Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama

Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama
ZD| 85 : Kejutan dari Suamiku


__ADS_3

Setelah sampai, penutup mata Zilya pun dibuka. Zilya membelalakkan matanya tidak percaya sembari menutup mulutnya melihat semua ini.


“Ini beneran 'kan, bukan mimpi?“ tanya Zilya masih tidak percaya.


“Tentu saja beneran,“ jawab Zayn sembari memeluk erat istrinya dari samping. Membiarkan Zilya melihat hasil kejutan yang telah ia buat jauh-jauh hari sebelum hari pernikahan mereka. Ups, sepertinya typo, bukan jauh-jauh hari, melainkan kejutan ini baru saja disiapkan tepat di 1 hari sebelum pernikahan mereka.


Saat itu, Andre-lah yang bertugas menyiapkan segala persiapan disini.


“Kinerja kerjamu bagus, Ndre. Aku akan menambahkan bonusmu nanti,“ ucap Zayn dalam hati sembari tersenyum juga melihat istrinya tersenyum.


“Terima kasih atas kejutannya, suamiku. Aku tidak menyangka bahwa aku akan mendapatkan ****kejutan dari suamiku****,“ seru Zilya sembari meneteskan air mata.


“Jangan menangis. Aku akan merasa sangat bersalah sepanjang hidupku jika kamu menangis,“ jawab Zayn sembari menangkup kedua pipi Zilya dan mengelap air mata yang baru saja jatuh di pipi istrinya itu.


“Tidak. Ini bukan menangis karena sedih. Tapi menangis karena bahagia. Terima kasih, suamiku. Aku tidak tahu lagi bagaimana caranya membalas itu,“ sahut Zilya.


“Berjanjilah untuk tetap berada di sisiku selamanya apapun yang terjadi,“ pinta Zayn.


Permintaan Zayn membuat Zilya seketika merasa terharu. “Aku janji,“


Mereka saling berpelukan.


“Ayo kita duduk dulu. Bagaimana jika kita sekarang menikmati makanan yang dihidangkan sembari menikmati suasana alam disini?“ tawar Zayn.


“Ide bagus juga, ayo!“ jawab Zilya menyetujui ide Zayn. Mereka berdua duduk di kursi yang disediakan beserta mejanya juga. Tidak lama kemudian, seorang waiter datang dengan membawa buku menu.


“Bonjour, bienvenue au restaurant Kami Berjaya. Que voulez-vous commander? (Halo, selamat datang di Restoran Kami Berjaya. Mau pesan apa?)“ tanya waiter tersebut dalam bahasa Prancis.


“Je veux commander deux steaks de bœuf, (Saya mau pesan beef steaknya dua)“ jawab Zayn yang memang ahli dalam bahasa Prancis. Tentu saja seorang Zayn ahli dalam bahasa Prancis, karena ia sebagai CEO yang memiliki kerjasama dengan perusahaan dari berbagai negara.


“OK, deux steaks de bœuf. que veux-tu boire? (Baik, beef steaknya dua. Minumannya mau apa?)“ tanya waiter itu lagi.


“Zil. Kamu mau minum apa?“ tanya Zayn kepada Zilya dengan menggunakan bahasa Indonesia.


“Emm. Je veux la boisson du sidecar 1. (Saya mau minumannya sidecar 1)“ jawab Zilya dengan menggunakan bahasa Prancis membuat Zayn tidak menyangka-nyangka. Sepertinya masih banyak lagi yang harus ia ketahui tentang istrinya.


Sidecar adalah koktail tradisional yang dibuat dengan cognac, likeur orange (Cointreau, Grand Marnier, Dry Curaçao atau secangkir Triple sec), dan jus lemon. Dalam ramuannya, minuman ini kemungkinan paling dekat hubungannya dengan custa brandy yang lebih tua, yang berbeda baik dalam presentasi dan proporsi komponennya.


“Je viens de correspondre, (Saya samakan saja)“ Waiter itu hanya menganggukan kepalanya sembari menulis.


“OK. la nourriture est un steak de bœuf 2. et pour les boissons, side-car 2. (Ok, makanannya beef steak 2. Dan untuk minumannya side car 2)“ ulang waiter tersebut untuk memastikan.


Zilya dan Zayn hanya mengangguk.


“Nous vous remercions de votre commande. S'il vous plaît, attendez. (Terimakasih atas pesanan anda. Silakan ditunggu ya)“ Lalu ia bergegas keluar dari ruangan privat ini dan pergi ke dapur untuk melaporkan.


Zayn telah memesan ruangan privat di Restoran Kami Berjaya. Namun demikian, ruangan itu telah dihias dengan indahnya membuat siapapun yang melihatnya akan merasa sangat betah dan enak jika di pandang.


“Aku baru tahu lho, ternyata kamu juga bisa berbahasa Perancis,“ puji Zayn masih dengan rasa tidak menyangkanya sekaligus merasa kagum.


“Aku adalah seorang penulis, sayang. Tentu aku harus bisa menguasai beberapa bahasa luar agar ketika menulis, halunya semakin lancar. Apalagi sekarang sudah ada namanya teknologi, bahkan untuk mengartikan kata asing, kita tidak perlu lagi membuka buku dictionary karena semua bisa diketik dalam ponsel lalu ketemulah jawabannya,“ jelas Zilya dalam bahasa Indonesia.

__ADS_1


“Iya, kamu benar sayang. Aku bangga memiliki istri sepertimu,“


“Dan Aku juga bangga bisa memiliki suami sepertimu,“


Mereka saling memadu kasih. Tentu saja tidak merasa khawatir karena ruangan ini benar-benar privat. Bahkan seorang waiter ataupun waitress ketika ingin masuk untuk mengantarkan makanan, mereka harus mengetuk pintu atau menekan bel terlebih dahulu.


Bisa dikatakan ruangan ini cocok untuk ruangan orang-orang introvert. Menurut ahli di American Psychological Association, introvert cenderung menarik diri, pendiam, tenang, suka menyendiri, dan tidak tergesa-gesa atau berhati-hati. Tak cuma itu, seorang introvert juga lebih suka bekerja secara mandiri. Sayangnya, sifat atau karakter inilah yang sering kali menimbulkan berbagai “masalah”.


Namun, siapa sangka dibalik seseorang yang memiliki karakter introvert ternyata bisa jauh lebih sukses dibandingkan seseorang yang memiliki karakter ekstrovert?


Banyak orang-orang yang memiliki karakter introvert menjadi seorang bos besar, namun karena karakter mereka, sehingga mereka bekerja hanya dibalik layar saja. Eits, kenapa jadi bahas introvert ekstrovert ya? Lanjut ke topik.


“Excuse-moi. Voici la nourriture et la boisson. (Permisi. Ini makanan dan minumannya)“ ucap waiter tersebut dengan sopan lalu pergi meninggalkan ruangan itu.


“Merci (terimakasih),“ jawab Zayn dan Zilya bersamaan.


Waiter tersebut pun segera meninggalkan ruangan privat tersebut. Tinggalah sepasang pengantin baru itu. Masih pengantin baru lho ya, karena baru 2 harian usia pernikahan mereka.


“Sini, biar aku saja yang potong,“ seru Zayn sembari menarik piring milik Zilya.


“Tidak apa. Aku saja,“ tolak Zilya.


“Jangan, sayang. Kasihan nanti kamu makannya jadi lama. Potongnya agak susah karena dagingnya keras. Jadi, biarkan aku yang memotongnya dan menyuapimu!“ seru Zayn.


“Tapi?“ Zilya tidak mampu menolak, apalagi daging steak tadi sudah dipotong kecil-kecil oleh Zayn. Bahkan suaminya itu sudah menyodorkan sendok tepat di depannya.


“Terima kasih, suamiku. Dagingnya terasa enak,“ sahut Zilya.


“Tentu saja enak. Siapa lagi yang motong,“ ucap Zayn dengan sombongnya, bahkan ia sampai membusungkan d*d*nya.


Beberapa menit kemudian. Zayn telah selesai menyuapi Zilya karena dagingnya benar-benar habis tidak tersisa. Tinggal satu daging lagi yang tersisa milik Zayn.


“Tadi aku menyuapimu, maka sekarang giliranmu untuk menyuapiku,“ seru Zayn.


“Ba-baik,“ jawab Zilya dengan gugup. Daging milik Zayn memang sudah terpotong-potong kecil, sehingga tinggal disuapin saja kedalam mulut lalu dicerna oleh asam lambung.


Makanan mereka pun benar-benar telah habis. Tersisa minuman saja yang belum mereka sentuh.


“Kamu tahu, sayang?“ tanya Zayn.


“Tahu apa? Kamu saja belum mengatakan apapun, bagaimana aku bisa mengetahuinya? Aku saja tidak memiliki indra ke-enam,“ celetuk Zilya sembari mengerutkan bibirnya. Hal tersebut berhasil membakar gairah seorang Zayn Daffa.


“Apa kamu mau jika kita melakukannya disini?“ Usai mengecup sekilas b*b*r itu.


“Ti-tidak!“ jawab Zilya dengan tegas walaupun sebenarnya ia masih malu karena Zayn mengecupnya secara tiba-tiba.


“Maka dari itu, jangan menggodaku sayang,“ bisik Zayn tepat di telinga Zilya, lalu kembali ke tempat duduk awalnya tadi.


“Tadi apa yang mau kamu bilang, sayang?“ tanya Zilya berusaha mengalihkan topik pembicaraan mereka. Agar rasa malu di hatinya tadi segera menghilang, kalau bisa dari permukaan bumi supaya dia tidak bentar-bentar merasa malu.


“Oh … Aku baru ingat. Apa kamu tahu apa hal yang terindah dalam hidupku dan bahkan aku sangat-sangat mensyukurinya karena bisa mendapatkannya?“

__ADS_1


“Keluargamu?“ jawab Zilya.


“Salah satunya iya. Sebutkan 3,“ pinta Zayn sembari menatap wajah Zilya.


“Keluargamu, pekerjaanmu, dan satu lagi hmm,“ Zilya berpikir keras.


“Satu lagi, kekayaan yang kamu miliki saat ini?“ jawab Zilya lagi dengan ragu-ragu.


“Keluarga benar, pekerjaan juga benar, tapi satu lagi salah,“ sahut Zayn membuat Zilya semakin berpikir keras. Ia tidak tahu satu lagi hal terindah dan sangat disyukuri oleh pria yang telah berstatus suaminya selama 2 harian ini.


“Dikelilingi oleh wanita cantik?“


“Salah!“


“Menjadi orang kaya raya?“


“Salah!“


“Dikelilingi oleh orang-orang baik?“


“Salah!“


“Mmm … Apa yaa? Mantan kekasih terindahmu?“


“Aku tidak memiliki mantan kekasih, sayang. Kamu adalah kekasih pertamaku sekaligus kekasih terakhirku,“ jawab Zayn sembari menatap serius pada Zilya.


“Mmmphh,“ Zilya yang awalnya berpikir, malah disosor langsung oleh Zayn.


“Sayang!“ Zilya hendak protes.


“Mau lagi?“ tawar Zayn dengan gaya menggodanya.


“Ti-tidak!“ jawab Zilya dengan cepat. Ia takut tiba-tiba ada seseorang yang mengintip mereka berciuman. Yaa, walau di Negara luar tidak terlalu memperdulikan sebenarnya sih. Hanya saja, takut dijadikan berita buruk di Negara sendiri. Bermesraan tidak tahu tempat.


“Jadi, apa kamu sudah mengetahui satunya lagi?“ tanya Zayn mengalihkan topik awal mereka.


“Aku tidak tahu,“ jawab Zilya dengan jujur.


“Menyerah?“


“Menyerah,“


“Berjanjilah kepadaku untuk membayar kekalahanmu nanti malam,“ pinta Zayn.


“Apa!? Kenapa harus itu? Anunya masih sakit!“ protes Zilya.


“Aku berjanji akan melakukannya dengan perlahan. Lagipula tujuan kita kesini untuk melakukan honeymoon sekaligus liburan, bukan?“


“Mmm …“ Zilya berpikir.


“Berjanjilah untuk melakukannya dengan lembut! Jika tidak, aku tidak mau melakukannya bersamamu selamanya titik!“

__ADS_1


“Ya, aku janji,“ Mereka berdua saling mengaitkan jari kelingking mereka. Meskipun terlihat seperti kekanak-kanakan, tapi ini sangat bermakna bagi keduanya.


“Jadi apa?“ tanya Zilya dengan penasaran. Walau ia merasakan jantungnya tiba-tiba menjadi berdegup kencang. Ia sungguh ingin tahu sebenarnya apa hal yang menjadi hal terindah sekaligus yang sangat disyukuri oleh suaminya.


__ADS_2