Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama

Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama
ZD | 57 : LULUH


__ADS_3

Zayn mulai menjelaskan semuanya dari awal hingga akhir tanpa ditutup-tutupi. Mulai dari ia pergi ke lokasi acara kelulusan terlambat karena ia berangkat terlambat ditambah dengan kemacetan di jalanan. Lalu, ia pergi mencari keberadaan Zilya yang hilang. Penculikan Dania. Penangkapan Evan. Dan hingga mereka bisa berada di Rumah Sakit tersebut.


Sofi dan Arya hanya menyimak penjelasan Zayn. Entah kenapa nama Evan terdengar tidak asing di telinga mereka.


“Papa rasa, setelah ini kalian harus kembali ke acara kelulusan kalian,“ ujar Arya setelah lamanya diam.


“Mama setuju sama apa yang Papa katakan. Setelah ini, kalian harus segera kembali. Kasihan dosen disana sedang mencari. kalian. Mereka khawatir sama kalian,“ tutur Sofi.


Zayn hanya diam. Dalam hati, ia membenarkan apa yang dikatakan Papa dan Mamanya.


“Baiklah, Pa, Ma.“ Zayn akhirnya mengeluarkan suaranya.


“Zayn, setelah pulang dari acara kelulusan nanti, Papa mau kamu mengajak gadis itu ke Mansion Besar. Ada yang ingin Papa bicarakan dengannya,“ Zayn menganggukan kepalanya.


***


Setelah Zilya diperbolehkan pulang, Zilya dan Zayn pun segera menuju ke lokasi acara kelulusan mereka.


“Bram! Tolong jagain Dania ya!“ ucap Zayn lalu bergegas pergi tanpa menunggu jawaban dari Bram.


“Hah?“ Bram menoleh kearah Dania. Ia diminta untuk menjaga gadis ini?


“Haishh, lagi dan lagi. Miris banget nasib aku jadi asistennya,“ Bram menggerutu dalam hati.


Di tempat acara kelulusan Zilya, Zayn beserta mahasiswa-mahasiswi di Kampus tersebut.


Kedatangan Zilya yang tiba-tiba membuat suasana menjadi semakin heboh. Apalagi Zilya datang bersama Zayn. Wajah Zilya yang terlihat pucat tersamarkan dengan polesan make-up, membuat Zilya terlihat menjadi bidadari cantik di acara tersebut.


“Zilya?“ Mei langsung menghampiri sahabatnya, lalu memeluknya,

__ADS_1


“Kamu ke mana saja, Zil? Kamu baik-baik saja, kan?“ Mei memeriksa tubuh Zilya.


“Aku baik-baik saja, Mei. Ekspresi kamu jangan terlalu khawatir banget lah, Mei.“ Mei pun menghembuskan napasnya dengan lega.


“Syukurlah kalau kamu baik-baik saja, Zil,“


Seorang dosen menghampiri mereka dengan langkah tergesa-gesa.


“Zilya, Zilya.“ panggil dosen tersebut membuat Zilya menolehkan wajahnya.


“Kamu dari tadi dicari. Ayo naik ke atas panggung. Oh ya, Zayn juga ya,“ Hal tersebut membuat Zilya dan Zayn mengerutkan dahinya.


“Ayo jangan lama-lama,“ Dosen tersebut menarik tangan Zilya dan Zayn untuk naik ke atas panggung.


Suasana masih heboh. Karena tidak seperti biasanya, penampilan Zilya secantik ini. Zilya yang sudah cantik alami ditambah dengan polesan make-up benar-benar membuat dirinya secantik bidadari.


Acara kelulusan pun berlanjut dengan lancar. Dari waktu pagi dan tidak terasa, acara sudah berada di detik-detik selesainya acara tersebut.


“Sekali lagi, kami mengucapkan selamat untuk mahasiswa-mahasiswi yang sudah berprestasi. Bagi yang belum, jadikan ini motivasi untuk kalian menjadi yang lebih baik lagi. Semoga kalian menjadi orang sukses. Ibu serta dosen-dosen lainnya mengucapkan selamat, dan kami meminta maaf jika selama ini selama mengajar ataupun hal-hal lainnya yang membuat kalian merasa tidak enak dan sebagainya. Terima kasih banyak sudah mengikuti acara ini,“


Acara kelulusan selesai. Semua hadirin dibagikan makanan termasuk Zilya dan Zayn.


“Zilya, ada yang ingin aku sampaikan denganmu,“ Wajah Zayn begitu serius mengucapkannya.


“Baik, kita bicaranya di sana saja ya,“ Zilya menunjuk tempat duduk kosong yang agak jauh dari posisi mereka.


“Ok,“


“Papa-ku memintamu untuk pergi ke Mansion. Beliau mengatakan ada sesuatu penting yang hendak ia sampaikan kepadamu, Zil,“ Tanpa basa-basi, Zayn langsung menyampaikan sesuai yang dikatakan oleh ayahnya.

__ADS_1


“Baiklah, berikan alamat Mansion keluargamu. Aku akan segera ke sana,“ jawab Zilya.


“Aku akan mengantarkanmu,“ ucap Zayn yang membuat Zilya tidak bisa berkata-kata lagi.


Hari ini, Zayn begitu perhatian dengannya. Membuat hatinya luluh dengan perhatian yang diberikan Zayn. Namun, disisi lain, ia takut apabila Zayn hanya ingin mempermainkan hatinya saja.


“Kamu tidak keberatan kan, jika aku akan mengantarkanmu?“


“Tidak begitu,“


***


Semua hadirin sudah hendak pulang, termasuk Zilya dan Zayn. Hanya saja, Zilya tidak langsung pulang, melainkan ikut bersama Zayn ke Mansion.


“Akhirnya selesai juga kalian ya,“


Mereka berempat pun bergegas pergi ke Mansion keluarga Zayn. Bram dan Dania juga ikut serta. Walaupun tidak tahu akan berbuat apa disana.


Sesampainya mereka di Mansion Keluarga Zayn, mereka langsung disambut hangat oleh Pelayan.


“Silakan duduk, Tuan dan Nona-nona,“ ucap Pelayan dengan hangat.


Arya dan Sofi langsung dikabari oleh Zayn, apabila mereka telah sampai di Mansion.


“Kamu, ikuti saya,“ Entah mengapa, Arya begitu mudah membedakan mana Zilya dan saudari kembarnya. Zayn yang melihatnya menjadi bingung. Padahal hari ini adalah pertemuan mereka pertama kalinya.


“Baik, Tuan.“ Zilya membungkuk hormat lalu mengikuti Arya dan Sofi.


Arya sendiri juga tidak tahu mengapa dirinya bisa membedakan gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2