
***
Dibalik semak-semak, terlihat seorang gadis bersama temannya sedang mengepalkan tangannya melihat kejadian tersebut.
“Ahh! Apakah kita harus mengambil kesempatan ini untuk mengembalikan nama baik kita di Kampus ini?“ ujar salah satu gadis diantara mereka.
“Lebih baik seperti itu. Daripada, nama baik kita seperti ini terus, apa kamu tidak malu, setelah nama kita dicap buruk oleh orang-orang?“ sahut gadis itu.
“Tentu saja, tapi harus bagaimana lagi? Tidak mungkin aku memaki-maki orang tersebut. Seperti yang kamu ketahui, aku selalu menjaga pencitraan dibandingkan rencana,“ ujar temannya lagi.
“Sudahlah, Cy. Sebaiknya kita fokus dengan rencana kita yang kesekian kalinya. Sudah berapa kali gagal. Rasanya aku lelah sekali untuk membuat rencana dan rencana,“ keluh gadis itu yang ternyata kalah Naomi.
“Daripada membuang waktu dan tenaga kita terus-menerus untuk musuh kita, sebaiknya kita ambil saja kesempatan emas ini. Ingat, kesempatan tidak akan datang dua kali,“ sahut teman Naomi yang ternyata adalah Nancy.
__ADS_1
“Ya, kau memang benar. Namun, apa yang kau maksud dengan mengambil kesempatan emas ini? Apakah maksudmu kita akan berpura-pura menjadi ...“ Naomi tidak melanjutkan kalimatnya. Ia memberikan sebuah petunjuk berupa kode isyarat tangan kepada Nancy.
“Ya, tentu saja! Mengapa tidak!“ seru Nancy dengan tegas menandakan bahwa mereka berdua tidak boleh menyia-yiakan kesempatan emas yang sudah ada didepan mata.
“Hem, benar juga sih! Apa kita perlu mengatur sebuah rencana lagi untuk mengambil kesempatan ini?“ Lagi-lagi, Naomi memberikan sebuah petunjuk berupa kode isyarat tangan kepada Nancy. Nancy pun mengerti akan kode isyarat tangan yang diberikan oleh Naomi.
Kedua gadis yang sama-sama berinisial N dan juga sepasang sahabat itu mulai mengatur rencana. Jangan mengira mengatur rencana, semudah seperti yang kalian bayangkan. Lihatlah sepasang sahabat yang sama-sama berinisial N ini, mereka mengatur satu rencana saja mengeluarkan waktu hampir satu hari dan tenaga yang cukup banyak.
Dan lagi-lagi, sepasang sahabat yang sama-sama berinisial N atau mungkin lebih cocok dipanggil Double N, tidak memberitahukan kepada kita semua, apa rencana yang sedang mereka atur.
***
Satu hari di Kampus Lily tersebut, benar-benar tidak ada waktu pelajaran sama sekali. Waktu pelajaran mereka selama satu hari penuh ini digunakan untuk literasi atau membaca buku.
__ADS_1
Semua mahasiswa begitu antusias membaca buku novel yang mereka dapatkan. Terlebih lagi buku novel yang mereka dapatkan dan juga sedang mereka baca saat ini merupakan buku novel ciptaan penulis favorit mereka. Mereka semakin antusias.
“Penulis ini selalu bikin cerita yang nggak pernah bikin bosen!“ seru mahasiswa 1 kepada temannya.
“Ya, apalagi penulis ini! Ceritanya benar-benar bikin aku deg-degan saat bagian konfliknya. Pokoknya the best lah!“ sahut mahasiswa 2 yang tidak mau kalah berbagi ceritanya.
“Benar banget! Hari ini menyenangkan sekali ya! Tidak ada pelajaran yang membuat otak kita berolahraga dan membuat otak kita meledak disaat itu juga! Hari ini adalah hari menyenangkan dan tidak bisa dilupakan!“ ujar mahasiswa 3 yang tiba-tiba menghampiri kedua mahasiswa tersebut yang sedang berbincang.
“The best pokoknyalah untuk hari ini! Aku suka hari membaca atau literasi!“ tambah mahasiswa 3 dengan wajahnya bersemangat untuk kembali melanjutkan bacaan.
Buku novel yang diberikan tadi semuanya tidak kalah seru. Ada cerita yang bersangkutan dengan fantasi timur, isekai, dan bahkan cerita yang tidak kalah menarik lainnya. Para mahasiswa begitu antusias dan bahkan beberapa diantaranya sudah membaca 5 buku novel sekaligus dalam satu hari hingga benar-benar selesai, tidak ada satupun peristiwa dalam cerita yang terlewatkan.
***
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya ya. Terimakasih banyak 🙏🏻