
Beberapa hari sudah berlalu. Dan banjir mulai surut. Para relawan lainnya mengucapkan rasa syukur. Namun, korban banjir masih membutuhkan tempat untuk mengungsi karena sebagian ada yang rumahnya rusak parah atau hanyut bersamaan dengan derasnya banjir. Tidak hanya rumah, mobil pun ikut terseret arus banjir yang deras. Bahkan ada sapi atau hewan lainnya yang ikut hanyut. Banjir ini memang terbilang besar.
Besok, Salsa dan tenaga medis lainnya di izinkan untuk pulang karena tugas mereka sudah selesai. Bukan! Lebih tepatnya mereka di gantikan oleh relawan lain.
Saat ini, Salsa sedang berjalan di salah satu gazebo taman yang dekat dengan hotel yang ia tinggali. Tepat sekali Dirga memilihkan hotel yang jauh dari lokasi banjir. Perempuan itu sedang duduk sembari mengamati ponselnya.
"Ayah, Salsa gagal buat nyelametin nyawa orang," kata Salsa sembari melihat layar ponselnya yang ternyata ia mengamati fotonya dan ayahnya yang sedang tersenyum manis melihat kamera. Foto itu di ambil ketika Salsa dan keluarganya berlibur ke Turki.
Wajah itu tampak sendu.
"Rasanya saya seperti pendosa ulung yang membiarkan istrinya terus menerus sedih," kata Dirga tiba-tiba yang membuat Salsa sedikit terkejut. Pasalnya sedari tadi hanya ada keheningan yang menemani Salsa dan terus muncul lah suara bariton yang muncul tiba-tiba.
"Kenapa sih suka bikin kaget, orang?" Kata Salsa cuek.
"Saya nggak ada unsur buat kamu terkejut lho, Sal. Kamu paling yang baper," kata Dirga sembari duduk di sebelah Salsa. Dirga menyodorkan sebuah permen kiss yang bertuliskan i love you untuk Salsa.
Sembari tersenyum, Salsa menerima uluran permen tersebut. Sedikit demi sedikit, Salsa sudah menghilangkan rasa bersalahnya yang terus menerus timbul ketika Dirga memperlakukan manis padanya.
"Kayak ABG aja," kata Salsa sembari membuka permen tersebut.
"Ya nggak papa, Sal. Bucin setelah halal kan rasanya seperti odading mang oleh," kata Dirga sembari menarik dekat Salsa yang tertawa mendengar gombalan Dirga. Tak di pungkiri, Dirga juga ikut tertawa karena Salsa yang menggemaskan. Salsa mencubit Dirga yang sedang menggodanya terus menerus.
Tiba-tiba dering ponsel Salsa berbunyi dan mengalihkan perhatian mereka berdua, menandakan sebuah pesan masuk. Salsa harus melihat pesan tersebut, karena siapa tau itu hal penting.
Ternyata pesan tersebut dari salah satu teman medis Salsa. Seseorang tersebut, menanyakan dimana posisi Salsa saat ini. Salsa memberitahunya karena seseorang itu akan memberikan sebuah laporan yang harus ia lihat.
"Teman saya mau kesini," kata Salsa pada Dirga.
"Terus?"
"Ya saya kan cuma ngasih informasi," kata Salsa sedikit kesal karena respon Dirga yang tidak bersahabat.
"Ya maksud saya, saya di suruh, ngapain?" Kata Dirga.
__ADS_1
"Tau ah kak!" Kata Salsa sudah menaikkan jarum emosinya.
"Loh kok ngamuk?" Kata Dirga yang mengetahui bahkan sangat SANGAT mengetahui jika Salsa sudah kesal dengannya. Akhir-akhir ini Dirga memang suka membuat kesal Salsa. Ia suka karena ekspresi Salsa terlihat begitu menggemaskan menurutnya.
"Dokter Salsa!" Tiba-tiba seseorang memanggil Salsa dari kejauhan. Seseorang itu dengan napas yang tersengal-sengal berlari ke arah Salsa dan Dirga berada.
"Ini laporan terakhir kita," kata seseorang itu setelah berhasil mendudukkan bokongnya di sebelah Salsa.
"Maaf, saya yang harus bawa laporan ini. Soalnya dokter Reno harus pulang lebih dulu. Ibu mertuanya meninggal," kata seseorang.
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un," kata Dirga dan Salsa bersamaan.
"Ya nggak papa. Saya nanti kayaknya nggak bisa pulang duluan, dok," kata Salsa yang membuat Dirga langsung menoleh menghadap Salsa. Rasa penasaran Dirga langsung muncul begitu saja akibat Salsa mengatakan kalimat itu. Apa motif,nya?
"Kapten Angkasa di sini, juga?" Kata dokter Randy. Yups! Seseorang itu adalah dokter Randy.
"Eh iya saya disini," kata Dirga dengan tersenyum pada dokter Randy.
Dirga hanya menaikkan satu alisnya. Hei! Dirga sedang berusaha menahan tawanya saat ini. Dirga menginjak kaki Salsa untuk memberikan kode pada perempuan itu. Salsa mengerti maksud dari kode itu. Dirga menyuruhnya untuk membiarkan saja.
"Saya mau beli minuman dulu," kata Salsa sembari bangkit dari duduknya. Sebelum melangkah, Salsa menendang kaki Dirga pelan.
Wah! Kenapa jadi main kode-kodean, nih?
"Boleh saya ikut, dokter Salsa? Kebetulan saya juga haus," kata dokter Randy yang membuat Salsa menghentikan langkahnya.
Belum sempat Salsa angkat bicara, Dirga sudah lebih dulu membuka suaranya, "tidak baik berduaan lawan jenis kalau belum muhrim," Dirga berkata dengan santai seperti kalimat yang di ucapkan dokter Randy beberapa menit yang lalu.
"Loh di sana kan banyak orang, kapten. Nggak berdua saja. Lagian, saya ingin minum," kata dokter Randy yang membuat Salsa menahan tawanya.
"Di sana, mana?" Kata Dirga yang membuat dokter Randy semakin gugup. Kenapa mereka berdua, ini?
Kenapa jadi saling adu begini?
__ADS_1
Salsa yang menahan tawanya segera angkat biacara, "kenapa sih, kalian? Saya lagi mau minum, sendiri," kata Salsa langsung bergegas pergi. Perempuan itu menahan tawanya karena melihat tingkah dua pria yang sangat menggemaskan. Seperti dua anak kecil yang rebutan permen.
Salsa berlari kecil sembari tertawa pelan.
**
"Haduh, parah teman kamu, Sal," kata Dirga setelah masuk ke dalam penginapannya.
Salsa tertawa, "lah gimana lagi. Mungkin dia nggak tau kali," kata Salsa cuek.
"Wah parah sih! Saya ini kan suami kamu,"
"Dia kan dokter pindahan baru, kan,"
Dirga mengambil minuman dalam kulkas kecil dan meminumnya. Entah kenapa ia merasa sedikit kesal. Hanya sedikit!
"Maksud kamu apa Sal bilang kalau kamu nggak pulang, dulu? Kamu nungguin saya aja, pulangnya? Wah, udah mulai suka dong sama saya?" Kata Dirga setelah minum dan menghampiri Salsa yang duduk di atas ranjang. Dirga tersenyum manis untuk Salsa.
"Gimana, Sal? Sudah suka sama saya, belum?" Tanya Dirga sembari tersenyum jahil.
"Apa sih?! Pede banget jadi orang! Saya pulang terakhir karena ingin menikmati kota seribu sungai ini. Bukan semata karena kak Angkasa," kata Salsa dengan sewot sembari memalingkan mukanya enggan menatap Dirga.
"Sama dokter, tadi?"
"Kenapa? Kak Angkasa, cemburu?"
To be continued...
Hay maaf kemarin nggak update. Soalnya kemarin lagi jadi musafir. Bukan musafir cinta lho yaa hihihi.
YANG MAU IKUT GC GRUP BISA CHAT WA AKU ATAU IG @MEIGASELLAAP.
VOTE DAN KOMEN YAAA!!!
__ADS_1