
Salsa berjalan menuju masjid besar yang berada di dekat rumah sakitnya. Tadi ia sudah berjanjian dengan Dirga untuk sholat dhuhur di masjid besar seperti biasanya.
"Dokter Salsa," panggil seseorang yang membuat Salsa menoleh ke belakang.
Dokter Randy lagi.
Laki-laki itu menyamakan langkah dengan Salsa, "mau sholat dhuhur, ya?" katanya.
Salsa mengangguk, "iya, dok."
"Barengan, ya?"
"Boleh," kata Salsa.
Dokter Randy tersenyum mendengar perkataan Salsa itu, "enak ya kalo jalan ke masjid bareng-bareng sama pasangan, halal?" katanya.
"Makanya cepat nikah dong, dok."
Entah kenapa mulut Salsa bisa berucap seperti itu dengan spontan. Dan Salsa juga heran dengan dirinya sendiri akhir-akhir ini karena perkataannya yang terbilang sangat berani. Ia saja sudah membuang rasa malunya pada Dirga. Salsa juga sadar, ia juga harus melayani suaminya karena sudah menjadi kewajibannya. Salsa juga merasa menyesal setelah kemarin ia terlalu mementingkan egonya sendiri. Ego atau diri yang egois yang terpisah, harus diseimbangkan dengan diri pengamat yang pendiam, batin, tenang, dan terhubung. Biarkan satu bagian mengekspresikan dirinya terlalu banyak dan mungkin dirimu akan menjadi sombong dan mementingkan diri sendiri. Jadi, sangat penting untuk mengatasi keseimbangan diri.
Dokter Randy tertawa mendengar perkataannya Salsa, "Allah belum mendatangkan calonnya," katanya dengan senyuman menatap Salsa yang lebih pendek darinya.
Salsa jadi merasa bersalah karena mengatakan hal seperti itu. Salsa juga mengutuk dirinya sendiri karena berbicara tidak mempunyai sopan santun karena melanggar privasi orang lain.
Hingga mereka sampai di depan masjid, Salsa mengatakan pada Dokter Randy jika ia akan mengambil air wudhu lebih dulu.
Setelah Salsa mengambil air wudhunya, ia melihat Dirga yang baru saja sampai di masjid dengan teman-teman lainnya. Namun entah kenapa ketika Dirga menatapnya dari Kejauhan dan tersenyum untuk Salsa, Salsa malah cuek dan langsung masuk ke dalam masjid untuk mengambil mukenanya.
Sedangkan Dirga yang di pandang seperti itu malah sedikit tertawa sehingga menarik perhatian teman-teman lainnya. Terutama si Angga.
"Lo waras kan, Ga?" tanya Angga yang membuat Dirga menoleh menatap cowok itu.
"Gue lagi nggak waras kayaknya, Ngga."
"Jatuh cinta sama istri lo, lagi?" tanyanya langsung, "seharian dari bulan yang lalu yang lo ceritain cuma dokter Salsa terus. Kayak di dunia ini hanya ada lo dan dokter Salsa aja," lanjutnya Angga lagi.
"Iya cuma ada gue dan dia aja, yang lain ngontrak. Gitu kan maksud, lo?"
__ADS_1
Pertanyaan itu di angguki mantap oleh Dirga, "makanya ente cepet nikah. Biar nggak zina pikiran tuh, terus-terusan mikirin wanita yang ente sukai. Dosa lo, Ngga," kats Dirga yang membuat Angga langsung memukul bahu Dirga, namun dengan cekatan, Dirga mampu menghindari tangan Angga.
"Cepat-cepat minta kepada Allah swt. Supaya doa lo cepet juga di ijabah. Langsung deh cuss datengin orang tuanya minta restu. Pacaran setelah nikah itu nikmatnya luar biasa. Masih seberapa lama lagi lo mau nge-jomblo? Yakin nggak mau ngerasa--," perkataan Dirga terpotong karena Angga sudah lebih dulu mencekal kepala Dirga dan di bawanya ke ketiaknya. Dirga meronta karena ketiak Angga bau. Dirga bisa menduga jika Angga mungkin tidak mandi selama satu bulan. Haha! Dasar Jahil!
Angga yang kuat terus saja menaruh kepala Dirga dalam ketiaknya. Hal itu membuat teman-temannya ikut tertawa melihat kapten mereka tersiksa karena anak buahnya sendiri. Kapan lagi bisa melihat senior tersiksa tepat di depan mata, juniornya? Dan siapa lagi jika bukan Angga yang berani melakukannya.
Dirga menghela napas lega ketika Angga melepaskannya, laki-laki itu berusaha mengumpulkan napasnya yang segar karena terlalu banyak menghirup ketiak Angga juga tidak bagus, bahkan sangat-SANGAT tidak baik untuk paru-paru Dirga. Haha!
"Ketiak lo bau kecut," kata Dirga. Dirga menoleh ke anak buahnya yang masih terkikik geli melihat Dirga yang tersiksa, "kenapa ente-ente pada, tertawa?" tanyanya dengan merubah ekspresinya yang sok galak. Otomatis, mereka langsung diam.
"Sengaja gue kasih belimbing wuluh tadi pas mau berangkat dinas," kata Angga seadanya dengan malas.
"Rasanya ... AH, MANTAP!" lanjut Dirga yang sembari berlari karena Angga juga sudah mengejarnya.
*
Setelah sholat dhuhur, Salsa berdiri di atas teras masjid karena hujan dengan tiba-tiba turun. Cuaca tidak ada yang menyangka. Hujan yang dengan tiba-tiba turun, membuat Salsa bersyukur. Karena hujan adalah salah satu rahmat dari Allah swt.
Air merupakan salah satu simbol kehidupan. Karena tanpa air, tidak akan ada kehidupan. Karena itu, hujan yang turun dari langit seyogianya disambut sebagai keberkahan.
Demikian pula dengan hujan. Allah SWT berfirman dalam Alquran bahwa hujan yang turun ke bumi sebagai rahmat yang diperlukan seluruh makhluk. "Dan Dialah yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha terpuji." (QS Asy-Syuura: 28).
"Jangan main hujan, kayak anak kecil," kata suara bariton itu mengingatkan. Salsa menoleh itu melihat pemilik suara tersebut. Ternyata Dirga dengan kekonyolannya itu.
Salsa hanya menatapnya malas. Entah Salsa juga tidak tahu, akhir-akhir ini ia melihat Dirga sedikit agak sensi saja.
"Salsa sudah gede. Jadi nggak perlu di ingatkan," tukas Salsa dengan sewot.
Loh?
Dirga malah tertawa karena Salsa sekarang ada perubahan. Namun, perubahan Salsa terlalu cepat sehingga istrinya yang kemarin kalem sekarang menjadi menggunakan ototnya ketika berbicara.
"Lagi PMS ya, mbak? Makanya sewot," kata Dirga jahil.
Salsa menatap Dirga dengan malas lagi. Tanpa mengatakan hal apapun, Salsa kembali fokus melihat hujan yang semakin deras. Di sana, tak hanya mereka berdua saja. Namun, banyak orang yang terjebak hujan setelah melakukan sholat dhuhur.
"Emang enak ya di cuekin bini, sendiri?" tiba-tiba ada suara bariton yang berbisik di telinga Dirga. Nada itu terdengar mengejek sekali.
__ADS_1
Dirga menoleh dan menatap kedua mata Angga dengan tajam. Yang di tatap tajam seperti itu malah tertawa. Tawa Angga bersatu dengan suara hujan yang bergemuruh sehingga menyamarkan suara tawa Angga.
Dirga melihat jika Salsa gelisah sehingga cowok itu menanyainya.
"Kamu kenapa?"
"Salsa lupa kalo sebentar lagi ada operasi," kata Salsa gelisah. Cewek itu sedikit mengeras suaranya karena suara hujan yang bergemuruh telah meredam suara.
"Sebentar, saya ambilkan payung," kata Dirga lalu cowok itu menoleh ke Angga, "Ngga, jagain bini gue," kayanya dengan sedikit menyindir Angga yang langsung di pelototi oleh Angga.
Dirga mengambil payung yang tersedia di masjid besar ini. Biasanya tersedia payung. Pria itu mendapatkannya dan segera kembali untuk memberikan Salsa payung.
"Ini payungnya," kata Dirga sembari menyodorkan payungnya yang membuat Salsa tersenyum manis untuk Dirga. Jangan di tanyakan seberapa manis senyuman itu karena senyuman Salsa sudah menjadi candu untuk Dirga.
Dirga melepas jaket tentaranya dan kemudian di pakaikan ke tubuh mungil Salsa. Salsa sudah tenggelam di jaket tentara tersebut. Perempuan itu malah terlihat seperti anak SD yang kebesaran memakai jaket bapaknya.
"Biar baju dinas mu nggak basah. Ntar sakit yang repot malah saya," katanya sambil tertawa yang membuat Salsa semakin tajam menatap Dirga.
"Jangan marah. Saya kan emang beneran bilangnya. Nggak bercanda," katanya lagi sembari merapikan jaketnya untuk Salsa.
Angga yang melihat hal itu mulai berdehem keras. Dirga juga paham akan hal itu, namun ia malah semakin menjahili Angga.
"Kamu hati-hati ya, apa perlu saya cium di sini supa--" Dirga mengaduh sembari menghindar ketika Salsa sudah mencubit dengan keras pinggangnya.
"Mampus lu!" tukas Angga pelan.
Tanpa mengatakan hal apapun lagi, Salsa langsung menerobos hujan dengan jaket tentara kebesaran Dirga. Ketika sudah berjalan sedikit jauh dari masjid, Salsa tersenyum sendiri karena perlakuan Dirga begitu manis. Lama-lama Salsa akan terkena diabetes jika seperti ini terus caranya. Tuh kan, mood nya berubah-ubah tidak jelas. Tadi sensitif dengan Dirga, sekarang malah tersenyum karena Dirga.
Karena bagi Salsa, Bintang adalah alasannya marah dan tertawa.
...
Aduh sesak napas nulisnya. Guyss, aku pengen bikin trailer imamku tentara ku deh. Tapi lagi bad mood banget.
Jangan lupa lah skuy follow ig aku @meigasellaap. Ntar DM aja kalo mau di follback.
Untuk spoiler chapter berikutnya, aku bakalan UPDATE di Instagram. Jadi, jangan lupa buat follow ig aku.
__ADS_1
Terima kasih semuanya. Dan semangat puasanya yaa.