Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama

Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama
ZD | 80 : PERNIKAHAN ZD ZD


__ADS_3

“Zilya Daisha dan Zayn Daffa. Tunggu saja pembalasanku. Aku tidak terima melihat kalian berbahagia diatas penderitaanku dan juga kakakku Rendi!“ Darwin mengepalkan tangannya dengan kuat.


Senang Melihat orang Susah


Susah Melihat orang Senang


Itulah SMS.


***


Dua hari kemudian. Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu oleh semua orang datang juga. Terutama pernikahan ini menyangkut salah satu penulis yang sedang terkenal di kalangan masyarakat sekarang, tentu para masyarakat tidak ingin melewatkannya. Dan seorang CEO kaya raya. Sudah kaya, menikah pula sama orang terkenal, sudah pasti jadi keluarga yang kaya raya akan money.


Niat hati ingin resepsi pernikahan ini dihadiri hanya orang-orang terdekat ataupun kerabat, eh malah hampir ribuan orang hadir. Mau tidak mau lokasi awalnya yang di sebuah Villa, diganti ke sebuah Hotel yang memiliki aula cukup besar dan dapat memuat ribuan orang.


Jangan tanya mengapa acara resepsi pernikahannya tidak diadakan di Mansion Utama, tentu karena salah satu peraturan utama di Mansion Utama yaitu dilarang membawa orang asing kedalam Mansion Utama.


“Bagaimana hasilnya?“ tanya MUA Zilya dengan gugup. Takut jika hasilnya tidak memuaskan dan akhirnya ia diusir. Itulah yang ada di benak MUA itu saat ini.


“Cantik sekali. Aku suka dengan hasilnya,“ jawab Zayn yang sempat terpukau dengan kecantikan Zilya. Orangnya sudah cantik, ditambah cantik, menjadi cantik cantik. Eh ga gitu dong!


“Sebagai bayarannya, aku akan membayarnya dua kali lipat!“ sahut Zayn sembari mentransfer uang kepada MUA tersebut.


MUA tersebut pun membuka ponselnya. Dan betapa terkejutnya ketika melihat nominal yang dikirim oleh Zayn. Bukan dua kali lipat lagi ini, tapi 10 kali lipat! Wah, sultan memang enak ya!


“Waduh, Tuan. Ini bukan dua kali lipat lagi, ini sudah 10 kali lipat. Ini terlalu banyak, Tuan. Tidak pantas saya menerima uang sebanyak ini,“ ujar MUA itu dengan perasaan tidak enak hati.


“Tidak apa. Ini bayaran yang memang pantas untukmu,“ jawab Zayn.


"Terima kasih banyak, Tuan. Terima kasih. Saya sangat bersyukur dapat menjadi MUA yang merias Nona Zilya dan Tuan Zayn. Terima kasih. Semoga acara resepsinya berjalan dengan lancar, dan hubungan Nona Zilya dan Tuan Zayn langgeng.“ doa MUA itu dengan tulus.


“Baik, terimakasih atas doanya,“ jawab Zilya dan Zayn serempak.


“Kalau begitu, saya permisi dulu ya. Sekali lagi, terimakasih,“ ucap MUA tersebut lalu meninggalkan Zilya dan Zayn berdua.


“Wah, udah cantik ini pengantinnya. Foto dulu yuk!“ ajak Sofi sembari mengarahkan kameranya pada Zilya.


“Zayn ikut dong, Ma!“ ujar Zayn.


“Ih, ini buat yang cewek-cewek dulu. Kamu sana sama papa aja!“ usir Sofi.


“Mama tega sekali. Masa aku jadi dilupakan,“ jawab Zayn sembari mengerutkan bibirnya.


“Ya sudah, ayo gabung,“ ajak Sofi pada akhirnya.


Mereka pun berselfie bertiga.


“Satu … Dua …“


Disaat hitungan ke-2 untuk mengklik cekrek, eh orang yang tidak disangka malah datang dan ingin ikut foto bersama.


“Hais! Papa jangan dilupakan dong!“ Hal tersebut membuat Sofi kesal setengah mati. Ini adalah kejadian ke-2 kalinya. Tadi adalah Zayn, okelah baru pertama, eh malah dibuat yang ke-2 kalinya. Hadeuh...


“Ya … ya,“ jawab Sofi dengan pasrah.

__ADS_1


“Satu … Dua … Tiga!“ Akhirnya foto itu dapat terambil juga.


Senyuman tampak terlukis di wajah. Senyuman yang seolah tak luntur daritadi, terutama Zilya.


“Semoga acaranya lancar ya. Ayo kita turun dulu,“


***


Acara resepsi pernikahan pun berjalan dengan lancar dari awal. Tamu yang hadir hampir tidak terhingga, hampir 10ribuan orang yang hadir dalam acara resepsi pernikahan Zayn Daffa dan Zilya Daisha.


Salah satu tujuan utama mereka, yaitu bisa makan enak tentunya. Di acara resepsi pernikahan Zayn dan Zilya, memang menyediakan makanan yang mewah dan juga mahal untuk para tamu. Salah satunya adalah Kaviar Almas. Seperti nama orang sih.


Informasi tentang makanan Kaviar Almas~


Gelar makanan paling mahal di dunia diraih oleh Kaviar Almas. Telur ikan Sturgeon albino ini hanya bisa diperoleh hampir setiap 100 tahun sekali. Harga satu kilogram telur ikan ini setara dengan harga beberapa mobil, yakni US$ 34.500 (Rp 515 juta). 


Siapa yang tidak menginginkannya coba? Harganya per kilogramnya sudah wow, apalagi puluhan kilogram. Jangan-jangan sampai miliaran lagi hanya untuk makanan ini?


Yaa, walau perlu ngeluarin uang sih buat biaya bensin untuk kesana. Tapi itu semua tentu diabaikan demi makanan yang harganya jutaan.


“Tamu yang tidak diundang saja datang. Hadeuh, dapat informasi lokasinya dari siapa sih!“ gerutu Zilya.


“Tentu saja dari kerabat terdekat mereka atau mungkin tetangga mereka. Atau bisa jadi melalui media sosial.“ ujar Zayn.


“Oh ya, kamu lupa ya? Kan kita menyebarkan informasi pernikahan kita di seluruh media sosial,“ sambung Zayn.


“Iya ya. Aku lupa, hehe. Pantesan saja ramai,“ cengir Zilya.


“Oh, baiklah. Sayang, aku pergi bentar ya,“ Zilya mengangguk.


“Bram! Tolong jagain istriku,“ perintah Zayn.


“Baik, Tuan!“ jawab Bram.


Zayn pun naik keatas panggung dan disorakin oleh para tamu.


“Nona Zilya. Apa sahabat Nona datang?“ tanya Bram.


“Maksudmu, Mei?“ Bram mengangguk.


"Seharusnya dia datang, karena aku sudah mengirimnya surat undangan. Dan ya, dia juga mengatakan kalau dia akan datang tapi telat,“ jelas Zilya.


“Coba Nona hubungi dia. Takutnya lupa atau gimana,“ pinta Bram.


“Tumben banget kamu tanyain soal Mei. Jangan-jangan kamu suka Mei lagi ya?“ tebak Zilya.


“Hehe, iya Nona,“ jawab Bram sembari menundukkan kepalanya.


“Semangat ya. Mei itu orangnya agak pendiam, makanya lebih suka mendam perasannya. Jadi, aku minta kalau kamu benar-benar suka dengan dia, tolong buat dia benar-benar nyaman denganmu,“ pesan Zilya yang benar-benar tidak disangka.


Dikira tidak akan direstui mengingat dirinya hanyalah seorang asisten pribadi seorang CEO. Eh, tidak disangka-sangka, ia malah direstui dan malah diberi pesan oleh sahabat orang yang ia cintai untuk maju.


“Terima kasih Nona atas pesannya. Saya tidak menyangka bahwa Nona akan merestui saya untuk tetap maju mendekati sahabat Nona,“ jawab Bram dengan penuh terharu.

__ADS_1


“Sama-sama. Cepat sana, dia sudah datang!“ seru Zilya membuat Bram terkejut. Ia tidak menyangka istri majikannya ternyata memiliki penglihatan yang sangat tajam. Ia saja tidak melihat, bagaimana bisa istri atasannya yang posisinya lebih jauh dapat melihatnya? Atau jangan-jangan dirinya memiliki rabun jauh lagi?


“Benarkah?“ tanya Bram dengan wajah berbinar.


“Tentu saja! Cobalah kau lihat di pintu masuk sana! Mei baru saja masuk,“ jawab Zilya.


“Tapi Nona? Tuan Zayn memerintahkanku untuk menjaga Nona,“ ujar Bram dengan ragu untuk menghampiri gadis yang ia cintai.


“Tidak apa. Disini juga banyak orang. Tidak mungkin ada yang menculikku di tempat umum. Sudahlah, pergi sana!“ usir Zilya.


“Terima kasih, Nona Zilya!“ jawab Bram dengan senang. Ia bergegas menghampiri gadis yang sekarang menempati di hatinya.


Di Panggung.


“Yang mendapat hadiah berupa uang sebanyak 10juta adalah …“ ucap MC tersebut sembari membuka gulungan kertas yang diambil oleh Zayn.


“Selamat kepada pemilik nomor undian 09167! Diharapkan kepada pemilik nomor undian untuk segera naik ke atas panggung,“ sambungnya.


“Dalam hitungan ke-3, jika pemilik nomor undian 09167 tidak naik juga ke atas panggung, maka dengan ini hadiahnya hangus!“


“Hangus … Hangus … Hangus!“ sorak para tamu.


Heran pada para tamu. Bukannya turut senang kepada salah satu tamu yang mendapatkan hadiah 10juta, eh malah disorakin agar hangus. Sungguh tega sekali!


“Satu … Dua … Tiga! Dengan ini, nomor undangan 09167 hangus!“ seru MC.


“Yessssss!“ sorak para tamu dengan bahagia. Itu artinya mereka masih bisa berkesempatan mendapatkan hadiah yang tidak terkira itu.


***


Di sisi lain.


“Bagaimana acaranya?“ tanya Darwin pada anak buahnya di telepon.


“Sekarang acaranya door prize besar-besaran, Bos!“ jawab anak buahnya.


“Bagus, ini acara yang paling kutunggu-tunggu! Karena para tamu pasti asik dengan acaranya, tentu tidak akan menghiraukan apapun yang ada disekitarnya!“


“Kirim pasukan anak buah kira-kira sekitar 10-20an lah ke sana!“ perintah Darwin.


“Yang benar, Bos? Hanya 10-20? Acara resepsi ini dihadiri ribuan orang, yang mungkin jika dikira-kira ada sekitaran 10ribuan. Masa hanya mengirimkan 10-20an anak buah saja?“ heran anak buahnya.


“Bukan itu maksudku. Maksudku, sekarang kirimkan 10-20 anak buah yang akan mengawasi keadaan dulu. Ingat, jangan buat sesuatu yang membuat kita tampak mencurigakan! Jika bisa, seragam yang dikenakan juga sama, aku tidak mau tahu bagaimanapun caranya!“ perintah Darwin.


“Baik, Bos!“ jawab anak buahnya.


Tut! Panggilan pun dimatikan secara sepihak oleh Darwin.


“Aku tidak sabar menanti kehancuran kalian berdua,“ serunya sembari menghisap rokoknya.


“Sangat disayangkan seorang penulis terkenal di seluruh dunia harus mendapatkan nasib tragis seperti ini.“


“Sayang juga pada suaminya. Baru saja menikah beberapa jam, istrinya sudah keburu mat*!“ Darwin tertawa keras.

__ADS_1


__ADS_2