Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama

Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama
ZD | 44 : BERTEMU


__ADS_3

Hari-hari pun berlalu. Dan waktu tidak terasa, sudah dua minggu kepergian Zilya. Zilya sendiri tidak mengatakan dia pergi kemana, dan Zilya hanya terus mengatakan bahwa dia memiliki urusan. Entah urusan apa yang membuat Zilya harus pergi selama itu.


Hari ini tepat dimana, Zilya ingin kembali. Sebenarnya urusannya sudah selesai sejak kemarin, hanya saja ia ingin beristirahat sebentar sekaligus membeli oleh-oleh untuk sahabatnya dan juga teman-teman sekampus dengannya.


“Akhirnya tidak ada lagi yang tertinggal. Saatnya aku berangkat ke Kota kelahiranku,“


Zilya mulai menaiki pesawat pribadinya. Mencari tempat duduk yang sesuai, barulah ia menduduki tempat duduk tersebut.


“Aku tidak menyangka. Sebentar lagi aku akan kembali,“ ucap Zilya sambil tersenyum.


Selama dua minggu pulalah dirinya berada di Kota K. Mengurus urusannya hingga benar-benar kelar total tanpa tersisa sedikitpun.


Di Kota K lah, dimana dia meneruskan impiannya selama ini. Yaitu menjadi seorang penulis. Gelarnya kali ini bukan main-main, ia mendapatkan gelar penulis dengan tingkat tertinggi.


Aktivitas Zilya selama dua minggu di Kota K juga bukan main-main. Hampir setiap hari, ia diwawancarai oleh para wartawan yang berbeda-beda. Dan para wawancara kadang mendatangi dirinya untuk bertanya bagaimana caranya menulis dengan baik dan benar. Para penggemarnya bahkan juga mendatangi dirinya untuk bertanya soal penulisan.


Mengingat dirinya sedang menyembunyikan identitasnya sebagai Zilya yang masih seorang mahasiswa, Zilya mengubah wajahnya dalam sekali polesan make-up. Wajahnya yang sudah menjadi cantik, menjadi semakin cantik setelah dipoles make-up.

__ADS_1


Penggemar Zilya Daisha semakin hari semakin meningkat. Pendapatan Zilya pun juga ikut meningkat. Zilya menggunakan uang yang didapatkan olehnya itu sebagai kebutuhan sehari-hari dirinya dan menyumbangkan sebagian ke Panti Asuhan.


***


Perjalanan Zilya kembali ke Kota kelahirannya membutuhkan waktu cukup panjang. Sehingga Zilya memilih memejamkan matanya untuk beristirahat.


Meskipun gelarnya kini berubah menjadi seorang penulis terkenal dengan tingkat tertinggi, hal tersebut tidak membuat Zilya angkuh. Zilya bahkan menggunakan pakaian sederhana namun terlihat elegan.


Hanya saja, wajahnya ia ubah dengan polesan make-up agar tidak ada yang mengetahui bahwa dirinya adalah Zilya Daisha yang dulunya sangat jelek. Meskipun itu adalah berita bagus, Zilya tidak ingin melakukannya sekarang, ia harus mengatur waktu yang tepat untuk membongkar seluruhnya.


“Akhirnya aku sampai,“


Zilya menarik koper pakaiannya dan masuk kedalam Bandara.


Setelah mengurusi urusan yang harus diurus, Zilya pun keluar dari Bandara.


Sambil menunggu pesanan taksi onlinenya datang, Zilya duduk disalah satu tempat duduk yang ada diluar Bandara. Sambil berpikir, ia akan pergi ke mana terlebih dahulu?

__ADS_1


“Apa aku pergi ke kontrakan dulu ya buat letakkin semua barang-barang ini? Setelah itu, berangkat ke rumah Mei,“


“Ah, tapi nanti malah jadi ribet pula kalau begitu. Rumah Mei berlawanan arah lagi dengan kontrakan,“


“Atau langsung pergi ke rumah Mei saja ya?“ Zilya tampak berpikir keras. Hingga tidak terasa, pesanan taksi onlinenya sudah datang dan menunggu dirinya. Zilya bergegas masuk kedalam mobil tersebut.


Setelah masuk, Zilya pun mengetik diponselnya pertanda ia sudah masuk kedalam mobil taksi.


Namun, sopir taksi tersebut membalas pesan Zilya membuat Zilya terheran membaca balasannya.


“Aduh, Nona. Sejak tadi saya masih menunggu di mobil. Nona juga tidak masuk-masuk. Apa Nona salah masuk mobil?“ balas sopir tersebut.


“Aku salah masuk mobil?“ gumam Zilya lalu melihat wajah sopir tersebut.


Raut wajahnya yang tadinya bingung berubah menjadi terkejut. Terkejut melihat wajah sopir tersebut. Raut wajah sopir tersebut juga tidak kalah terkejutnya melihat Zilya.


“Zi-Zilya?“

__ADS_1


__ADS_2