Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama

Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama
ZD | 39 : DANIA / ZILYA?


__ADS_3

“Zayn?“ ucap sosok gadis tersebut terkejut. Lalu berlari sekencang mungkin tanpa memedulikan Zayn yang memintanya untuk berhenti.


“Kamuu?“ Zayn tidak bisa berkata-kata melihat wajah sosok gadis tersebut.


“Heii, berhenti!?“ Zayn pun mengejar sosok gadis tersebut. Benaknya bertanya-tanya mengapa sosok gadis tersebut bisa berada di tempat sepi seperti ini?


“Aku katakan berhenti!!“ Zayn tidak pantang menyerah, tetap berlari mengejar sosok gadis itu.


Dari kejauhan, Mama Zayn melihat Zayn dan sosok gadis itu saling kejar-kejaran. Merasa heran. Ada apa dengan anaknya dan sosok gadis tersebut?


Hingga akhirnya dekat dengan sosok gadis tersebut, Zayn menarik pergelangan tangannya. Kepala sosok gadis itu terbentur dengan bidang dadah Zayn.


“Dania! Aku merindukanmu,“ seru Zayn lalu memeluk tubuh sosok gadis yang dirindukannya. Sosok gadis tersebut berontak. Namun, bukannya melepaskan, Zayn justru semakin memeluk sosok gadis yang dikenal dengan nama Dania hingga membuat Dania tidak bisa bergerak sedikitpun.


Zayn melepaskan pelukannya setelah merasa puas. Memegang kedua pipi sosok gadis itu sambil meneliti wajah sosok gadis itu.


“Ini Dania, bukan? Mengapa dia dan Zilya begitu mirip?“ batik Zayn bingung.


“Wajah mereka persis sama. Bola mata mereka juga sama-sama berwarna biru. Sama-sama memiliki rambut bergelombang. Dan juga memiliki kulit yang berwarna putih bercahaya,“

__ADS_1


“Ini bukan masalah mirip lagi! Mereka benar-benar seperti satu jiwa yang sama,“


“Apakah Dania dan Zilya kembar yang terpisah?“ Zayn tidak mengerti.


Dania dan Zilya memiliki ciri-ciri yang sama. Membuat Zayn kebingungan. Sebenarnya sosok gadis yang ditemuinya ini adalah Dania ataukah Zilya?


“Lepas, Zayn!“ pekik sosok gadis tersebut.


Zayn terpaksa melepaskannya. Takut sosok gadis itu malah semakin berontak.


Zayn meneliti pakaian yang digunakan sosok gadis itu. Pakaian yang digunakan persis sama dengan pakaian yang digunakan oleh Zilya tadi saat di Kampus.


“Kamu Zilya atau bukan?“ tanya Zayn kepada sosok gadis tersebut. Namun sosok gadis tersebut justru diam, tidak menjawab.


“Jawab! Zilya atau bukan?“ tanya Zayn sekali lagi. Berusaha menormalkan emosinya agar tidak meluap.


Sosok gadis tersebut tidak menjawab. Ia justru melemparkan senyuman manis khasnya.


“Senyuman itu mirip dengan … .“

__ADS_1


Tiba-tiba sosok gadis tersebut menghilang secara perlahan. Zayn yang melihatnya, membulatkan matanya. Tidak percaya dengan apa yang dilihat olehnya.


“Dia menghilang?“


“Hah! Bagaimana bisa dia menghilang?“ Zayn masih dalam mode terkejutnya. Sosok gadis yang mirip dengan Zilya tetapi juga mirip dengan Dania, tiba-tiba saja menghilang didepan matanya.


“Zayn!“ panggil Mama Zayn ketika melihat anaknya justru malah bengong.


“Ada apa, Sayang?“ tanya Mama Zayn dengan lembut. Ia heran mengapa anaknya justru malah membulatkan matanya seolah habis melihat sesuatu yang membuatnya terkejut seperti itu.


“Ta-Tadi … Aku melihat sosok gadis i-itu me-menghilang, Ma!“ seru Zayn yang membuat Mama Zayn terkejut.


“Apa kamu tidak salah melihat, Nak? Jika dia adalah manusia, dia tidak akan menghilang begitu saja,“


“Zayn serius, Ma. Dia menghilang tepat di hadapan Zayn. Zayn melihatnya dengan mata kepala Zayn sendiri, Ma!“ jawab Zayn.


Mama Zayn tidak percaya dengan ucapan anaknya itu. Tidak mungkin ada seseorang yang bisa menghilang?


“Ini sudah malam hari. Bisa jadi kamu salah melihat. Kamu tahu sendiri kan, di malam hari seperti ini, banyak sosok-sosok yang berkeliaran,“ ucap Mama Zayn membuat Zayn terdiam.

__ADS_1


“Sudahlah, tidak baik diluar lama-lama malam seperti ini. Ayo kembali masuk kedalam mobil. Kita harus segera pulang,“ lanjut Mama Zayn lalu masuk kembali kedalam mobil. Begitu juga dengan Zayn.


Disepanjang perjalanan menuju pulang, tidak ada yang membuka suara. Keduanya sama-sama memikirkan, sebenarnya yang mereka tadi lihat adalah manusia ataukah sosok-sosok yang memang tidak sengaja dilihat.


__ADS_2