Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama

Isekai : Mengubah Takdir Tokoh Utama
ZD | 32 : DANIA II


__ADS_3

Mereka berdua pun berpelukan. Seorang gadis melihat pemandangan tersebut dengan wajah sedih.


“Siapa nama kamu, Nak?“ Ibu Zayn melepaskan pelukannya lalu bertanya kepada seorang gadis yang memapah anaknya.


“Nama saya … .“ Belum lagi menyebutkan namanya, seseorang sudah memotong ucapannya.


“Namanya Dania, Ma,“ potong Zayn.


“Dania nama yang cantik, sama seperti orangnya,“ ucap Ibu Zayn.


“Terimakasih, Tante,“ jawab Dania dengan sopan.


“Panggil Mama saja, Nak,“ pinta Ibu Zayn.


“Tapi Tan?“ Dania ragu memanggil Ibu Zayn dengan sebutan Mama.


“Tidak apa, Nak. Panggil saja, Mama,“


“Baik, Ma,“ jawab Dania akhirnya.


Dania, seorang gadis berusia 3 tahun. Meskipun usianya yang masih terbilang anak-anak, namun pikirannya justru terliant lebih dewasa. Sebab, Dania adalah anak sulung. Memiliki satu adik perempuan.

__ADS_1


Matanya berwarna biru. Memiliki rambut bergelombang. Memiliki kulit yang berwarna putih bercahaya. Siapapun yang melihatnya, pasti akan terkesima dengan pesona Dania ini.


“Dania, ayo kita pulang,“ Seorang wanita yang terlihat masih muda, mengajak Dania untuk pulang.


“Iya, Ma,“ jawab Dania lalu gadis itu berpamitan dengan Zayn dan juga Ibu Zayn.


Dania pun pergi bersama sang Ibu.


“Sayang, ayo kita pulang,“ ajak Ibu Zayn dengan Zayn.


“Ayo, Ma,“ jawab Zayn lalu bergandengan tangan dengan ibunya. Zayn berjalan dengan tertatih-tatih. Akibat terjatuh tadi, kakinya masih terasa sakit.


Ibu Zayn yang menyadari bahwa anaknya berjalan dengan lambat sekali tidak seperti biasanya pun bertanya.


“Tadi teljatuh, Ma. Kalena Zayn mau ambil snek yang enak, snek itu malah ditaruh paling atas. Jadinya Zayn manjat buat ambil snek itu, Ma. Tapi, Zayn malah jatuh kalena langsung loncat. Untung ada Dania yang menolong Zayn tadi,“ jelas Zayn. Walaupun baru berusia 4 tahun, dirinya sudah berbicara, namun masih kurang lancar.


“Tapi, kamu tidak apa-apa kan, Sayang?“ tanya Ibu Zayn lagi.


“Tidak apa, Ma,“ jawab Zayn.


“Udah ucapin terimakasih ke Dania?“ ucap Ibu Zayn.

__ADS_1


“Udah, Ma,“


“Anak pintar, ayo kita beli snack yang kamu suka,“ seru Ibu Dania.


“Yeyy! Terimakasih, Mama,“ sahut Zayn lalu memilih snack-snack yang ia sukai.


Mereka membawa keranjang yang hampir terisi penuh dengan snack-snack yang disukai Zayn. Ternyata meskipun kemasan snack ada yang berukuran kecil, sedang bahkan besar, ternyata memakan begitu banyak tempat.


Setelah membayar di Kasir, mereka bergegas untuk kembali pulang ke rumah. Namun, tidak sengaja, manik mata Zayn melihat sosok gadis yang ditemuinya tadi.


“Dania!“ panggil Zayn yang membuat si pemilik nama menolehkan wajahnya kearah sumber suara.


Zayn berlari menghampiri Dania. Dengan memegang snack dan juga satu gelang bertuliskan huruf Z.


“Dania! Ini untuk kamu! Terimakasih ya sudah bantu aku tadi,“ ucap Zayn sembari memberikan kedua benda yang dipegangmya tadi. Iya, snack dan gelang bertuliskan huruf Z. Zayn menggunakan gelang bertuliskan D.


“Gelangnya dipakai ya. Nanti kalau kita ketemu pas dewasa, aku akan tahu kamu siapa,“ pinta Zayn.


"Oke, terimakasih Zayn,“ jawab Dania.


Zayn hanya mengangguk sebagai tanggapan. Lalu, bergegas kembali ke tempat posisinya semula setelah berpamitan dengan Ibu Dania dan juga Dania.

__ADS_1


Hari itulah yang menjadi kenangan tak terlupakan oleh Zayn. Zayn melihat gelang bertuliskan huruf D yang digunakannya dari dulu hingga saat itu. Gelang itulah yang menemaninya selama ini tanpa sosok Dania.


__ADS_2