Imamku, Tentaraku

Imamku, Tentaraku
jeaolusy


__ADS_3

Suasana begitu panik. Seorang anak kecil yang menangis karena kakinya terjepit di antara kayu besar yang ikut larut dalam banjir. Jangan di tanyakan bagaimana rasanya. Anak itu menangis kesakitan. Beberapa anggota TNI dan relawan lainnya juga ikut membantu anak tersebut. Tidak mudah mengangkat anak itu secara langsung karena kakinya terjepit kayu besar. Apalagi tinggi air yang masih selutut dan alirannya cukup deras telah mempersulit kondisi. Suasana menjadi semakin runyam.


Namun, dengan kerja sama para relawan, akhirnya anak kecil itu bisa di selamatkan. Namun, anak kecil itu masih menangis kesakitan karena ada luka sobek di kakinya yang terjepit. Luka sobek itu cukup lebar. Beberapa tenaga medis segera mengambil perlengkapan obat.


Salsa segera menghentikan pendarahan pada luka sobek tersebut. Jika tidak di hentikan, anak kecil itu akan kehabisan darah dan hal itu membahayakan. Sembari Salsa memperban kaki anak kecil itu, Salsa juga berusaha membuat anak itu berhenti menangis dengan cara menghiburnya.


Setelah ia selesai mengobati anak kecil itu, Salsa tersenyum manis pada seseorang yang mengawasinya sejak tadi.


"Dokter Salsa, ya?" Tanya seseorang tiba-tiba di belakang Salsa, mengalihkan perhatiannya.


"Eh iya, ada yang bisa saya, bantu?" Tanya Salsa tersenyum pada salah satu perempuan yang sepertinya seorang perawat. 


"Di sana ada seseorang yang kejang, dokter Salsa bisa bantu, saya?" Tanya perawat itu sedikit panik. Tentu saja! Tentu saja Salsa dengan panik langsung menarik perawat tersebut. Mereka berdua berjalan dengan sedikit kesusahan karena genangan air yang di bawah lutut dan sedikit deras. Salsa sudah tidak memikirkan bajunya yang sebagian sudah basah kuyup. Hari ini, memang semua relawan langsung terjun ke TKP karena harus mengevakuasi warga yang masih terjebak banjir.


Salsa menjadi relawan bukan semata ia ingin mencari popularitas dan apalah itu semacamnya. Namun, memang sudah keinginan berniat dalam hatinya.


Dokter Randy yang kebetulan bertemu dengan Salsa juga ikut membantu seseorang yang sedang mengalami kejang. Mereka cukup kompak dalam menjalankan tugasnya. Tidak semudah yang di kira-kira kan. Karena membutuhkan hati yang tulus.


Salsa menyuruh beberapa tenaga medis untuk membawa seseorang yang mengalami kejang itu ke dalam posko yang di sediakan khusus untuk berobat. Karena di sana, perlengkapan kesehatan ada. Salsa dan staf medis lainnya berusaha memberikan perawatan yang terbaik untuk orang kejang itu.  Namun, Allah sudah menggariskan takdir maut itu. Yapss! Perjuangan hidupnya sudah berakhir. Seseorang yang mengalami kejang itu meninggal dunia. Salsa meneteskan air matanya.


"Dokter Salsa harus mengumumkan kematiannya," kata salah satu perawatan dengan mata yang berkaca-kaca.


Salsa menggelengkan matanya. Hatinya ikut sesak. Memang hal seperti tidak satu kali dua kali saja Salsa mengalaminya. Namun, tetap saja membuat hati Salsa sesak karena pasiennya meninggal dunia. Mungkin Allah telah memberikan jalan terbaik untuknya.


Karena Salsa tidak kuat dan berlari keluar posko tersebut, maka dokter Randy yang telah mengumumkan kematiannya dengan rasa iba.

__ADS_1


**


Salsa menghapus air matanya. Perempuan itu menundukkan kepalanya. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana posisi keluarga bapak yang meninggal tadi. Salsa jadi teringat ayahnya. Kehilangan seseorang yang kita sayang itu sangat menyakitkan. Apalagi, orang tua.


Tiba-tiba ada sebuah tangan kekar yang menyodorkan sebuah permen cokelat. Hal itu menarik perhatian Salsa. Salsa menerima permen itu sembari mendongak ke atas menatap siapa pemilik tangan tersebut.


"Itu bukan salah kamu. Allah sudah menggariskan takdir beliau," kata Dirga sembari mengelus puncak kepala Salsa dengan lembut. Dirga melihat Salsa membuka permen itu dan memakannya. Ia bisa melihat jika Salsa habis menangis.


Salsa tetap diam saja.


"Ciyeee," kata Dirga yang membuat Salsa menoleh ke samping.


"Kenapa sih, kak?"


"Yang baru dapet cokelat dari cowok," goda Dirga yang membuat Salsa memutar bola matanya malas.


"Tenang aja, Sal. Saya nggak marah kok," kata Dirga dengan senyuman jahil yang membuat Salsa kesal lagi karena sikapnya.


"Dokter Salsa!" Seseorang dari jauh memanggil nama Salsa. Seseorang itu mengalihkan perhatian mereka berdua.


"Dokter Salsa baik-baik, aja?" Tanya dokter Randy yang sudah berada di depan Salsa. Rupanya, ia tidak melihat jika ada Dirga di sebelah Salsa. Namun, respon Dirga tampak biasa saja ketika melihat ekspresi dokter itu yang panik melihat Salsa.


Salsa hanya menggeleng.


"Loh kapten Angkasa ngapain, di sini?" Tanya dokter Randy dengan santai setelah mengerti keberadaan Dirga yang ikut duduk di sebelahnya. Sedari tadi, fokusnya hanya pada Salsa.

__ADS_1


Serius nih, nanyanya?


"Nggak papa, saya nemenin mbaknya ini aja lagi sedih. Kasian, aja," kata Dirga yang membuat Salsa menoleh dan menggeram padanya. Namun, Salsa menahannya agar tidak meledak saat ini juga karena perkataan Dirga.


Dokter Randy hanya ber-oh-ria.


Fokus dokter Randy kembali pada Salsa. Pria itu mengajak Salsa untuk makan, namun Salsa menolak. Dirga yang mendengarkan hal itu hanya tertawa dalam hatinya.


"Ya udah, saya mau kesana dulu," kata Dirga sembari bangkit dari duduknya. Salsa hanya diam dan dokter Randy mempersilahkan Dirga pergi. Dirga tersenyum sembari menggelengkan kepalanya sekali lagi.


Ia masih mengingat pertanyaan dokter itu tadi.


Loh kapten Angkasa ngapain, di sini?


Pertanyaan macam apa, itu? Dirga tak berhenti tersenyum karena pertanyaan lucu itu. Ngapain? Ya dia sedang menemani istrinya yang sedang sedih. Haha!


Dirga bukan tipe orang yang pendendam. Namun, lucu saja jika dirinya di tanyai seperti itu. Wajar saja jika dokter laki-laki itu tidak tahu Dirga siapa.


Seperti tadi ia melihat dokter itu telah memberikan cokelat untuk Salsa dan dengan spontan ia berdehem begitu saja melewati Salsa dan dokter laki-laki itu. Sebenarnya, ada sedikit rasa yang mengganggu dirinya. Seperti rasa tidak rela mungkin.


Cemburu, ya?


To be continued.....


JANGAN LUPA FOLLOW IG KU @meigasellaap

__ADS_1


Aku update malem, jadi hari ini aku sehari update 2 kali yaa. Buat ngobatin rasa kangen kalian sama author haha


__ADS_2