Imamku, Tentaraku

Imamku, Tentaraku
selama hidup Angkasa


__ADS_3

...Saya akan menjaga kamu selama hidup saya, bukan untuk selamanya. Karena saya tidak tahu, seberapa lama lagi saya hidup...


...-Angkasa Dirgantara...


Salsa menatap Ara yang sedang berbaring lemah di atas ranjang. Perempuan itu sedang menutupkan matanya sehingga Salsa puas memperhatikan Ara. Hati Salsa terenyuh karena melihat kondisi kakak sepupunya yang melas. Siapa yang dengan teganya telah menghamili kakak sepupunya, itu? Salsa menduga-duga jika sebab Ara membatalkan pernikahannya dengan Dirga karena perempuan itu sedang hamil diluar nikah. Namun, Salsa segera beristighfar karena sudah berpikiran jelek terhadap Ara.


Perut Ara yang membesar membuat Salsa ingin menangis melihatnya. Kasihan bayi yang berada dalam kandungan Ara yang harus menjadi korban. Tanpa seorang ayah, bayi itu akan lahir. Bagaimana jika posisinya berada di posisi, Ara? Salsa pasti tidak akan kuat menahan apa yang Ara timpa sekarang. Allah memang memberi jalan manusia masing-masing dengan manusia itu sendiri yang menjalani kehidupan.


Salsa sudah meneteskan air matanya jika Ara sudah tidak menjadi bagian keluarganya lagi. Tadi pagi, Ara berniat untuk memberitahukan keberadaan Ara yang ada di rumahnya kepada kedua orang tua Ara, namun dengan tegas kedua orang tua Ara telah mencoret nama baik Ara. Mereka juga tidak menyangka terhadap sikap Ara. Ara berpamitan untuk menuntut ilmunya lagi di negeri orang. Namun, apa balasannya? Ara malah pulang dengan mengandung bayi tanpa ayah. Tentu saja kedua orang tua Ara sangat kecewa sehingga membuat Ara di usir dari rumahnya. Sekali lagi, Salsa tidak akan kuat berada di posisi Ara dan harus mengangkat beban perempuan itu.


Sebenarnya, Salsa juga kecewa dengan Ara karena Ara yang melepas jilbabnya. Ara selalu menjadi panutannya. Tapi sekarang? Ara malah melepas hijabnya.


Dirga masuk ke dalam kamar Ara. Laki-laki itu berdiri di samping Salsa yang duduk di bibir tempat tidur Ara berbaring. Setelah Ara di bawa pulang dari rumah sakit, Ara masih lemas dan membutuhkan waktu istirahat yang cukup.


"Doain aja yang terbaik," celetuk Dirga dengan tiba-tiba. Laki-laki itu sembari bersedekap menatap mantan calon istrinya yang terbaring menyedihkan di atas tempat tidur dengan posisi hamil besar. Walaupun Dirga kecewa dengan Ara, ia harus tetap menghargai Ara sebagai wanita. Karena sudah menjadi bagian tugasnya untuk menghormati wanita.


Dirga mendekat dan berjongkok di depan Salsa yang menangis. Lalu, tangan kekar milik Dirga telah menghapus air mata Salsa yang turun membasahi pipi perempuan itu. Dengan lembut, Dirga menghapusnya. Perempuan yang ia sayangi kini menangis.

__ADS_1


"Everything gonna be okay. Jangan takut ya, Sayang," kata Dirga dengan lembut sembari menarik Salsa berdiri dan langsung memeluk perempuan itu dengan sayang. Ia tahu Salsa akan sedih, mengingat betapa dekatnya dulu Ara dengan Salsa.


Salsa menangis dalam pelukan Dirga. Dirga mengelus punggung Salsa dengan lembut agar istrinya itu tenang. Sesekali Dirga mengecup puncak kepala Salsa dengan sayang guna menetralisir kesedihan Salsa.


"Ayo kita sholat Ashar dulu," katanya dengan lembut yang di angguki oleh Salsa. Mereka berdua keluar dari kamar Ara. Berjalan menuju kamar mereka.


Salsa segera mengambil air wudhunya, begitu sebaliknya dengan Dirga. Salsa yang telah selesai duluan, ia segera menata dua sajadahnya dan Dirga yang akan menjadi imamnya. Mereka berdua segera melaksanakan sholat Ashar bersama. Hal seperti ini yang di bayangkan oleh banyak perempuan termasuk Salsa. Salsa bersyukur sekali karena memiliki imam seperti Dirga.


Setelah di tahiyat akhir mereka selesai sholat, Salsa mencium punggung tangan Dirga. Dirga membalas mencium puncak kepala Salsa. Hal itu sangat membuat hati Salsa terasa nyaman. Gemetar seluruh tubuhnya ketika Dirga menciumnya. Dengan sayang Dirga mengelus puncak kepala Salsa sembari berkata, "terima kasih sudah menjadi bagian hidup saya," katanya dengan lembut.


Salsa tersenyum manis sembari menganggukkan kepalanya.


Salsa menunjukkan jari kelingkingnya di depan Dirga. Hal itu membuat Dirga mengangkat sebelah alisnya, "apa?"


"Janji buat kembali menjadi imamnya sholat Salsa lagi," kata Salsa dengan cemberut. Hal itu membuat Dirga gemas dengan Salsa. Dirga mencubit pipi Salsa pelan sehingga membuat Salsa semakin bertambah cemberut.


"Saya nggak bisa janji, Sal. Takut mengingkari janji saya sendiri," kata Dirga yang membuat Salsa semakin gelisah, "tapi saya bakal berusaha buat jadi yang terbaik biar bisa jadi imam kamu sholat lagi kayak gini," lanjutnya yang membuat hati Salsa tenang. Tapi, tidak seluruh hatinya bisa tenang. Tetap saja masih ada rasa khawatirnya. Mengingat tugas tentara adalah mengamankan suatu kawasan dari perang atau konflik. Waktunya pun tidak sebentar, bisa dari hitungan bulan hingga tahunan. Tugas negara ini pun membuat fokus dia tercurahkah hanya untuk kepentingan negara. Dan harus siap-siap untuk jarang dihubungi. Berat memang, namun harus siap dan ikhlas menjalaninya. Walaupun dari awal mereka menikah, Salsa tidak tahu apa-apa. Namun, mau tidak mau, Salsa harus rela melakukan hubungan jarak jauh dengan Dirga. Walaupun rasa takutnya semakin besar. Ia harus ikhlas lahir batin menjadi istri pengabdi negara. Salsa harus menjadi pendukung yang hebat untuk suaminya sendiri.

__ADS_1


Dengan masih menggunakan pakaian sholatnya, Dirga memeluk Salsa dengan erat dengan sesekali mencium puncak kepala Salsa dengan sayang.


"Saya akan berusaha sebaik mungkin," kata Dirga dengan lembut.


Pelukan Dirga akan menjadi hal ternyaman yang pernah Salsa rasakan bersama lelaki itu.


"Mau Salsa masakin, nggak?" tawar Salsa di dalam pelukan Dirga. Membuat Dirga menunduk dan bertanya, "mau masak, apa?"


"Apa aja yang kakak suka," kata Salsa dengan senang hati.


"Emang yakin bisa, masak? Masak nasi aja gosong," tiba-tiba Dirga merusak suasana romantis yang Salsa buat dengan susah payah membuang gengsinya sendiri. Hal itu membuat Salsa merajuk dan menatap Dirga dengan tajam.


"Gitu aja ngambek," Dirga memeluk Salsa lebih erat lagi. Lelaki itu semakin gemas dengan sikap Salsa yang semakin hari membuatnya terpesona. Haha! Dasar Angkasa Dirgantara!


Dirga mengajak Salsa untuk membereskan sajadahnya. Laki-laki itu segera mengajak Salsa untuk ke dapur. Sesuai permintaan Salsa yang akan memasakkan untuk dirinya. Jika tidak di turuti, perempuan itu akan merajuk lagi dengan Dirga.


Cita-cita Dirga adalah menjadi imam terbaik untuk Salsa. Yang mampu menuntun Salsa dalam jalannya Allah swt. Dan menjadi kepala keluarga yang tegas. Dan Salsa adalah pelengkap hidupnya. Sebut saja support system Dirga dalam menjalani kehidupan ini. Hal yang paling Dirga suka, Salsa ternyata menyukainya sudah cukup lama. Selama ia masih duduk di bangku SMA beberapa tahun yang lalu. Cinta perempuan itu dengan tulus telah mencinta Dirga selama itu. Sedangkan Dirga? Ia hanya mampu menyakiti perempuan itu. Dirga tidak bisa membayangkan bagaimana berada di posisi Salsa saat itu. Dan Dirga juga sudah berjanji akan menjaga Salsa selama hidupnya. Iya, hanya cukup selama hidupnya. Bukan untuk selamanya. Karena Dirga tidak tahu, seberapa lama lagi Dirga hidup di dunia. Ia hanya berdoa yang terbaik saja.

__ADS_1


....


Aku update spoiler cerita ini di Instagram aku @meigasellaap


__ADS_2