Imamku, Tentaraku

Imamku, Tentaraku
romantic


__ADS_3

"bunda," Salsa memanggil bundanya yang saat ini sedang duduk di kursi roda menghadap ke jendela. Wanita paruh baya itu hanya berdiam diri ketika Salsa berulang kali memanggil namanya. Pasca kecelakaan itu, bundanya belum mengungkapkan penjelasan sama sekali. Hingga Salsa memanggil dokter ahli psikologi. Bundanya mengalami gangguan karena rasa trauma yang cukup dalam. Kemungkinan, cukup lama untuk terapi hal tersebut.


"Bunda makan ya,"


Bunda tetap diam saja.


Salsa mencoba menyuapkan sesuap bubur ayam. Bundanya menerima suapan Salsa yang membuat Salsa tersenyum senang. Sedikit ada respon untuk Salsa. Salsa terus menyuapi bundanya dengan telaten.


Batinnya sakit melihat bundanya menjadi seperti ini. Memang kehilangan seseorang yang kita sayang adalah hal nggak enak yang pernah ada di dalam kehidupan. Tapi, ingin bagaimana lagi jika garis waktu sudah menentukan. Dan ajal itu sudah menjemput. Semua makhluk Allah, memang tidak mengetahui kapan mereka akan di jemput dengan ajal.


Salsa menitikkan air matanya, kemudian cepat-cepat ia hapus lagi dan tersenyum pada bundanya.


Salsa mencoba menyuapi bundanya lagi, namun beliau menolak. Mungkin bundanya sudah kenyang. Salsa tersenyum lagi.


Kemudian, ia berjalan untuk menaruh piringnya ke dapur.


"Biar saya aja," tiba-tiba suara bariton mengagetkan Salsa sembari menarik paksa piring kotor yang di bawa oleh Salsa.


"Astaghfirullah," pekik Salsa.


"Kenapa beristighfar?"


"Ngagetin aja,"


"Jangan kaget dong, Sal. Ntar kamu jantungan saya yang susah," kata Dirga dengan senyuman jahil.


Salsa menatap Dirga sewot.


"Oh jadi selama ini saya nyusahin kakak, ya?" Katanya sinis.


Dirga tertawa pelan.


"Kenapa sih perempuan selalu membawa perasaannya ketika berbicara dengan laki-laki. Apa tuh namanya? baper ya? Perempuan selalu sensitif jika membahas hal apapun. Dan saya nggak pernah ngerti sama perasaan perempuan. Contohnya kayak kamu gini, padahal saya cuma canda doang lho, Sal. Tapi kamu baperan, hihi," Dirga meringis setelah mengatakan kata baper. Ia sedikit melangkahkan kakinya dengan cepat karena mengerti jika Salsa akan menaboknya seperti biasa.

__ADS_1


"Kak Dirga!"


"SAYA SIBUK SAL. SORRY YA!" teriaknya menjauh dari Salsa.


Salsa sudah bisa merasakan sedikit demi sedikit perasaan tulus yang di berikan Dirga kepadanya. Dan ia juga harus mengubur sedikit demi sedikit perasaan rasa bersalahnya kepada sepupunya. Karena ia mulai sadar, ia tidak bisa seperti ini terus menerus. Sempat Salsa memikirkan untuk bercerai dengan Dirga suatu saat nanti karena perasaan bersalah ini. Tapi, Allah sangatlah membenci penceraian itu.


Setan mana yang mencoba membisikkan ide negatif itu pada diri Salsa?


Salsa segera menyusul Dirga yang sedang mencuci piring di dapur. Ia tersenyum melihat Dirga yang sedang mencuci piring kotor tadi. Perasaan Salsa membuncah. Ia menyukai pria itu sudah bertahun-tahun lamanya. Dan sekarang ia memilikinya dengan jalan yang di berikan Allah swt. Memang ya, jodoh itu yang mengatur Allah swt. Tidak mengira sejauh ini jika jodoh Salsa adalah Dirga. Pria yang di sukainya!


"Kenapa kamu ngeliatin saya kayak, gitu?" Kata Dirga sembari mencuci piringnya. Ia menolehkan kepalanya untuk melihat Salsa yang sedari tadi memperhatikannya.


Ia tahu suatu hal sebenarnya.


"Saya ganteng, ya? Makanya kamu jadi terpesona gitu," kata Dirga sebelum bernyanyi menggoda Salsa.


Tersepona...


Memandang...


memandang wajahmu,


Yang manis...


Dirga bernyanyi seperti itu. Lagu yang saat ini sedang ramai di media sosial. Lagu itu seperti yel-yel yang di nyanyikan ketika Dirga masih melewati masa-masa pelatihan menjadi TNI.


"Terpesona!" Pekik Salsa.


"Sengaja saya pelesetin, supaya kamu juga terpesona,"


"Apaan sih kak! Gaje banget jadi orang!"


"Mandi sana, biar saya yang siapin makanannya. Pasti kamu lapar kan? Pura-pura bahagia itu juga butuh energi. Saya bikinin nasi goreng spesial deh buat kamu. Setelah itu kita siap-siap sholat ashar bareng," kata Dirga sembari menaruh piringnya yang sudah bersih sehabis di cuci.

__ADS_1


"Pura-pura bahagia apa sih kak!"


"Jangan nge-GAS atuh neng kalo ngomong,"


"Yee siapa yang ngegas! B aja tuh!"


Dirga mendekat ke arah Salsa.


"Terima kasih sudah bertahan sejauh ini," katanya pada Salsa sembari mengelus puncak kepala Salsa. Salsa sudah tersihir dengan hal itu.


Setelah beberapa saat, Salsa tersipu malu dan menurunkan tangan Dirga yang mengelus puncak kepalanya. Jangan di tanyakan seberapa senangnya perempuan itu karena Dirga sudah menyayanginya. Namun, Salsa berusaha bersikap santai untuk menutupi sifat gengsinya pada Dirga. Hihi dasar wanita!


Dirga melepas hijab Salsa. Salsa diam tak berkutik dan hatinya bergetar. Ia berdoa supaya Dirga tidak mendengar detak jantungnya yang ingin meloncat keluar saat ini juga, akibat sikap Dirga saat ini.


Salsa menutup matanya.


Dirga menyisihkan hijab tersebut ke leher Salsa. Ia bisa melihat jika Salsa memejamkan matanya. Dirga mengelus rambut Salsa yang indah. Rambutnya hitam legam. Tangan kekar Dirga turun untuk menyusuri setiap inci wajah Salsa. Matanya sipit, hidungnya kecil dan bibirnya merah ranum tanpa lipstick. Kedua jempol tangannya beralih mengelus kedua alisnya yang tanpa olesan pensil alis. Dirinya sudah menyayangi perempuan yang ada di depannya saat ini. Tangan Dirga kembali berada di puncak kepala Salsa dan mulutnya merapalkan doa untuk perempuan itu.


Tidak lama, Salsa terpekik kaget. Karena tiba-tiba Dirga menggendongnya ala bridal style. Ia sempat mendengarkan bisikkan Dirga di telinganya. Entah kenapa konsentrasi Salsa menjadi ambyar seketika. Kepalanya agak sedikit pusing. Salsa hanya bisa berpegangan erat pada Dirga dan bungkam seribu bahasa. Rasa takut bercampur dengan rasa senang.


Salsa mengerti kemana arah Dirga membawanya.


Dan Dirga melupakan perutnya yang keroncongan karena lapar sejak tadi.


Kali ini maafkan saya ya, Sal. Karena saya nggak bisa menahan ini terlalu lama...begitu bisikkan Dirga yang terdengar samar untuk Salsa.


To be continued...


Ada yang mau ikutan GC WHATSAPP nggak? Silahkan chat aku di WA atau Instagram yaa.


Kira-kira ada apa?


Aku kurang semangat yang panjang. Makanya jarang update.

__ADS_1


__ADS_2