
“Baik, Tuan.“ Zilya membungkuk hormat lalu mengikuti Arya dan Sofi.
Arya sendiri juga tidak tahu mengapa dirinya bisa membedakan gadis itu.
Sesampainya di Ruang Kerja Arya, Arya pun mempersilakan Zilya untuk duduk.
“Sayang, kamu temani Zayn di luar sebentar ya. Ada yang ingin aku sampaikan dengan dia,“ ucap Arya yang hanya diangguki oleh sang istri.
Sofi pun keluar.
Suasana menjadi hening dan menegangkan. Tatapan tajam dari Arya, nyatanya tidak membuat Zilya takut. Bahkan Zilya bersikap santai seolah tidak ada apa-apa.
“Bagaimana kamu bisa mengenal putra saya Zayn?“ Tanpa basa-basi seperti putranya, Arya langsung menanyakan hal tersebut kepada Zilya.
“Kebetulan, Zayn adalah teman sekampus saya, Tuan. Kami tidak sengaja bertemu dan memutuskan berkenalan,“ jawab Zilya.
“Apa kamu memiliki perasaan dengannya?“ Tidak disangka, pertanyaan itu lolos saja dari bibir Arya yang terkenal dingin itu.
Hal tersebut membuat pipi Zilya memerah. Alhasil, ia hanya diam tanpa berniat menjawab. Karena dirinya sendiri tidak tahu, apakah dirinya benar memiliki perasaan tersebut atau tidak.
Melihat gelagat gadis depannya ini, membuat Arya yakin dengan pendiriannya. Arya yang penasaran, memutuskan bertanya tentang gadis di hadapannya ini.
“Nama kamu siapa?“ tanya Arya dengan lembut.
“Zilya Daisha, Tuan. Biasa dipanggil Zilya,“
Arya mengerutkan dahinya. Nama itu tidak asing di telinganya.
__ADS_1
“Kamu berasal dari keluarga mana?“ Zilya tidak mampu menjawab. Tidak mungkin ia mengatakan bahwa dirinya diusir dari keluarganya sendiri karena dirinya tidak sebanding dengan adik tirinya? Ah, pertanyaan dari Arya, membuat dirinya teringat dengan keluarganya dulu.
“Hei! Kalau ditanya, dijawab dong. Kamu berasal dari keluarga mana, Nak Zilya?“ Arya menaikkan suaranya.
“Sa-Saya berada di keluarga yang berada, Tuan. Tapi sekarang tidak lagi,“ Zilya menjadi penasaran, bagaimana kabar adik tirinya itu?
“Siapa nama orangtuamu?“
“Ayah tiri saya bernama Gavin. Ibu tiri saya bernama Veni,“ Arya mengerutkan dahinya mendengar jawaban Zilya.
“Apa kamu tidak memiliki orangtua kandung?“
“Saya tidak tahu siapa orangtua kandung saya. Ingatan saya tentang masa kecil saya hilang entah kenapa. Yang hanya saya ingat, saya dijaga oleh orangtua tiri saya,“ Jawaban Zilya membuat Arya merasa gadis di hadapannya ini sepertinya tidak memiliki asal usul yang jelas.
“Tuliskan nomor ponselmu disini. Barangkali jika ada hal penting, saya bisa mengundang anda untuk berbicara di Mansion saya atau di Perusahaan saya,“ ujar Arya yang masih memiliki urusan penting, sehingga tidak ingin berlama-lama dengan gadis di hadapannya ini.
“Baik, Tuan.“ Zilya pun menuliskan nomor ponselnya di secadik kertas yang diberikan Arya.
***
Setelah merasa dirinya tidak memiliki urusan lagi bersama keluarga Zayn, ia pun pamit pulang bersama Dania.
Ia pamit pulang dengan menaiki taksi online.
“Apa kamu serius, tidak ingin aku yang mengantarkanmu saja?“ tanya Zayn dengan khawatir. Entah kenapa ia merasa takut kehilangan Zilya.
“Iya,“ jawab Zilya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, taksi online yang dipesan Zilya datang.
Mereka sampai di Rumah Dania lebih dulu.
“Apa kamu ingin mampir sebentar di Rumahku, Zil?“ Dania menawarkan kepada Zilya. Namun, Zilya menolak tawarannya.
“Tidak, lain kali saja. Aku masih memiliki urusan penting,“ ucap Zilya sambil melihat jam tangannya.
“Baiklah,“ Dania hanya menarik napasnya dengan berat. Padahal ia hanya ingin ia dan Zilya dekat seperti saudara, ya walau bisa dikatakan mereka memang saudara. Sayangnya, karena baru bertemu, membuat mereka seperti orang asing.
Zilya pun pergi masih dengan menaiki taksi onlinenya menuju Kontrakannya.
Sesampainya Zilya di Kontrakan, Zilya pun mengeluarkan selembar uang berwarna hijau.
“Terima kasih, Kak.“ ucap Sopir tersebut sambil tersenyum ramah. Zilya pun membalas dengan senyuman.
Zilya masuk ke dalam Kontrakannya. Memutuskan untuk membersihkan badannya.
Setelah selesai membersihkan badan, badannya terasa lebih segar. Ia mengenakan pakaian yang serba coklat hari ini.
Zilya kembali mengerjakan pekerjaannya. Rasanya tidak tenang meninggalkan pekerjaannya yang tidak terasa sudah menumpuk.
***
Semangat buat crazy update nya mumpung lagi ada
waktu luang dan semangat buat updatenya..
__ADS_1
1 bab lagi yaaa, ditunggu🤭🤭🤭
Terima kasih all 🙏🏻