
Salsa turun dari mobilnya. Ia memutuskan membawa mobil sendiri daripada naik angkutan umum. Salsa juga sudah beberapa hari ini semenjak kematian mendiang ayahnya, ia tinggal di rumahnya sendiri untuk menemani bundanya. Dirga juga ikut. Namun, semalam Dirga tidak pulang karena tugasnya. Alhasil, Salsa pergi sendirian.
"Assalamualaikum, dokter Salsa," tiba-tiba suara bariton mengalihkan perhatiannya. Salsa membalas salam laki-laki tersebut yang ternyata adalah dokter Randy. Mereka berjalan beriringan menuju ke dalam rumah sakit. Sepertinya dokter Randy juga baru datang.
"Sudah sarapan, dokter Salsa?" Tanyanya pada Salsa.
"Belum," ujar Salsa.
"Mau sarapan bareng, saya?" Tawar Dokter Randy.
Salsa menggeleng sembari berkata, "saya sudah bawa bekal," kata Salsa sembari menunjukkan tas ransel kecil yang di gendong di belakangnya.
"Yah, sayang dong. Saya jadi makan sendirian," kata dokter Randy sembari pura-pura memasang wajahnya melas. Salsa hanya tersenyum. Dan izin pamit lebih dulu masuk ke dalam ruangannya.
Salsa membuka tas ransel kecilnya dan mengeluarkan sekotak bekal yang berisi roti tawar selai cokelat. Kemudian menggantungkan tasnya pada gantungan tas dekat pintu kamar mandi.
"Bersyukur banget ya Allah, saya bisa makan," gumam Salsa sembari membuka kotak bekal tersebut. Ia menggigit rotinya dengan penuh kenikmatan. Salsa benar-benar bersyukur karena sampai detik ini, ia masih bisa makan. Di luar sana, banyak yang susah untuk mencari sesuap nasi. Maka dari situ, kita harus banyak bersyukur.
Denting suara ponsel Salsa berbunyi, menandakan sebuah pesan masuk. 3 pesan masuk dari pengirim yang sama.
Saya izinkan, Sal. Asal kamu harus jaga diri baik-baik.
Jangan kangen saya ya!
__ADS_1
Nanti sholat dhuhur saya jemput lagi.
3 pesan tersebut dari seorang Angkasa Dirgantara sukses besar membuat kedua sudut mulut Salsa tersenyum lebar. Ucapan pria itu manis sekali. Dan RASA BERSALAH itu datang lagi. Namun, kali ini, Salsa berusaha melawannya. Angkasa Dirgantara adalah suami sahnya. Jika terus menerus dirinya menyembunyikan perasaannya pada Dirga, dirinya sendiri yang akan tersiksa.
Dan soal pesan yang di kirimkan Dirga pada Salsa itu, permasalahan Salsa meminta izin Dirga untuk menjadi relawan di luar pulau, tepatnya di Kalimantan Selatan yang sedang mengalami banjir besar. Rasanya hampir seluruh kabupaten nyaris tenggelam karena beberapa hari ini cuaca memang buruk. Rumah sakit tempat Salsa bekerja ingin mengirimkan relawan ke daerah Kalimantan Selatan karena di sana termasuk pulau yang sangat luas, jadi membutuhkan relawan seperti tenaga medis yang banyak. Dan kemarin setelah Salsa mendapatkan informasi dari pihak rumah sakit, Salsa langsung izin kepada Dirga. Bagaimanapun, ia harus izin pada Dirga. Dan Dirga baru saja menjawab izinnya. Salsa senang mendengar hal itu. Salsa juga memikirkan bundanya jika ia pergi menjadi relawan. Ia sudah menyuruh adik sepupunya untuk menjaga sang bundanya.
Sekali lagi, Salsa senang karena Dirga memberikan izin untuk menjadi relawan di sana. Segera ia membereskan kotak bekalnya dan pergi keluar ruangannya. Ia akan segera memberitahu pihak rumah sakit terkait ia akan ikut menjadi relawan.
Salsa senang menjadi relawan. Bukan semata-mata ia hanya mencari popularitas, namun karena memang niatnya dari hati ingin membantu sesama manusia. Karena manusia adalah makhluk sosial yang masih saling membutuhkan. Salsa masih ingat kutipan kata-kata itu. Ia mendapatkannya ketika ia masih duduk di bangku kelas 5 SD.
Manusia adalah makhluk sosial yang mana saling membutuhkan satu sama lain.
Prinsip yang ia bawa sehingga menciptakan rasa kepedulian terhadap orang lain. Toh memang benar, jika manusia tidak bisa hidup sendiri. Kecuali, manusia yang mementingkan egonya sendiri.
"Lo sengaja nginep di rumah temen lo buat ngehindarin, gue?!" Suara bariton itu terdengar keras dan mengancam wanita yang sedang menangis di depannya.
Wanita itu tidak menjawab sama sekali, karena sudah tidak kuat dengan rasa sakit yang ia rasakan saat ini. Luka sayatan! Ia mendapatkan luka sayatan itu lagi dari kekasihnya sendiri.
Tangan kekar pria itu mencengkram erat pipi wanita yang sedang menangis itu. Hatinya sakit. Oh ralat! Hati dan fisiknya sakit karena pria itu. Bagaimana ia bisa keluar dari lingkaran kejam, itu? Semua berawal dari kedua orang tua wanita itu. Entah lah, apa yang sebenarnya membuat wanita itu bisa bertemu dengan sesosok pria yang cukup kejam.
Pria itu tersenyum ketika melihat wanita di depannya merasakan kesakitan. Seperti mempunyai kebanggaan tersendiri dalam dirinya.
Psycho?
__ADS_1
Pria itu membanting vas bunga kaca yang ada di sebelahnya sehingga membuat wanita di depannya menjadi ketakutan luar biasa.
"KENAPA?! LO UDAH NGGAK SUKA SAMA, GUE?! LO ITU MILIK GUE!" bentak pria itu murka. Wanitanya semakin ketakutan.
"DI LUARAN SANA NGGAK ADA COWOK MAPAN KAYAK GUE! LO SEHARUSNYA BERSYUKUR DAPETIN GUE YANG KAYA RAYA!" bentaknya lagi kemudian tertawa keras. Pria itu bebas berteriak semaunya karena rumah itu jauh dari perumahan lain.
"Ampun," kata wanita itu sudah lemas. Luka sayatan itu sakit sekali. Wanita itu sudah tidak berdaya sama sekali. Ia lebih baik ingin mati saja daripada ia harus sekarat merasakan pesakitan ini. Namun, sisi baiknya menolak keras untuk melakukan bunuh diri, karena perbuatan itu sangat tidak di sukai Allah swt. Syukurlah, wanita itu segera sadar dari bisikan setan yang menyuruhnya untuk bunuh diri.
Ia ingin mengakhiri segalanya!
Tapi, bagaimana?
Ia harus meminta tolong, siapa?
Wanita itu benar-benar tersiksa!
Hanya Allah yang mampu menolongnya!
To be continued...
Aku update lagi malem malem.
Yang mau ikutan GC ku bisa langsung chat WA saya di profil bio ******* yaaa. 🤗🤗❣️❣️
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN YA