Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama

Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama
ZD | 29 : MELIRIK


__ADS_3

“PLAK! PLAK! PLAK!“


“BUGH! BUGH! BUGH!“


Sungguh, tidak terbayangkan, bagaimana hasil karya yang diperbuat oleh Polwan yang suka bermain tangan itu.


Wajah Naomi dan Nancy sontak terlihat babak belur. Pipi mereka terlihat membiru, lengan dan juga kaki mereka terlihat membiru.


***


Sementara disisi lain.


Suasana kelas menjadi hening. Semenjak Naomi dan Nancy dibawa oleh beberapa Polisi untuk menjalani pemeriksaan, semua mahasiswa di kelas Zilya pada saat itu juga menjadi hening.


Meskipun suasana kelas begitu hening seolah tidak berpenghuni, Bu Saskia tetap menjelaskan pelajarannya may bagaimana caranya pun.


Materi adalah segalanya. Tidak peduli suasananya seperti apa.


“Baiklah, cukup sekian, pelajarannya sampai sini saja. Jika ada pertanyaan, boleh ke ruangan Ibu setelah pulang kuliah. Ibu masih ada urusan. Jadi, kalian semua menghafal materi yang telah kita pelajari hari ini, persiapkan diri untuk tanya jawab di pertemuan berikutnya,“ seru Bu Saskia.

__ADS_1


Bu Saskia mengambil bukunya lalu pergi dari kelas Zilya.


Suasana kelas yang tadinya hening mendadak menjadi ramai. Kelas yang terasa tidak berpenghuni, tiba-tiba ramai akan penghuninya.


“Naomi dan Nancy tadi dibawa oleh Polisi untuk menjalani pemeriksaan, bukan?“ ujar mahasiswa 1 kepada teman-temannya. Rasanya tidak bergosip satu haripun, terasa hampa bagi mereka. Gosip terasa adalah segalanya bagi mereka.


“Iya. Kira-kira, pemeriksaan apa ya? Kok aku jadi penasaran,“ sahut mahasiswa 2 dengan raut wajahnya yang penasaran.


Kedua mahasiswa itu sibuk membahas tentang alasan mengapa Naomi dan Nancy dibawa oleh Polisi berserta rekan-rekannya ke Kantor Polisi untuk menjalani pemeriksaan.


Sementara di kumpulan mahasiswa lainnya, mereka justru membahas topik yang sama yaitu Naomi dan Nancy. Namun, kali ini pembahasan mereka sedikit berbeda.


“Iya. Aku juga berharap secepatnya. Mereka sudah benar-benar keterlaluan, dan lebih parahnya, karena mereka berasal dari keluarga terpandang, sehingga mereka memiliki kekuasaan, mereka justru malah menggunakan kekuasaan yang mereka miliki untuk menutupi bukti-bukti perbuatan jahat mereka,“ timpal mahasiswa 4, yang setuju dengan ucapan mahasiswa 3 temannya.


***


Suasana kelas semakin terasa panas, karena para mahasiswa sibuk bergosip dari satu ke lainnya. Tidak peduli perempuan maupun laki-laki, keduanya sama-sama mempunyai hobi bergosip.


Namun, dibalik suasana panas didalam kelas tersebut, ada dua mahasiswa yang sibuk membaca buku pelajarannya. Mahasiswa satunya tampaknya lebih tertarik dengan bacaan di buku dibandingkan bergosip bersama teman-temannya. Sedangkan mahasiswa satunya sedang melirik seseorang, siapakah seseorang itu?

__ADS_1


“Zil, Zilya. Ayo bergabung sama kita. Jangan membuat otak panas dengan terus-menerus membaca buku pelajaran ini,“ ajak mahasiswa 4 kepada Zilya.


“Nggak deh,“ jawab mahasiswa sedang membaca itu. Ternyata dia adalah Zilya Daisha.


“Ayolah, Zil,“ ajak mahasiswa tersebut lagi dengan wajah memohonnya. Berharap Zilya mau bergabung dengan mereka.


Namun, Zilya terus menolaknya dengan alasan ingin membaca buku. Akhirnya para mahasiswa itu berhenti mengganggu Zilya, dan memilih melanjutkan perbincangan mereka.


Zilya pun kembali melanjutkan bacaannya yang tertunda akibat ajakan mahasiswa tersebut tadi.


Mahasiswa yang tadinya melirik Zilya, dia masih melirik Zilya hingga saat ini. Bahkan mahasiswa itu memutuskan mengambil buku pelajarannya dan ingin bergabung dengan Zilya dalam membaca.


Para mahasiswa lainnya masih melanjutkan perbincangan mereka dengan bergosip satu mahasiswa dan mahasiswi lainnya. Tiada lelah bagi mereka untuk bergosip.


“Zilya,“ Sontak, Zilya menoleh kearah sumber suara yang memanggil namanya itu. Melihat wajah mahasiswa yang memanggil namanya, wajah Zilya memperlihatkan raut terkejutnya.


***


Siapakah mahasiswa yang memanggil Zilya?

__ADS_1


__ADS_2