Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama

Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama
89


__ADS_3

Akhirnya, tiba saatnya pernikahan Bram dan Mei. Mereka menikah di sebuah gereja yang indah, dihadiri oleh keluarga dan teman-teman mereka. Zayn menjadi saksi pernikahan mereka, seperti yang mereka inginkan.


Pernikahan itu berlangsung dengan indah. Bram dan Mei menjadi suami istri yang bahagia. Mereka berjanji untuk saling mencintai dan menjaga satu sama lain sepanjang hidup mereka.


Ketika malam pernikahan mereka berakhir, Bram dan Mei berjalan berdua ke arah mobil yang menunggu. Mereka saling berpegangan tangan dan tersenyum satu sama lain. Mereka tahu bahwa mereka akan menghadapi banyak hal dalam hidup mereka, namun mereka yakin bahwa mereka akan selalu bersama.


"Terima kasih, Bram. Aku sangat bahagia menjadi istrimu," ucap Mei dengan suara lembut.


Bram tersenyum dan memeluk Mei. "Aku justru yang harus berterima kasih, Mei. Kamu telah membuat hidupku menjadi lebih indah. Aku mencintaimu."


Mereka kemudian bergegas menuju mobil mereka, dan memulai babak baru dalam hidup mereka sebagai suami istri yang bahagia. Nah, jadi setelah Bram dan Mei memulai babak baru sebagai suami istri, mereka memutuskan untuk pergi berbulan madu ke Bali. Mereka ingin menikmati masa-masa romantis dan mengeksplorasi keindahan pulau Dewata.


Saat tiba di Bali, Bram dan Mei memilih menginap di sebuah villa yang terletak di pinggir pantai. Mereka sangat terkesan dengan keindahan pantai dan pemandangan matahari terbenam yang spektakuler.


"Ya Tuhan, pantainya indah sekali ya, Bram," ucap Mei sambil tersenyum.


"Iya, cantik sekali. Aku senang kita bisa menghabiskan waktu berdua sambil menikmati pemandangan yang indah ini," jawab Bram sambil memandang ke arah laut.


Selama di Bali, Bram dan Mei juga mencoba berbagai makanan khas Bali. Mereka mencicipi nasi campur, bebek betutu, dan sate lilit yang terkenal lezat. Selain itu, mereka juga mengunjungi tempat-tempat wisata seperti Tanah Lot, Ubud, dan Tirta Empul.


Di Tanah Lot, Bram dan Mei berfoto dengan latar belakang pura yang ikonik. Mereka juga menikmati senja di Tanah Lot sambil menikmati suara ombak yang tenang.

__ADS_1


"Indah sekali ya, Bram. Aku tidak pernah menyangka bisa berada di tempat yang seindah ini," kata Mei sambil memandangi panorama Tanah Lot.


"Ya, aku juga merasa sama. Bali memiliki keindahan yang luar biasa, terlebih dengan kehadiranmu di sampingku," balas Bram sambil memeluk Mei.


Selain Tanah Lot, Bram dan Mei juga mengunjungi Ubud, tempat yang terkenal dengan seni dan budayanya. Mereka berjalan-jalan di pasar seni Ubud dan membeli beberapa oleh-oleh untuk keluarga dan teman-teman mereka.


"Kita harus kembali ke Bali suatu saat nanti, Bram. Aku ingin membeli lebih banyak oleh-oleh lagi," ucap Mei sambil menunjukkan kantong berisi oleh-oleh yang ia beli.


"Aku setuju, Mei. Kita bisa mengunjungi tempat-tempat lain yang belum kita kunjungi," jawab Bram.


Selain itu, Bram dan Mei juga mengunjungi Tirta Empul, tempat suci umat Hindu. Mereka memutuskan untuk mencoba mandi di kolam suci untuk membersihkan diri dari segala dosa.


"Aku merasa sangat tenang setelah mandi di sini, Bram. Sepertinya semua kekhawatiran dan beban yang aku rasakan hilang," ucap Mei sambil tersenyum.


Setelah seminggu berbulan madu di Bali, Bram dan Mei kembali ke Jakarta dengan hati yang bahagia. Mereka kembali ke rutinitas sehari-hari, namun dengan semangat yang baru dan cinta yang semakin mendalam.


"Terima kasih atas semuanya, Bram. Berbulan madu kita di Bali menjadi momen yang tak terlupakan bagiku," ucap Mei.


"Sama-sama, Mei. Aku senang kita bisa menghabiskan waktu bersama dan menciptakan kenangan indah bersama," jawab Bram sambil tersenyum.


Mereka kemudian bergegas ke kantor masing-masing, namun dengan perasaan yang berbeda. Mereka merasa lebih semangat dan optimis menghadapi hari-hari yang akan datang, karena mereka tahu bahwa mereka punya satu sama lain dan cinta yang tak tergoyahkan.

__ADS_1


Beberapa bulan berlalu setelah Bram dan Mei kembali dari bulan madu mereka di Bali. Keduanya kembali ke rutinitas sehari-hari mereka, tetapi kali ini dengan perasaan yang berbeda. Mereka merasa lebih bahagia, lebih percaya diri, dan lebih optimis tentang masa depan mereka bersama. Bram dan Mei terus saling mendukung dan membangun hubungan mereka, dan tidak ada yang bisa menghentikan cinta mereka yang tumbuh.


Suatu sore, setelah bekerja, Bram dan Mei pergi ke taman dekat rumah mereka untuk duduk dan menikmati pemandangan. Mereka duduk di bawah pohon besar yang memberikan bayangan dan melihat anak-anak yang bermain di sekitar taman. Sambil menikmati suasana yang tenang, Bram dan Mei mulai berbicara.


"Kamu tahu, Mei, aku merasa sangat beruntung memiliki kamu di sampingku," ujar Bram sambil menggenggam tangan Mei.


Mei tersenyum dan memandang Bram. "Aku juga merasa sangat beruntung memiliki kamu, Bram. Kamu selalu membuatku merasa aman dan nyaman."


Bram tersenyum dan mencium kening Mei. "Aku berharap kita selalu bisa saling mendukung dan membangun hubungan kita, apapun yang terjadi."


Mei mengangguk. "Aku juga berharap begitu. Kita sudah melewati banyak hal bersama, dan aku tahu kita bisa melewati apapun yang akan datang."


Mereka terus duduk di bawah pohon, menikmati kebersamaan mereka, dan berbicara tentang masa depan mereka bersama. Mereka membicarakan impian mereka dan apa yang ingin mereka capai bersama. Mereka juga membicarakan tentang rencana liburan mereka selanjutnya dan tempat-tempat yang ingin mereka kunjungi.


Tiba-tiba, mereka melihat seorang anak kecil menghampiri mereka. Anak itu tersenyum dan bertanya, "Bolehkah aku bermain bersama kamu?"


Bram dan Mei tersenyum dan mengangguk. Anak itu duduk di antara mereka dan mulai bercerita tentang sekolahnya dan teman-temannya. Bram dan Mei mendengarkan dengan seksama dan tertawa ketika anak itu bercerita tentang kejenakaannya dengan teman-temannya.


Setelah beberapa saat, anak itu harus pulang dan Bram dan Mei mengepalkan tangan kecilnya sambil tersenyum dan mengucapkan selamat tinggal. Setelah anak itu pergi, mereka duduk kembali di bawah pohon dan menatap satu sama lain.


"Aku merasa sangat bahagia, Bram. Melihat anak itu membuatku menyadari betapa beruntungnya kita bisa menikmati kebersamaan dan kebahagiaan sederhana seperti ini," ujar Mei.

__ADS_1


Bram mengangguk. "Benar sekali. Kita sering lupa bahwa kebahagiaan tidak selalu harus datang dari hal-hal besar dan mewah. Kita bisa menemukannya dalam hal-hal kecil seperti saat ini."


Mereka terus duduk di bawah pohon, menikmati kebersamaan mereka dan bersyukur atas kebahagiaan yang mereka miliki. Mereka tahu bahwa hidup tidak selalu mudah, tetapi dengan saling mendukung dan membangun hubungan yang kuat, mereka bisa melewati apapun yang terjadi.


__ADS_2