Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama

Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama
ZD | 43 : URUSAN


__ADS_3

Tiba-tiba saja, terdengar suara sering notifikasi Mei. Sontak keduanya menoleh kearah ponsel Mei yang tergeletak diatas meja. Perasaan tak menentu. Seolah ada sesuatu buruk akan datang.


“Coba lihat ponselmu, Mei,“ ucap Zayn.


Mei segera mengambil ponselnya yang tergeletak diatas meja. Dengan perasaan takut, ia segera membuka ponselnya. Dan betapa terkejutnya, saat mengetahui bahwa Zilyalah yang mengirimkan pesan kepadanya. Inilah yang dinanti-nanti sejak tadi.


Tanpa memeriksa apapun lagi, Mei langsung mengklik layar ponselnya. Dan bergegas membaca pesan panjang dari Zilya.


Saat ingin membacanya, Mei langsung nengernyitkan alisnya dengan bingung.


Zayn yang menyadarinya pun bertanya, “Ada apa, Mei?“


“Ini, Zilya mengirimkan sebuah pesan. Pesannya cukup panjang. Tapi baru saja ingin aku baca, ternyata pesan ini dikhususkan untuk kamu, Daf,“ sahut Mei menjelaskan.


“Khusus aku?“ Zayn mengernyitkan alisnya.


“Mengapa tidak dikirim langsung saja kepadaku?“ tanya Zayn lagi sebelum pertanyaannya tadi dijawab oleh Mei.


“Aku tidak tahu, Daf. Coba kamu baca saja pesan ini untuk lebih lanjut,” jawab Mei sambil menyerahkan ponselnya kepada Zayn. Zayn pun menerimanya dan mulai membaca pesan yang dikirimkan oleh Zilya.

__ADS_1


’Hai, Mei. Maaf ya, pesan ini dikhususkan untuk Zayn. Kasih hp kamu ke Zayn ya. Maaf banget nih ya, Mei. 🙏🏻🙏🏻


Hai, Zayn. Pasti kamu heran kan, kenapa pesan ini dikhususkan untuk kamu? Sebenarnya aku tidak punya banyak waktu untuk mencari kontakmu di ponselku, jadi dengan terpaksa, aku harus seperti ini. Hari ini, aku menghilang karena ada urusan. Untuk kedepannya, mungkin aku akan izin dengan alasan ada urusan. Urusannya sangat pribadi dan ini mendadak sekali. Jadi, ya terpaksa deh, Zayn. Jaga diri baik-baik disana ya. Dan jaga kesehatan juga. Belajar yang benar selama aku tidak ada.’


’Dan mungkin soal kapan aku akan belajar seperti semula? Aku tidak tahu kapan itu. Urusan ini sangat berat, jadi kemungkinan bisa memakan waktu cukup panjang dan lama. Dengan ini, aku meminta tolong kepadamu, Zayn, jaga Mei baik-baik selama aku tidak ada ya’


’Aku tidak memintamu menjaga dia selama 24 jam. Karena aku tahu, kamu pasti juga kelelahan setelah belajar juga bukan?’


’Jadi, aku ada mengirimkan seseorang kesana untuk menjaga kalian. Namun, mereka semua tidak menampakkan diri secara langsung kepada kalian. Mereka hanya menjaga kalian dari jarak jauh’


’Tolong banget nih ya, Zayn. Kalau ada catatan ataupun tugas, kirimkan kepadaku segera. Aku akan berusaha meluangkan waktu untuk mengerjakannya’


’Panjang banget ya? Maaf juga, aku tidak sempat membuat satu per satu chat. Waktuku tidak banyak. Sebentar lagi harus mengurus ini itu dan begitu deh’


’Oh ya, kunci kontrakan aku ada sama Mei. Kalau ada sesuatu atas nama aku, tolong letakkan di kontrakan aku ya’


’Sekian, terimakasih Zayn sudah menyanggupi permintaan aku ini. Aku menyayangi kalian semua. Jaga diri baik-baik yaa’


Zayn membaca pesan tersebut dengan raut wajahnya serius.

__ADS_1


“Sudah, Daf?“ tanya Mei saat melihat Zayn sudah mengarahkan pandangannya pada hiasan-hiasan yang begitu indah di dinding kontrakan Zilya ini.


“Sudah, Mei. Ini, terimakasih ya,“ jawab Zayn dengan suara pelannya. Entah mengapa setelah mendengar bahwa Zilya akan pergi karena urusan dalam waktu panjang, hatinya merasa sedih dan kosong.


“Sama-sama, Daf,” jawab Mei.


Zayn melihat setoples kue yang terhidang diatas meja. Sambil melamun memikirkan tentang Zilya. Hatinya merasa sepi dan kosong ketika Zilya tidak ada disini.


“Apa Zilya ada mengatakan kepadamu, kemana dia pergi?“ tanya Mei dengan raut wajahnya yang penasaran sambil memakan kue yang terhidang diatas meja.


“Tidak ada. Zilya hanya mengatakan kepadaku, bahwa dia memiliki urusan sehingga pergi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu,“ jawab Zayn menjelaskan.


“Oh. Aku ingin bertanya sesuatu penting kepadamu,“ Mendengar Mei mengatakan ada sesuatu pening yang hendak disampaikan oleh nya, Zayn langsung diam mendengar apa yang ingin disampaikan sosok sahabat Zilya itu.


“Kenapa Zilya memanggilmu dengan sebutan ‘Zayn’?“ ucap Mei membuat Zayn terdiam.


Zayn tidak mampu menjawab pertanyaan Mei. Lidahnya terasa kelu.


“Em, baiklah, aku tidak akan memaksamu untuk menjawab pertanyaanku. Mungkin mengganggu privasimu,“ Mei memutuskan untuk tidak menanyakan soal itu lebih lanjut dan lebih detailnya kepada Zayn. Biarlah waktu menjawabnya nanti.

__ADS_1


__ADS_2