
Dirga mematikan televisi yang sedang di tonton oleh ibu mertuanya. Hal itu membuat ibu mertuanya menoleh kemudian menatap tajam Dirga.
"Ibu sudah tua, jangan kebanyakan nonton sinetron. Mending di buat sholat sama ngaji aja," kata Dirga dengan santai tanpa memasang wajah tanpa rasa bersalah sedikitpun. Sedangkan, ibunya menatap Dirga dengan tajam seolah-olah ingin memakan menantunya saat ini juga.
Dirga semakin mendekat ke arah ibunya dan langsung menyenderkan kepalanya di bahu ibu mertuanya.
"Saya ini menantu yang baik hati dan tidak sombong lho bu," katanya dengan santai.
"Iya bener. Kamu memang baik hati dan tidak sombong. Murah senyum lagi. Apalagi senyumannya bikin-bikin nagih," kata ibunya dengan jengkel sembari melirik Dirga yang bersandar di bahu beliau. Beliau juga tampak santai ketika kepala Dirga berada di atas pundaknya.
Dirga yang mendapatkan pujian seperti itu langsung saja tertawa dengan keras. Ia mengangkat kepalanya dan tersenyum lebar menatap ibu mertuanya. Lalu, memeluk wanita paruh baya itu dengan sayang.
"Terima kasih, sudah melahirkan perempuan secantik Salsa," katanya dengan masih memeluk ibu mertuanya dengan sayang.
Ibunya juga ikut tersenyum dan kembali memeluk erat Dirga, "terima kasih sudah hadir juga di kehidupan kami," kata beliau dengan lembut.
Mereka yang sedang asik berpelukan tiba-tiba terdengar suara deheman. Siapa lagi jika bukan Salsa. Perempuan itu berdehem dan duduk di single sofa sembari memakan keripik singkong. Sejak kapan perempuan itu menyukai keripik, singkong?
Dirga melepaskan pelukan, begitu sebaliknya dengan ibu mertuanya, "ada yang ngambek nih," kata Dirga sembari menatap Salsa yang asik memakan keripik singkongnya.
"Pede banget sih jadi orang," kata Salsa setelah menelan keripik singkongnya yang sudah lembut ia kunyah.
"Woh iya dong Sal. Jadi orang itu memang harus percaya diri lho. Karena, Memiliki sifat percaya diri dapat menumbuhkan jiwa pemimpin pada seseorang. Dengan percaya diri, akan lebih mudah mengambil keputusan penting dalam hidup, serta jauh dari rasa bimbang," kata Dirga sembari menyisir rambutnya ke belakang dengan gaya yang sok cool. Hal itu membuat Salsa ingin muntah melihat Dirga yang lama kelamaan menjadi manusia alay. Dan benar, ternyata Salsa langsung mual. Perempuan itu langsung berlari ke arah wastafel yang memang tersedia di ruangan keluarga itu.
__ADS_1
Bundanya juga ikut bangkit sembari memijit tengkuk Salsa, "kamu hamil paling. Besok sekalian periksa. Apa perlu di temeni sama suami, kamu?"
Salsa menggeleng.
"Kenapa?"
"Tuh kan, apa yang saya bilang, Sal. Kamu itu udah pasti hamil. Makanya mual terus. Besok saya anterin periksa. Supaya kamu makin semangat. Saya jemput deh di ruangan kamu," kata Dirga yang membuat Salsa semakin bertambah mual.
Salsa memijit kepalanya yang merasakan pusing yang tiba-tiba datang mendera, "kakak diam aja. Salsa jadi makin pusing," katanya sembari memijit kepalanya yang semakin pening karena Dirga yang terus menerus mengoceh layaknya burung yang tidak keluar dari kandang selama berpuluh-puluh tahun.
Salsa kembali duduk dan mencomot keripik singkongnya lagi di samping bundanya.
"Sejak kapan kamu suka keripik, singkong?" tanya Bundanya yang sedari tadi sebenarnya heran melihat Salsa dengan asiknya memakan keripik singkong. Beliau cukup hafal dengan Salsa yang tidak menyukai keripik singkong dan sekarang malah memakan makanan tersebut dengan asik.
"Sejak tadi bunda. Ternyata enak. Salsa nyesel nggak suka dari dulu," katanya dengan mencomot keripik singkongnya lagi.
"Nggak gitu juga kali kak," katanya di sela-sela tawanya, "malah kayak patung bapak baseman," lanjut Salsa.
"Saya rela jadi patung bapak baseman asalkan kamu bahagia," katanya dengan santai.
"Heleh lebay. Semua cewek aja di bilang kayak gitu," Salsa menjadi sewot sendiri.
Entah kenapa dengan adanya suasana yang seperti ini membuat hati siapapun yang merasakannya akan menjadi tenang. Berkumpul dengan keluarga adalah momen yang paling menyenangkan. Bisa bercengkrama bersama serta mengeluarkan keluh kesah. Layaknya hati Salsa yang sekarang merasakan cukup dengan bahagianya yang sekarang walaupun ayahnya sudah berada di tempat yang lebih baik. Hati perempuan itu menghangat, karena kehadiran Dirga yang membuatnya semakin bersyukur dalam menjalani hidup. Dan sebenarnya, ia memang harus bersyukur dengan apa yang ia miliki saat ini. Di luaran sana masih banyak orang-orang yang tidak memiliki kebahagiaan yang sekarang Salsa dapatkan. Namun, rasa pedulinya terhadap sesama juga tidak akan pudar karena terlalu terlena dengan kebahagiaan yang di miliki sekarang sehingga melupakan derita orang lain. Salsa akan tetap menjadi dirinya sendiri yang peduli terhadap orang lain.
__ADS_1
Dirga beralih tempat duduk di sebelah Salsa yang sofanya hanya muat untuk satu orang, namun cowok itu memaksakan diri sehingga membuat Salsa merajuk dan pindah ke sofa lainnya. Entah apa maksud lelaki itu menggeser posisi Salsa.
"Ara! Sini, nak! Gabung sama kami," tiba-tiba bunda Salsa memanggil Ara yang berjalan hendak ke dapur. Perempuan itu mengangguk dan menjawab setelah ke dapur mengambilnya minuman. Dan ikut bergabung dengan mereka. Ara juga membawakan sebuah camilan yang ia bikin tadi sore. Sejak dulu, Ara memang suka memasak.
Ara duduk di sebelah bunda Salsa. Perempuan itu sembari menundukkan kepalanya dengan malu. Entah malu dengan siapa?
Tiba-tiba Dirga bangkit dari duduknya sembari menarik Salsa dan membuat Salsa menatap tajam Dirga sembari mencengkram erat tangan Dirga sekilas guna memberikan kode pada Dirga untuk menghargai Ara.
"Waktunya sholat isya', Sal. Ayo sholat dulu," kata Dirga mengerti kode dari Salsa. Ini kenapa jadi main kode-kodean layaknya anak pramuka saja. Kemudian Dirga beralih menatap ibu mertuanya, "ibu juga sholat isya' jangan suka nonton sinetron saja. Nanti kena azab," katanya yang langsung mendapat pukulan dari Salsa. Lelaki itu memang suka bercanda.
Ibu mertuanya menahan tawanya melihat Dirga yang konyol sebagai menantunya, "nggak perlu di ingetin," tukas beliau.
"Biasanya kalo orang tua suka lupa," timpal Dirga.
"Ibu masih ingat!"
"Ya udah terserah ibu, saya mau sholat dulu."
Dirga langsung menggandeng tangan Salsa dengan paksa. Ia sudah tidak peduli jika Salsa akan mengomel sesampainya di kamar. Haha!
Dan benar saja, perempuan itu mengomeli dirinya. Bukannya malah terlihat menakutkan, Salsa malah terlihat cute. Ingin sekali Dirga memasukkan Salsa ke dalam karung dan di simpan di dalam lemari untuk menjadi bonekanya. Sengaja ia simpan di lemari agar tidak cepat rusak. Namun karena Dirga terlalu sayang dengan boneka itu, setiap malam ia peluk boneka itu alias Salsa. Boneka lucu yang setiap malamnya akan menjadi teman tidurnya sampai ia keriput.
To be continued...
__ADS_1
Maaf baru update guyss. Ayo support kuuu.
Follow Instagram aku yaaa @meigasellaap. Yang mau ikutan grup chat langsung follow aja. Makasih.