Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama

Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama
ZD | 38 : SOSOK GADIS


__ADS_3

Zayn bingung memuianya dari mana. Yang pada akhirnya, Zayn memutuskan menceritakan apa yang dirasakan olehnya saat ini kepada Beliau.


Mama Zayn terdiam mendengar penjelasan dari Zayn.


Setelah makan malam di Restoran, Zayn membayar tagihannya dengan menggunakan kartu kreditnya.


Lalu, Ibu dan anak itu memutuskan kembali pulang ke Mansion karena hari sudah mulai gelap pertanda sebentar lagi akan malam hari.


Rasa gelisah yang tadinya mendera Zayn terus-menerus, mendadak menghilang. Zayn tidak tahu mengapa. Keringat dingin yang tadinya terus mengalir, kini telah berhenti.


“Ada apa sebenarnya dengan diriku?“ Zayn tidak mengerti dengan keadaan dirinya. Tadinya dirinya merasa gelisah, lalu sekarang rasa gelisah itu mendadak menghilang.


“Sepertinya besok aku harus memeriksakan diri ke Dokter,“ ucap Zayn dalam hati.


Mereka pun melakukan perjalanan pulang ke Mansion.


Hening. Tidak ada yang membuka suara. Ibu dan anak itu sama-sama memikirkan apa yang terjadi pada Zayn tadi.


“Apa kamu sudah merasa lebih baik dibandingkan sebelumnya?“ tanya Mama Zayn membuka suara setelah sekian lamanya beliau terdiam.


“Sudah, Ma. Rasa gelisah itu menghilang tiba-tiba,“ jawab Zayn.


“Sepertinya besok kamu harus memeriksakan diri ke Dokter. Atau kamu mau sekarang saja?“ saran Mama Zayn.


“Kalau misalkan Zayn jawab sekarang, Mama keberatan gak?“ Zayn meminta jawaban dari Mamanya terlebih dahulu.


“Tidak,“ jawab Mama Zayn.


“Oke deh, Zayn sekarang saja memeriksa diri,“ Zayn menyetir mobilnya, memutar arah menuju Rumah Sakit. Arah menuju Mansion dengan arah Rumah Sakit berbeda, sehingga Zayn harus memutar balik arah.


Tidak terasa, perjalanannya cukup jauh. Akhirnya, Zayn dan Mamanya sampai di Rumah Sakit tempat biasanya Zayn memeriksa kondisi tubuh ataupun Mamanya.

__ADS_1


Sebelum sampai, Mama Zayn sudah lebih dulu mengabari Dokter bahwa mereka akan datang ke sana. Sehingga Dokter yang dikabari sudah standby di lobby Rumah Sakit.


“Selamat malam, Nyonya Sofi, Tuan Zayn,“ ucap Dokter tersebut dengan ramah.


“Selamat malam, Dok,“ jawab Ibu dan anak itu.


“Mari saya antarkan ke ruangan untuk memeriksa,“ ajak Dokter tersebut. Dokter tersebut berjalan terlebih dahulu dengan diikuti oleh Mama Zayn bernama Sofi dan Zayn anaknya.


Sesampainya di ruangan, Mama Zayn dan Zayn duduk di tempat duduk yang telah disediakan.


“Keluhannya apa?“ tanya Dokter tersebut.


Mama Zayn pun menjelaskan keluhan yang dirasakan oleh Zayn tadi. Dokter tersebut hanya diam mendengarkan.


“Apa Tuan Daffa memiliki riwayat alergi? Seperti misalnya alergi dengan makanan ataupun minuman?“ tanya Dokter tersebut.


“Zayn hanya memiliki alergi terhadap kopi. Selain itu tidak ada,“ jawab Mama Zayn dengan jujur.


Zayn memang memiliki riwayat alergi terhadap kopi. Tapi itu dulu. Sekarang alerginya tidak begitu menyerang lebih parah seperti dulu. Ketika meminum kopi itu, Zayn terlihat baik-baik saja.


“Hanya meminum jus lemon,“ jawab Zayn.


Dokter tersebut menjadi terdiam. Dokter tersebut pun hanya menuliskan resep obat yang diperlukan Zayn.


Setelah selesai menebus obat, Zayn dan Mamanya memutuskan segera pulang. Hari sudah malam. Apalagi begitu banyak orang-orang jahat yang akan berkeliaran malam hari.


Di perjalanan menuju Mansion, manik mata Zayn melihat sesosok gadis yang tidak asing. Sosok gadis itu sekilas mirip dengan sosok gadis yang ditemui olehnya di Restoran tadi. Pakaiannya juga sama.


Sosok gadis itu memiliki postur tubuh tidak asing.


Secara mendadak, Zayn mengerem mobilnya. Hal tersebut membuat Mama Zayn terkejut dan hampir saja kepalanya terbentur.

__ADS_1


“Ada apa, Zayn?“ tanya Mama Zayn menormalkan napasnya. Napasnya menjadi tidak teratur akibat keterkejutan tadi.


“Itu, Ma. Zayn melihat sosok gadis yang tadi Zayn temui di Restoran,“ jawab Zayn.


“Sosok gadis yang menggunakan pakaian kuliah itu?“ tanya Mana Zayn memastikan ia tidak salah melihat.


“Benar, Ma,“ Zayn meneliti postur tubuh sosok gadis itu.


“Rambutnya begitu berantakan. Apa dia baik-baik saja?“ tanya Mama Zayn yang tiba-tiba merasa khawatir dengan kondisi sosok gadis tersebut.


“Zayn tidak tahu, Ma. Tadi saat di Restoran, rambutnya tertata rapi,“


Mama Zayn terdiam. Lalu manik matanya melihat Zayn membuka pintu mobil.


“Apa kamu mau turun untuk melihatnya?“ tanya Mama Zayn.


“Iya, Ma. Zayn penasaran, siapa sosok gadis itu sebenarnya?“ sahut Zayn.


“Kalau begitu, Mama ikut turun juga,“ Mama Zayn membuka pintu mobil dan ikut turun bersama Zayn.


Sedari tadi melihat postur tubuh sosok gadis yang tidak begitu asing, membuat Mama Zayn merasa was-was. Takutnya sosok gadis yang berpakaian mahasiswa itu adalah orang terdekatnya. Apalagi melihat tinggi badan sosok gadis itu dengan orang terdekatnya persis sama.


“Hei! Bisakah kamu berhenti sebentar?“ Zayn mengejar sosok gadis tersebut sambil berteriak agar sosok gadis tersebut berhenti melangkah.


Sosok gadis tersebut berhenti melangkah. Menolehkan kepalanya kebelakang. Matanya merah dan sembab akibat menangis begitu lama. Wajahnya basah akibat air mata yang terus mengalir.


“Zayn?“ ucap sosok gadis tersebut terkejut. Lalu berlari sekencang mungkin tanpa memedulikan Zayn yang memintanya untuk berhenti.


“Kamuu?“ Zayn tidak bisa berkata-kata melihat wajah sosok gadis tersebut.


“Heii, berhenti!?“ Zayn pun mengejar sosok gadis tersebut. Benaknya bertanya-tanya mengapa sosok gadis tersebut bisa berada di tempat sepi seperti ini?

__ADS_1


***


Siapakah sosok gadis tersebut? Bisakah kalian menebaknya?


__ADS_2