Imamku, Tentaraku

Imamku, Tentaraku
dijemput sholat


__ADS_3

Hari itu juga Dirga memutuskan segalanya. Keputusan yang memang harus ia pilih. Walaupun ia di suruh memilih, ia harus memilih keputusan itu. Keputusan yang memutuskan jika dirinya harus menjadi imam yang baik untuk keluarganya sendiri. Untuk melepaskan perasaan gundah, Dirga mendatangi salah satu ustadz yang dulunya pernah membimbing dirinya untuk belajar mengenal lebih dalam ajaran agama Islam. Hal ini ia lakukan sudah seminggu yang lalu. Maka dari itu, jangan di tanya kenapa Dirga sekarang belajar mencintai istrinya sendiri dan melepaskan tunangannya. Dapat di lihat akhir-akhir ini Dirga yang memang cukup perhatian dengan Salsa. Mulai dari Salsa sakit atau membutuhkan apapun.


Berdosa dirinya jika masih mengingat perempuan lain selain istrinya sendiri.


Namun, ia juga harus bersabar menunggu Salsa mencintai dirinya. Kemarin, ketika pulang dari rumah sakit pasca Salsa sakit, ia menerima keputusan Salsa yang masih belum siap menjadi istri sesungguhnya karena bagaimanapun juga, pernikahan ini ialah perjodohan.


Ia juga memakhlumi jika Salsa membutuhkan waktu untuk mencinta dirinya. Begitu sebaliknya dengan Dirga.


Hari ini, ia mulai berdinas karena masa cutinya sudah habis.


Lelaki bertubuh tinggi itu sudah siap dengan seragam kebanggaannya. Layaknya makhluk biji kacang hijau yang siap bertempur. Dirga melihat Salsa yang sudah rapi dengan gamis berwarna pastel. Cukup cantik perempuan itu mengenakan gamis tersebut.


Setelah mereka sarapan tadi, mereka langsung berganti baju untuk melaksanakan tugasnya masing-masing. Dirga memutuskan untuk berangkat bersama dengan Salsa karena mereka satu tujuan. Hari ini, Salsa juga mulai pindah ke rumah sakit militer.


Salsa berjalan di belakang Dirga menuju keluar rumah. Gadis itu sedari tadi mengagumi Dirga dari belakang. Pria gagah itu ternyata suaminya. Pria yang sekarang mengenakan seragam loreng. Pria yang di sukai nya dulu hingga sekarang.


"Sal, kok lambat jalannya? Kamu sakit?" tanya Dirga menoleh ke belakang menatap Salsa yang kembali menatapnya.


Namun, Salsa malah asik menatap manik mata elang milik Dirga hingga tidak menyadari panggilan Dirga.


Dirga mengayunkan tangannya tepat di depan wajah Salsa. Barulah perempuan itu tersadar dan langsung menundukkan kepalanya.


"Lagi liat saya ya, Sal? Tenang aja, nggak bikin dosa kok. Lagian kita sudah sah," kata Dirga menggoda Salsa yang malah tersipu malu.


Jantung Salsa ingin melompat keluar rasanya!


Dirga memegang puncak kepala Salsa dengan tangan kekarnya. Menyuruh Salsa agar semakin mendekat dengannya. Salsa patuh.


"Ada pepatah mengatakan, roso tresno iku, jalaran soko kulino. Gitu kalau pepatah nya orang jawa yang artinya, rasa cinta itu datang karena terbiasa. Terbiasa bareng-bareng. Nah kamu bisa belajar mencintai saya dengan cara seperti itu. Misalnya makan bareng, tidur bareng, mand--" Salsa langsung membekap mulut Dirga dengan cepat.


"Apa sih?! Kak Angkasa gaje. Kayak anak muda aja," kata Salsa sembari memelototi Dirga yang bicaranya semakin ngelantur.


Mudah bagi Dirga melepaskan tangan Salsa dari mulutnya.


Salsa berjalan lebih dulu dan memasuki mobil. Ia mengklakson mobil agar Dirga segera masuk. 


Dirga hanya terkikik geli.

__ADS_1


"Kak Angkasa," panggil Salsa.


Dirga menoleh, "saya suka kamu memangil saya seperti itu. Kayak ada gurih-gurihnya gitu,"


Spontan tangan Salsa mencubit pinggang Dirga.


"Ampun, ampun Sal," setelahnya ia tertawa.


Tak dapat di pungkiri jika Salsa ikut tersenyum.


"Kenapa manggil, saya?"


"Nanti pulang pengen ke rumah bunda, tidur di sana, boleh? Besok sore, bunda sama ayah mau ke Makassar."


Bagaimana pun juga, walaupun ia belum siap menjadi istri sesungguhnya untuk Dirga, ia harus tetap mendapatkan izin suaminya jika melakukan apapun.


"Loh, ada acara apa ke Makassar?"


"Ayah ada urusan bisnis restorannya di sana,"


Dirga ber-oh-ria.


"Iya, boleh kok."


***


Ditempat yang berbeda di waktu yang sama, seorang perempuan sedang menangis ketakutan. Air matanya tak terbendung karena hatinya sangat hancur. Tidak hanya hati, seluruh tubuhnya juga sakit karena seseorang telah melukainya.


"Ampun," kata perempuan itu dengan lemas. Karena energinya sudah habis.


Namun, seorang laki-laki bertubuh tinggi telah mencengkeram erat pipi perempuan yang sedang menangis meraung-raung itu.


"Syaa-ki-**," katanya dalam cengkraman erat itu. Di dalam hati perempuan itu hanya bisa memanggil nama Allah swt. Ia hanya yakin jika Allah saat ini sedang bersamanya.


"Lo nggak boleh nyari cowok lain selain gue. Karena gue lebih mengerti lo!" Suara bariton itu sedikit mengeras. Tampaknya laki-laki itu menghiraukan jika perempuan di depannya sedang merasakan pesakitan karenanya.


Kakinya penuh dengan sayatan kecil. Kalian bisa membayangkan betapa sakitnya luka kecil itu.

__ADS_1


Perempuan itu hanya menggeleng pasrah.


"Bagus," kata laki-laki itu.


***


Salsa gelisah dalam duduknya.


Beberapa kali ia menelepon Rena namun sahabatnya itu tidak mengangkatnya. Jika sekali saja ia menelepon Rena tidak di angkat wajar saja. Namun, dari pagi tadi ia menelepon Rena sampai sore ini tidak di angkat sama sekali.


Tumben banget


Salsa melirik arloji di pergelangan tangannya. Ini sudah waktunya sholat Ashar. Salsa segera membereskan mejanya yang sedikit berantakan. Di rumah sakit yang baru ini, Salsa di berikan ruangan sendiri karena Salsa dokter spesialis. Biasanya di berikan ruangan sendiri per orang.


Tiba-tiba terdengar suara salam di sertai ketukan pintu. Salsa sudah mengenal suara itu. Siapa lagi jika bukan Angkasa Dirgantara. Salsa menjawab salam suaminya dan Dirga masuk ke dalam ruangan Salsa.


Sepasang anak manusia itu berada di dalam ruangan.


"Kak Angkasa belum, pulang?" pertanyaan macam apa itu Salsa. Karena perempuan itu sudah gugup terlebih dahulu.


"Salsa tanya sama, saya?" Goda Dirga.


"Saya nanya sendiri kok," jawab Salsa kesal yang membuat Dirga tertawa.


"Ayo sholat Ashar bareng di masjid," ajak Dirga setelah tertawa.


"Iya tunggu sebentar. Saya ambil kemeja saya dulu," kata Salsa menyudahi kesalnya dan mengambil ke gantungan baju dekat kamar mandi kecilnya.


Baru kali ini Salsa di jemput oleh teman sah nya untuk melakukan sholat berjama'ah di masjid tempat mereka bekerja.


Perempuan mana yang tidak mendambakan posisi Salsa saat, ini?


***


Sesuai janji, saya update 2 kali sehari. Kalo nggak update brati saya nggak semangat nulis haha. Semangatin dong.


Komen kalian mood menulis aku banget.

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN YAA.


FOLLOW IG AKU @MEIGASELLAAP


__ADS_2