
Dirga terbangun dalam tidurnya. Matanya melirik jam dinding besar yang tergantung manis tepat di depannya. Waktu masih menunjukkan pukul tiga malam. Lelaki itu melirik ke sebelah, tepat dimana Salsa masih tertidur dengan pulas. Perempuan itu tertidur seperti bayi. Cukup tenang hingga membuat hati Dirga menjadi terasa nyaman ketika melihat Salsa yang tidur seperti bayi. Senyuman itu terukir jelas di bibir Dirga. Dengan perlahan, ia mengecup dahi Salsa dengan lembut. Dirga menaikkan selimut Salsa yang melorot. Sekali lagi, ia mencium dahi Salsa dengan lembut, "doakan saya kembali dengan selamat. Karena setiap doamu, saya selalu mendambakannya," katanya dengan lembut.
Laki-laki itu bangkit dari tempat tidurnya untuk mandi dan segera mengambil air wudhunya untuk melakukan sholat malamnya. Dirga selalu bangun untuk sholat malamnya. Karena dengan berdoa di sepertiga malamnya, membuat dirinya semakin dekat dengan Allah swt. Membuat hati Dirga terasa lebih nyaman karena di hatinya selalu ada Allah swt. Setiap Dirga mempunyai masalah, ia merasa jika semuanya akan terasa lebih mudah jika kita mengingat Allah. Ia selalu yakin dengan dirinya sendiri. Ia yakin kepada Allah karena Allah selalu memberikan jalan terbaik untuk hamba-Nya. Walaupun jalan yang di lalui terlihat sangat sulit, Dirga yakin jika ada sebuah nikmat yang Allah berikan sebagai imbalannya. Dirga juga tidak tahu kapan nikmat itu datang. Namun, ia yakin sekali jika Allah memberikan yang terbaik di setiap hamba-Nya.
Apalagi sholat di sepertiga malam.
Setelah mengambil air wudhu ia langsung melakukan sholat malamnya. Dengan khusyuk Dirga sholat, meminta ampunan kepada Allah swt atas dosa-dosa yang selama ini ia perbuat di dunia.
Setelah selesai sholat, Dirga membereskan sajadahnya. Dan segera bersiap-siap untuk menyiapkan beberapa barang-barangnya untuk di bawa bertugas nanti. Siap mental juga pasti sudah Dirga persiapkan beberapa tahun yang lalu, tepatnya setelah lulus SMA dia bertekad untuk menjadi pengabdi negara.
Dirga melihat Salsa yang masih tertidur dengan nyaman di atas tempat tidur. Dirga tidak berniat membangunkan Salsa karena tidak mau tidur Salsa akan terganggu karena dirinya.
Dirga mengelus perut Salsa dengan lembut, "jika kamu benar ada di rahim ibumu, terima kasih ya nak sudah hadir di antara kami. Jika kamu memang benar ada, ayah akan menanti kamu di dunia yang indah ini," kata Dirga dengan lembut sembari terus mengelus perut Salsa. Entah kenapa feeling Dirga begitu kuat jika Salsa sekarang sedang hamil.
Laki-laki itu keluar dari kamar untuk menuju ke lantai bawah. Ia akan membuat minuman panas untuk membuat perutnya agar nyaman. Sembari bersenandung, Dirga berjalan memasuki dapur.
"Asa," tiba-tiba suara pelan nan lembut milik Ara telah memanggil namanya yang membuat Dirga menoleh menatap perempuan itu yang rupanya sedang membuat minuman hangat.
Dirga hanya menanggapi dengan sedikit senyuman di ujung bibirnya dan kemudian fokus membuat minumannya. Lelaki itu terlihat cuek di mata Ara. Tentu saja! Ara juga bukan siapa-siapa Dirga, jadi mengapa ia harus menanggapi perempuan yang jelas-jelas bukan mahramnya.
"Asa," panggil perempuan itu lagi.
Dirga hanya berdehem untuk menjawab panggilan itu.
"Maafin aku," katanya dengan pelan dan suaranya yang serak. Perempuan itu seharusnya banyak beristirahat, karena kondisinya yang tentu saja belum pulih sepenuhnya. Dan tidak perlu lelah-lelah meminta maaf pada Dirga.
"Allah saja Maha Pemaaf, masa hamba-Nya enggak!" tukas Dirga dengan nada yang dingin dan datar. Tentu saja nada itu semakin membuat Ara tidak putus asa untuk meminta maaf pada Dirga. Sepertinya, ada sedikit celah untuk Ara mendapatkan permintaan maaf dari Dirga.
"Aku ninggalin kamu karena ada alasan," katanya dengan parau. Sepertinya, perempuan itu hendak menangis saat ini juga.
__ADS_1
"Karena hamil anak, Fano?" pertanyaan itu lah yang mampu membuat detak jantung Ara berdegup kencang serta keringat dingin yang mulai muncul dari tubuh Ara. Bagaimana ia bisa, mengetahuinya?
"Saya sudah tau semenjak kamu meninggalkan saya," kata Dirga yang masih datar dengan posisi membelakangi Ara. Enggan untuk melihat perempuan itu.
Ara sudah tidak bisa berkata apa-apa. Mulutnya bungkam seperti ada gembok yang menguncinya.
"Bahkan karena saya sangat mencintai kamu, saya rela jadi bapak anak yang kamu kandung itu. Tapi, kamu telah memilih pergi," kata Dirga sembari berbalik dan berjalan begitu saja melewati Ara yang sudah menangis karena perkataan Dirga yang membuat hati Ara semakin hancur. Ara pantas di sebut setan! Dengan bodohnya, ia malah memilih meninggalkan Dirga yang jelas-jelas menyanyanginya dan mau menjadi bapak anak yang ia kandung. Di mana hati nurani kamu, Ara? Kenapa kamu lebih memilih meninggalkan lelaki yang tulus mencintaimu apa adanya. Bahkan di posisimu yang sedang hamil di luar nikah.
Ara melihat kepercayaan Dirga dengan tangisan yang meluruh di pipinya. Lelaki itu telah mencintai setulus hatinya! Ara bodoh! Ara benar-benar bodoh!
Sekarang tinggallah penyesalan yang ia dapatkan. Ia telah melepaskan lelaki yang benar-benar tulus mencintainya. Ara mencengkram tangannya sendiri sembari menatap punggung Dirga yang semakin menjauh. Tatapan perempuan itu juga menajam.
Entah apa yang ada di pikiran Ara sekarang.
***
Kaki Salsa di angkat ke atas. Perempuan itu bangun tidur malah terlihat kesurupan. Astaghfirullah, Salsa sadar! Kemudian, tertawa sendiri. Karena ia terlalu bahagia memiliki Dirga. Cinta pertamanya sekaligus cinta dalam diamnya. Perempuan itu menjadi gemas sendiri. Ternyata, luka yang selama ini ia pendam sendirian telah di bayar lunas oleh Allah swt. Bahkan, Allah telah membonusi berlipat ganda kenikmatan yang di berikan untuk Salsa. Allah selalu memberikan ujian untuk hamba-Nya sesuai kemampuan hamba-Nya. Dan Allah juga akan memberikan kejutan setelah kita melewati ujian yang Allah berikan.
Hati Salsa sangat senang. Bahkan senang sekali. Namun, tiba-tiba ia teringat jika Dirga hari ini akan mulai melaksanakan tugasnya. Salsa merasa hampa. Namun, ia harus banyak-banyak mendoakan lelaki pengabdi negara itu. Sebagai istri pengabdi negara, Salsa tidak boleh banyak mengeluh. Bahkan, ia harus banyak memberikan dukungan penuh untuk Dirga.
Ekor mata Salsa tidak sengaja menatap sebuah bunga mawar yang kuncup telah terlapisi plastik bening putih. Di sebelahnya, terdapat kertas. Dengan tangan yang gemetar dan perasaan senang yang membuncah, Salsa mengambil bunga tersebut dan setelah itu membaca surat dari Dirga. Perempuan itu membacakan surat dari Dirga dengan senyam-senyum, gemas sendiri. Ternyata selain menjengkelkan, Dirga juga cowok yang manis.
Good morning, Humairah-ku...
Aisyah-ku serta Salsa-ku
Saya sengaja memangil kamu dengan sebutan nama itu. Karena dalam cerita nabi Muhammad Saw. Aisyah merupakan seorang wanita berparas cantik berkulit putih dengan pipi yang kemerah-merahan, sebab itulah ia sering dipanggil dengan “Humaira”. Selain cantik, ia juga dikenal sebagai seorang wanita cerdas yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mempersiapkannya untuk menjadi pendamping Rasulullah dalam mengemban amanah risalah yang akan menjadi penyejuk mata dan pelipur lara.
Nah, kamu adalah humairah-ku, sahabat hidup saya sampai tua nanti. Jangan pernah kabur dari hidup saya ya, Sal. Karena kamu adalah gemboknya dan saya adalah kuncinya. Gembok tidak akan bisa terbuka jika tidak menemukan kunci yang tepat.
__ADS_1
Selalu doa kan saya ya. Inget! Seharian harus mikirin saya aja biar kangennya hilang. Haha! Jangan suka deket-deket sama laki-laki lain selagi saya nggak di samping kamu.
Jangan rindu sama saya. Soalnya, saya nggak bakalan rindu sama kamu. Karena kamu selalu saya bawa kemana-mana. Kamu di hati saya, Sal. Dan selalu terus di hati saya. Terima kasih sudah hadir dalam hidup saya. Dan terima kasih dalam tujuh tahunnya mencintai saya dalam diam.
Jangan lupa sarapan, Humairahkuuu. Btw, saya bikin surat gini biar kelihatan romantis. Walaupun sekarang jamannya ponsel cerdas. Surat lebih romantis kayaknya. Hehe.
Dari suami mu yang ngeselin.
Salsa tidak tahan menahan tawanya yang meledak sekarang. Perasaannya membuncah senang karena Dirga membuatkan surat yang manis untuknya.
Kaki Salsa menendang-nendang lagi seperti orang kesetanan karena perasaannya yang membuncah senang.
Nikmat Allah yang mana yang ia, dustakan?
Cinta karena Allah merupakan prioritas yang harus didahulukan dari segalanya karena ini merupakan penyerahan total kepada Ilahi dengan tujuan mengharap ridha Allah swt. semata dan juga berharap kuat supaya dapat merasakan halawatul iman -kelezatan dan manisnya iman.
Salsa meleleh!
To be continued...
Hai makasih yang udah support aku. Aku jadi makin semangat karena kalian support aku. Aku semakin SEMANGAT yesssss.
MAKASIH BANGET. YANG BELUM FOLLOW INSTAGRAM + TIKTOK. FOLLOW YUKSS
@meigasellaap
Btw, tadi aku udah update di tiktok lhoo 🥰🥰
Dan aku minta maaf kalo ada salah sama kalian semua. Karena mau lebaran. Hehe. Semangat besok puasa terakhir yaa. 🥰
__ADS_1