, kali ini Ani ikut dengan mobil butik.
Di dalam hati Ani bertanya ke mana perginya kak Edi tanpa memberi kabar pada Ani.
Untung tadi setelah membersihkan diri kak Tia berkata bahwa Edi minta ijin untuk ke tempat kakaknya ada urusan penting.
Sampai di rumah Ani berpikir tentang nasibnya kelak bagaimana, maka Ani menangis sampai letih dan tertidur sendiri.
Pagi hari Ani rasanya malas ke butik, dia lebih memilih untuk pergi ke kampus menghilangkan pikiran yang menghantui pikirannya.
Di kampus Ani bertemu dengan sahabatnya Sari dan waktu istirahat di kantin sambil memesan makanan kedua sahabat ini terlibat percakapan yang seru,
Ani menceritakan bahwa Saiki kembali datang namun ingin memberikan semata-mata surat undangan pernikahan Saiki dengan wanita lain, bukan dengan Ani .
Sari mendengarkan iba terhadap yang di alami Ani, namun semuanya di kembalikan Ani keputusan apa yang akan Ani ambil.
__ADS_1
Sari memberikan dukungan untuk tegar dan bersabar menghadapi semuanya dan mengambil hikmah dari kejadian yang di alami oleh Ani .