Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama

Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama
ZD | 31 : DANIA


__ADS_3

“Dania?“ Zayn mengambil foto yang sudah terlanjur basah itu.


“Dania? Kapan kamu kembali? Aku merindukanmu,“ Zayn mengucapkannya sambil tersenyum getir. Tidak bisa ditulis bagaimana perasaannya dengan sosok yang diketahui bernama Dania. Namun, hingga saat ini, sosok itu tidak pernah kembali.


Zayn kembali mengingat kejadian dimana pertama kali mereka dipertemukan, dan pada saat itulah mereka terakhir dipertemukan.


Zayn dan Dania pertama kali dipertemukan di Kota. Saat itu, keduanya masih berusia kurang dari 5 tahun. Bisa dikatakan pula, mereka masih anak-anak kala itu.


Di sebuah Pasar Tradisional, iya ditempat tersebutlah mereka dipertemukan.


Zayn menemani ibunya berbelanja. Manik matanya melihat snack dengan kemasan yang begitu menarik. Tanpa memikirkan apapun yang terjadi, Zayn kecil langsung berlari ke tempat snack tersebut. Ibu Zayn pun tidak menyadari jika Zayn pergi, sebab Ibu Zayn begitu fokus memilih sayur-sayuran yang ada.


“Sayang, nanti kita pergi beli snack yang disana ya,“ ucap Ibu Zayn yang masih tidak menyadari apabila sang anak sudah tidak lagi berada disampingnya.


Ibu Zayn mengucapnya sambil menunjuk tempat snack disana. Satu tangannya lagi mengambil sayur-sayuran yang telah ia pilih.

__ADS_1


“Zayn?” Ibu Zayn pun sadar, Zayn kecil tidak menyahut ucapannya.


Ibu Zayn pun menoleh kearah sebelahnya. Sebelahnya hanya ada ibu-ibu. Lalu menoleh kearah berlawanan, ternyata hasilnya tetap sama. Kemana anaknya?


Dengan rasa kekhawatiran dengan anaknya, Ibu Zayn bergegas membayar belanjaan sayuran yang telah ia pilih tadi. Bahkan hingga menyalip antrian didepan.


“Zayn! Kamu ada di mana, Sayang?“ Ibu Zayn mulai khawatir. Beliau pun mulai bertanya-tanya kepada ibu-ibu yang disebelahnya tadi memilih sayuran.


“Bu, Ibu ada melihat anak saya gak? Orangnya seperti ini,“ Tanpa basa-basi apapun lagi, Ibu Zayn langsung bertanya lalu mengeluarkan sebuah foto. Foto itu adalah foto Zayn kecil, dimana pada saat itu mereka tengah liburan di sebuah Pantai. Zayn kecil sedang bermain pasir.


“Maaf, Bu. Saya tidak melihatnya,“ jawab Ibu-ibu tersebut.


“Tidak masalah, Bu,“ jawab Ibu-ibu yang ditanya oleh Ibu Zayn tadi. Mereka pun melanjutkan memilih sayur-sayuran.


Meskipun keringat bercucuran deras, khawatir anaknya pergi laku diculik seseorang.

__ADS_1


“Tidak, aku tidak boleh memikirkan apapun dulu. Aku harus segera mencari Zayn. Kemana dia?“ batin Ibu Zayn berusaha menenangkan diri, lalu kembali mencari Zayn di mana-mana.


Bahkan beberapa toko yang ada telah dikunjungi berupaya mencari anaknya. Namun, hasil upaya yang dilakukan Ibu Zayn, tidak membuahkan hasil sedikitpun, hanya membuahkan kekecewaan karna anaknya tidak berada disana.


Hingga manik matanya tertuju dengan toko snack. Toko snack satu-satunya toko yang belum ia kunjungi sekaligus harapan terakhirnya saat ini. Berharap anaknya berada disana.


Ketika masuk mencari anaknya, manik matanya melihat anak kecil dipapah oleh seorang gadis kecil. Anak kecil itu terlihat seperti anaknya, Zayn kecil.


“Zayn!“ panggil Ibu Zayn memastikan indra penglihatannya tidak salah kali ini. Anak kecil yang sedang dipapah itu adalah anaknya. Ada apa dengan anaknya?


“Mama!“ sahut Zayn kecil dengan bersemangat. Walaupun kakinya terasa sakit akibat terjatuh tadi.


“Zayn! Akhirnya Mama menemukanmu, Sayang,“ Ibu Zayn berlari memeluk anaknya.


Mereka berdua pun berpelukan. Seorang gadis melihat pemandangan tersebut dengan wajah sedih.

__ADS_1


“Siapa nama kamu, Nak?“ Ibu Zayn melepaskan pelukannya lalu bertanya kepada seorang gadis yang memapah anaknya.


“Nama saya …


__ADS_2