Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama

Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama
ZD | 33 : GELANG


__ADS_3

Hari itulah yang menjadi kenangan tak terlupakan oleh Zayn. Zayn melihat gelang bertuliskan huruf D yang digunakannya dari dulu hingga saat itu. Gelang itulah yang menemaninya selama ini tanpa sosok Dania.


Zayn melihat jam tangannya. Ia pun bergegas kembali masuk kedalam kelas. Mengambil buku miliknya yang tadi ia letakkan di meja sebelah tempat duduk Zilya.


Secara tidak sengaja, manik matanya melihat kearah pergelangan Zilya. Zilya menggunakan gelang bertuliskan Z. Gelang tersebut persis sama dengan gelang yang pernah ia berikan kepada Dania dulu. Mengapa gelang tersebut bisa ada bersama Zilya?


“Zil,“ panggil Zayn seolah tidak ada masalah apapun diantara mereka.


“Iya,“ jawab Zilya singkat.


“Gelang kamu … .“ Zayn tidak meneruskan ucapannya lagi. Apalagi setelah memastikan bahwa gelang tersebut persis sama dengan gelang yang pernah diberikan olehnya kepada Dania.

__ADS_1


“Ada apa?“ Zilya melihat gelang yang ada di tangannya. Merasa bingung dengan ucapan Zayn. Apa maksud ucapan Zayn?


“Itu gelang kamu,“ Zayn tidak bisa berkata-kata lagi.


“Iyaa, ada apa sama gelangnya?“ Rupanya, Zilya masih tidak mengerti dengan maksud Zayn. Tentu saja dia tidak mengerti, Zayn saja tidak memberitahu lebih rinci nya lagi.


Zayn tidak menjawab. Ia segera mengambil buku miliknya dan kembali ke tempat duduknya. Zilya yang melihatnya pun merasa heran.


“Aku harus mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya dengan Zayn. Apakah dia kerasukan hantu sehingga cuek kepadaku?“ Zilya bertekad mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Zayn. Bahkan ia tidak menyadari, sembari berkata didalam hati, ia melihat Zayn dalam diam. Zayn sendiri menyadari hal tersebut, namun mengabaikannya.


Zilya kembali melanjutkan bacaannya. Namun pikirannya masih tertuju dengan Zayn. Entah mengapa jika tidak bertanya sesuatu kepada Zayn, hatinya menjadi gelisah. Ingin sekali bertanya apa yang terjadi dengannya? Namun, gengsinya terlalu tinggi untuk melakukan hal tersebut.

__ADS_1


“Ahh! Aku bingung! Apa yang harus aku lakukan? Jika aku pergi bertanya kepadanya, maka aku akan merada gengsi atau sungkan untuk bertanya kepadanya. Lagipula yang ingin aku tanyakan adalah soal pribadi. Jika aku bertanya kepadanya di kelas yang ribut seperti ini, tentu dia tidak akan merasa nyaman,“ Zilya memikirkan sesuatu.


Dari kejauhan, Zayn melihat Zilya dalam diam. Zilya yang sedang berpikir terlihat begitu menggemaskan. Ingin sekali dia mencubit pipi yang membuat Zilya menjadi segemas itu.


“Ahh! Zilya! Mengapa kamu begitu menggemaskan?“ Zayn tidak bisa mengontrol perasaannya saat ini.


“Tidak, tidak! Aku tidak boleh jatuh cinta dengannya. Hatimu hanya boleh untuk Dania, Dania dan Dania!“ Zayn berusaha membuang pikirannya bahwa dirinya jatuh cinta kepada Zilya. Namun semakin dipaksa, semakin teringat terus dengannya.


***


Maaf yaa, sekalu update, sedikit katanya hehe. Sebenarnya bisa aja ditulis menjadi panjang, cuma waktu Author gak begitu banyak, jadi Author memutuskan menulis sebisa Author saja.

__ADS_1


Dan sekarang, Author berusaha untuk update setiap hari. Jadi jangan lupa beri dukungannya ya agar Author ini semangat terus untuk menulis.


__ADS_2